
Misi ganda telah usai, rekan tim Kangkuro dan tim Jovan akan berpisah sampai di sini. Kangkuro dan rekannya akan kembali ke Kota Utama. Sementara rekan tim Jovan akan melanjutkan perjalanan. Tanpa rekan setim Kangkuro ketahui misi asli rekan tim Jovan.
Next....
Tim Kangkuro sudah dalam perjalanan kembali ke Kota Utama.
Ayumi yang berjalan beriringan dengan Hinata,"Sebenarnya mereka sedang melakukan perjalanan kemana?".Tanya Ayumi pada Hinata .
"Kenapa tadi tidak tanya langsung?". Tanya balik Hinata.
"Aku pikir kak Hinata sudah tau, jadi ku pikir tidak perlu bertanya."
"Ayumi."Seru Kangkuro,"Kau harus segera kembali ke Kota Utama. Akan lebih cepat jika kau pergi bersama Izanami. Agar rancu dalam diri mu lekas pendapat penanganan medis."Beralih fokus padan Izanami untuk memberi isyarat melakukan jurus pemanggil hewan mitologi Griffin.
Monster itu telah muncul dan membungkuk untuk mempersilakan Tuan nya naik ke atas punggung nya.
Melihat tatapan itu dari Ayumi. Hinata berkata,"Naik saja, benar kata Kangkuro kau harus segera mendapatkan perawatan medis."
Ayumi naik bersama dengan Izanami. Sebelum akhirnya mitologi Griffin mengambil ancang-ancang untuk terbang tinggi melanjutkan perjalanan untuk sampai di Kota Utama.
Next......
Sisa Hinata dan Kangkuro. Yang hanya tinggal berdua saja berjalan beriringan untuk melanjutkan perjalanan kembali ke Kota Utama.
"Kau sudah tau semuanya."Ucap Kangkuro tiba-tiba.
Tanpa menghentikan langkahnya ataupun melihat lawannya bicaranya,"Tutup mulut mu."
Next......
Sampainya di hamparan rerumputan yang luas. Jovan dan kedua rekannya menghentikan langkah kakinya sejenak untuk singgah di bawah pohon untuk mengistirahatkan diri.
"Akan pergi kemana selanjutnya, jika kau sudah mengetahui kalau Horman sudah tidak ada di persembunyian nya."Sudah duduk tenang, Zen yang sudah fokus pada lawan bicaranya.
Iya, sebelum ini burung pengirim pesan menghampiri Jovan untuk memberikan informasi tentang keberadaan Horman. Dan buru itu dari anak buahnya sendiri.
"Desa Apung. Kita akan singgah di sana."Balas Jovan.
Next...
Sore harinya. Jovan, Zen, dan Rendy melanjutkan perjalanan ke Desa Apung. Ketiganya berlari secepat mungkin agar lekas sampai di Desa Apung sebelum larut malam
Jam 10 malam ketiga pria ini telah sampai di Desa Apung. Suasana Desa masih sangat ramai dengan banyak-banyak orang-orang yang beraktivitas malam.
__ADS_1
Ketiganya berjalan masuk untuk mencari hotel kamar penginapan. Sudah tempat yang sesuai. Ketiga yang kini sudah ada di dalam satu kamar yang sama. Lebih tempat mereka bertiga sepakat hanya memesan satu kamar untuk bertiga. Akan tetapi mereka tetap mendapatkan kasur lantai sendiri-sendiri.
Jovan yang sudah selesai mandi lebih dulu, segera menata tempat tidurnya. Agar ia bisa merebahkan dirinya.
++++++
+++++++++++
Keesokan paginya. Zen yang baru bangun tidur, duduk memperhatikan suasana sekitar nya yang masih kabur. Khas pandangan orang bangun tidur.
"Jovan mana?".Panik Zen sampai membangunkan Rendy.
"Keluar."Balas serak Rendy yang masih nyaman merangkul guling nya.
Zen beranjak dari tempat tidur. Bergegas ke kamar mandi.
Next....
"Terimakasih, Terima kasih Tuan."Ucap salah satu nelayan kepada Jovan yang telah membantu nya memindahkan ikan tuna besar turun dari atas kapalnya.
Masih di sana,"Tempat penyewaan kapal di sebelah mana paman?".Tanya Jovan pada nelayan yang ia bantu.
Menunjuk ke arah penyewaan kapal,"Tuan pergi ke sana, rumah kayu itu tempat penyewaan kapal."
Next....
Jovan pergi ke rumah kayu yang tidak terlalu jauh dari bibir pantai. Setibanya di sana, ia langsung melakukan pembayaran penyewaan kapal.
Next...
Di jam yang sama. Zen tengah berkeliling mencari keberadaan Jovan yang tidak kunjung ia temui. Sampai langkah terhenti karena menabrak keranjang ikan milik nelayan. Sampai ikan-ikan kecil itu tumpah berserakan.
Alhasil sebagai permintaan maaf Zen juga ikut membantu nelayan ini untuk membereskan kekacauan yang telah ia perbuat.
Selesai membereskan kekacauan yang ia perbuat,"Sekali lagi maaf paman."
"Tidak papa Tuan, lagian sudah beres juga."Kata paman nelayan,"Tuan mau kemana buru-buru?".
"Sedang mencari teman saya."Balas Zen, di susul memperagakan postur tubuh Jovan dengan gerakan tangan nya,"Tinggi badannya sekiranya segini, rambut hitam pendek lebar."
"Sampai hampir menutupi matanya."Tebak Nelayan ini.
"Iya Paman."
__ADS_1
Sembaring menunjuk ke arah rumah penyewaan kapal,"Dia ada di rumah penyewaan kapal itu."
"Terima kasih Paman."Zen segera berlalu pergi menyusul Jovan ke rumah penyewaan kabar itu.
Next.....
Baru saja selesai melakukan pembayaran penyewaan kapal. Jovan yang baru keluar dari dalam rumah kayu ini langsung di hadapkan dengan Zen.
"Rendy mana?".
"Masih tidur."
"Hmm."Dingin Jovan berlalu pergi.
Menyusul Jovan,"Sama seperti rencana kemarin malam?".
"Hmm."
Next....
Jam 9 siang. Jovan, Rendy, dan Zen bersiap untuk naik kapal. Tujuan mereka bertiga adalah pergi ke pulau yang ada di seberang desa Apung ini. Lumayan jauh dari desa Apung, akan tetapi itu adalah tujuan mereka bertiga.
Walaupun mereka bertiga sudah mengetahui rumor aneh pada pulau itu. Seperti tidak pernah ada nelayan yang kembali setelah singgah ke pulau itu, kematian misterius hewan-hewan di pulau itu, dan hilang nya satu keluarga di pulau itu yang sampai sekarang tidak pernah ada yang mengetahui. Karena setiap yang pergi ke sana tidak pernah kembali.
Next....
"Kenapa harus ke sana?Banyak orang yang tidak pernah kembali dari pulau itu, tapi kau....juga kau yang menyetujui saja."Kekesalan Rendy bergidik merinding sebelum sampai di pulau itu. Toh kapal ini masih setengah perjalanan.
"Jika takut kenapa ikut."Ucap Zen fokus melihat depan di mana pulau itu mulai terlihat.
Saat itulah kapal ini tiba-tiba terhenti,"Loh kenapa berhenti?".Ujar panik Rendy.
Jovan berpaling ke arah tempat pengemudi kapal,"Terima kasih paman."Di susul langsung melompat turun dari atas kapal.
"Sudah ku duga ending seperti ini."Rendy langsung menunjukkan ekspresi wajah datar malasnya.
Sementara Zen langsung menyusul turun. Yang akhirnya Rendy mendekati pinggiran kapal.
Mendongak melihat Rendy,"Turun saja."Kata Jovan yang dapat berdiri di atas air, begitu juga Zen.
"Selamat datang pakaian basah."Rendy yang menjatuhkan diri nya. Akan tetapi saat ia membuka kelopak mata karena tidak merasa pakaian nya basa,"Loh."
Jovan mengalir cakranya pada Rendy. Agar sahabat nya ini tidak basa kuyup.
__ADS_1
Next....