
Keesokkan harinya ,Jovan dan Rendy masih menginap di rumah sakit menemani sahabat Jovan yang masih belum sadar dari pingsannya.
"Aaaaahhhh!!."Lirih suara sahabat Jovan yang merintih kesakitan dengan menggenggam kepalanya yang terasa sedikit pusing .
Jovan yang sudah bangun dari tadi ,bangkit dari tempat duduknya dan melangkah mendekat keranjang sahabat yang sudah siuman ini.
"Bagaimana keadaan mu ?Apa sudah baikan?".Tanya Jovan dengan ekspresi yang datar.
"Sudah sedikit enak kan ."Jawab wanita itu. "Kamu ko bisa tau kalau aku disekap Bella ?".Tanya Wanita itu ,kita panggil dia dengan nama Rachel .
"Anak buah aku yang memberi tau ."Jawab datar Jovan .
Rendy yang baru sadar dari tidurnya ."Udah bangun ,tuhh cewek ."Ujar Rendy .
"Dia siapa ? ,belaguk banget ."Ujar kesal Rachel.
*Rachel Zulfaiya ,atau Chel. Perempuan 22 tahun ini adalah sahabat dekat Jovan dari Jovan sebelum bertemu dengan Rendy.*
"Udah ditolong malah menghina ."Dengus kesal Rendy bangkit dari tempat duduknya .
"Aku nggak menghina ,kau aja yang mudah baper ."Kata Rachel .
"Cerewet banget nihh cewek ,siapa namanya Jov ?".Tanya ngegas Rendy .
"Rachel ."Jawab Datar Jovan ."....Aku akan panggil dokter dulu ."Lanjutnya berlalu pergi .
"Nama bagus ,tapi orangnya o'on ."Sindir Rendy.
"Kau yang o'on ,aku nggak selevel deket-deket sama kau ."Ucap Rachel membanggakan diri .
"Diem ku oneng ."Ujr Rendy .
"Nggak bisa o'on ,apa lu tidak terima?."Saut kesal Rachel.
Mendekat ke Rachel ,dan menutup wajah Rachel dengan telapak tangannya.
"Ehemmm, ehemmm."Dengus Rachel berusaha menyingkirkan telapak tangannya Rendy .
Rachel menarik tangan Rendy sampai tersungkur di atas tubuhnya .Tak sampai disitu Rendy menggenggam tangan Rachel ,dan menarik tangan Rachel keatas lalu menguncinya.
Sementara itu tangan Rendy yang satunya ,digenggam dengan erat oleh Rachel .Lalu Rendy menenggelamkan wajahnya ke leher Rachel ,dengan hembusan nafas yang terengah-engah .
"Ka...u men....yingkirrr!!! da..ri ....ata..ss k...u".Ucap Rachel terputus-putus .
Rendy mengangkat wajahnya ,dan menatap wajah Rachel yang sudah memerah tomat. Rendy membulatkan matanya ,disaat bersamaan Rachel juga menengok. Mereka saling tatap ,hingga tiba-tiba .
"H!! apa yang mereka lakukan !!".Ujar dokter yang baru masuk bersama Jovan .
Sementara itu ,Jovan hanya menjijikkan alis kanannya .Menatap tingkah kedua sahabatnya.
"Tidak!! ini tidak seperti yang kalian bayangkan ."Ujar Rendy langsung bangkit dari atas badan Rachel secepat kilat .
"Pokoknya itu semua tidak benar ,dia nihh cari musuh duluan."Ujar Rachel kesal menyilang tangannya.
"Ehh ,nggak ya oneng ."Ujar Rendy tak mau salah .
"Oneng-oneng ,nama ku itu Rachel .Kau nggak bisa baca apa ."Ujar tak mau kalah Rachel.
"Terserah aku mau panggil kau apa ,oneng ."Saut Rendy .
"Sudah periksa dia Dokter ."Suruh Jovan yang tak memperdulikan pertengkaran antara kedua makhluk berlawanan jenis ini .
Disaat pemeriksaan pun ,Rendy dan Rachel masih berdebat .Tak ada yang mau mengalah dari mereka berdua .
Hingga selesainya pemeriksaan ,dokter berkata sudah memperbolehkan Rachel pulang .
Dokter itu berlalu pergi ,dari ruangan itu .Jovan berkata kepada Rendy dan Rachel untuk berkemas .
"Chel ,kamu akan menginap di apartemen kita dulu .Nanti kamu bisa tidur di kamar Rendy ."Kata Jovan dengan muka datarnya.
"Aku ko tidur dikamar berdebah ini sihh."Keluh kesal Rachel .
"Sementara oneng ,saya juga nggak ikhlas kau tidur dikamar ku ."Ujar kesal Rendy .
"Berdebah cerewet. "Sindir Rachel.
Mereka bertiga mulai perjalanan pulang ke apartemen .Setibanya di sana ,Jovan tak langsung masuk ,ia langsung berpamitan pergi.
++++++
+++++++++
Ditempat Bella .
Bella dengan santai melangkah ke ruangan rahasianya ,dengan kapak yang ia genggam dengan sedikit menyeret dilantai .
Setibanya di ruangan itu ,semua anak buahnya menundukkan kepalanya .Mereka tak berani menatap raut wajah Bella yang sulit diartikan.
"Sudah menemukan wanita itu ?".Tanya santai Bella .Memperhatikan semua anak buahnya yang ketakutan."Aku hanya tanya ,kenapa kalian begitu takut ?".Lanjutnya.
"Kau maju lahh."Suruh Bella kepada salah satu anak buahnya ."MAJUUU!!!."Teriak Bella .
__ADS_1
Pemuda yang ditujukan Bella dengan kapaknya, pun melangkah maju dengan ragu-ragu ,ia pun akhirnya maju kehadapan Bella .
Menutup separuh dari wajahnya dengan telapak tangan kirinya ."HHHHHH, tak usah takut seperti itu ,bodoh ."Ucap tawa Bella .
"Sekarang katakan ,dimana wanita itu?".Tanya Bella santai .
"Aku ti..dak menemu..kan..nya No..n..a."Jawab guguk pemuda itu yang tak lain anak buah Bella .
Menggebrak meja disampingnya .BEEERAKKKK.......
"AKU BERKATA JAGA WANITA ITU DENGAN KETAT, APA TELINGA KALIAN TULI .SAMPAI TIDAK MELAKSANAKAN PERINTAH AKU DENGAN BAIK!!".Ujar marah Bella ."Siapa yang saya tugaskan kemarin??".Lanjutnya menatap kapaknya .
Salah satu pemuda pun melangkah maju kembali kehadapan Bella .
Masih dengan menatap ke kapaknya ."Kenapa kau tak menjalankan perintah aku dengan benar ?Apa kau ingin jadi jagoan disini ?".Tanya lembut Bella .
"Aku sudah men.."Jawab pemuda itu terhenti karna tangan kirinya terpenggal oleh Bella.
Tampa menunggu jawaban dari anak buahnya Bella langsung mengangkat kapaknya dan memutus tangan kiri anak buah didepannya. Sedangkan anak buah yang maju lebih awal ,langsung terdiam dengan keringan dingin .
"AAAAAAAHHHHHH ."Teriak Pemuda yang tangannya diputus oleh Bella.
Tak sampai disitu .Bella justru melanjutkannya dengan mengalungkan kapaknya, dileher pemuda yang tangannya putus itu .Lalu deggg!!!!! ,kepala pemuda itu putus .
Darah bersemburat dimana-mana ,namun Bella justru tersenyum manis. Berbeda dengan pemuda yang berdiri tepat di samping pemuda yang sudah tak bernyawa tadi ,begitu panas dingin dengan jantung yang berdebar cepat .
"Tuhan selamatkan makhluk ini ."Batin pemuda yang berkeringat panas dingin itu.
Melemparkan kapaknya ."Bersihkan."Suruh Bella melangkah pergi dari sana .
Bella berlalu pergi dari sana ,dengan tatap yang masih tak puas Bella melangkah masuk kedalam kamarnya .
Beberapa menit kemudian Bella keluar dari dalam kamarnya dengan pakaian yang sudah bersih ,ia juga melangkah kembali ke arah ruang rahasianya.
++++++
++++++++++
Ditempat Jovan .
Pukul 13.30 .
Jovan melangkah santai menyusuri jalanan kota kecil itu ,untuk pergi ketempat tujuannya .Dijalan sesekali ,Jovan juga melihat-lihat sekitar lingkungan kota .Hingga langkahnya terhenti di depan rumah yang tak terlalu mewah .
Didepan rumah itu ada seorang keluar kecil yang sedang berbincang-bincang .
"Ma ,ayah berangkat dulu ."Pamit laki-laki dewasa kepada istrinya.
"Iya jagoan kecil mamah ."Ucap wanita dewasa itu .
Setelah percakapan sekilas itu ,laki-laki dewasa dan anaknya berlalu pergi .Sementara itu wanita dewasa itu melihat kepergiaan keluarga kecilnya dengan raut wajah tersenyum bahagia.
Jovan yang berdiri disisi jalan hanya bisa memperhatikan dengan raut wajah dingin.Walau ia tak mendengar dengan jelas apa yang sedang dibicarakan keluarga kecil itu ,ia hanya bisa melihat dan menundukkan kepalanya kembali setelah percakapan sekilas itu selesai .
Jovan pun melanjutkan langkahnya dengan raut wajah tampa ada sedikit pun terukir senyuman di sana .
++++++++++
Beberapa menit kemudian sampailah Jovan di sebuah bangun yang sedikit hancur karna sesuatu kejadian .
Hanya tinggal reruntuhan bangunan saja di sana .Namun ,Jovan tetap melangkah di atas reruntuhan itu hingga .
"Tak ku sangka kau datang ."Ucap salah seorang yang sudah terduduk santai di atas reruntuhan diding besar bersama dengan seseorang yang tak dikenal Jovan .
Orang itu tak lain adalah kakak Jovan ,Tuan Zikai .Dan seseorang yang bersamanya ,Tuan Obito temannya .
"Aku datang karna ingin segera melenyapkan mu."Ucap Jovan dengan raut wajah datarnya .
Menatap dengan santai kerah adiknya ,dan beranjak dari tempat duduknya ."Obito ,bisa kau tinggalkan kami ."Minta Zikai.
"Baiklah ."Jawab singkat Obito yang langsung pergi sedikit menjauh dari sana .
"Begitu banyak pertanyaan yang ingin ku tanyakan kepada kau ,tapi tak ada gunanya aku bertanya lagi, karna ini semua sudah jelas .Kalau kau memang BAJIIINGANNN!!!".Ucap geram Jovan dengan amarahnya .
"Memang benar ,kakak mu ini hanya seorang baji***ngan yang hanya mementingkan dirinya sendiri ."Ucap Zikai dengan santai ."....Jika sekarang kau membenci ku ,aku akan tetep menyayangi mu ,adikku ,Jovan."Lanjutnya sedikit tersenyum .
Senyum itu membuat Jovan membulatkan bola mata hitamnya .Namun ,itu tak membuat Jovan luluh .Jovan berlari kencang kearah kakaknya ,dengan tangan kanan yang sudah menggenggam pisau .
Zikai yang menyadari langsung menghindar ,kearah aman .
"AKU INGIN KAU MELAWAN AKU BUKAN MENGHINDAR!!!".Teriak Jovan kembali berlari kearah lain kakaknya berada .
Zikai langsung menangkis pisau itu dengan pedangnya .Hingga tak sampai disitu saja pertarungan itu terus berlanjut sampai Zikai terkena goresan di perutnya.
Zikai menghindar ,dan berdiri mengatur nafasnya ,dengan darah dari perutnya yang bercucuran .
Sedangkan ,Jovan masih menggenggam pisau berlumur darahnya .Dengan lengan tangan kiri yang juga sudah mengeluarkan darah .
Dengan sekuat tenaga mereka berdua berlari kearah yang berlawanan .
Degggggg!!!!!!! , Mereka saling menusuk .Namun Zikai tumbang lebih dulu ,karna Jovan telah menusukkan pisaunya tepat di jantung kakaknya .
__ADS_1
Dengan badan lemas ,syok ,dan pandangan bola mata jengkal ,Jovan melangkah mundur hingga membentur reruntuhan Diding yang masih berdiri tegak.
Sementara itu ,Zikai mencoba bangkit dengan badan yang terus mengalirkan darah segar ,ia melangkah mendekat dengan pelan kearah adiknya .
Setibanya didepan Jovan yang terdiam dengan pandangan mata jengkalnya .Zikai mengangkat tangan kanannya dan menaruh telapak tangan penuh darah itu di atas kepala adiknya dengan tersenyum ."Aku akan selalu mendukung ,apapun tujuan hidupmu setelah ini!!!!".Ucap Zikai terhenti ,karna tubuhnya sudah tak sanggup lagi .
Zikai pun tersungkur bersimbah darah di samping Jovan berdiri .Sementara itu ,Jovan dengan setengah raut wajah yang di penuhi darah ,ia ikut tumbang di samping jazad kakaknya .
++++++!
Dilain tempat ,Rendy yang selesai debat dengan Rachel baru menyadari jika Jovan belum juga kunjung pulang .
"Aku akan pergi dulu .Oneng kau jaga rumah ."Kata Rendy yang ingin melangkah pergi ,Namun dihentikan oleh Rachel yang menggenggam pergelangan tangannya.
"Aku iku ,enak aja kau tinggalkan aku sendirian di rumah ini ."Ucap Rachel .
"Baiklah ,tapi lepaskan tangan kau ."Kata Rendy yang langsung Rachel laksanakan secepat kilat .
Mereka berdua pun melangkah keluar ,menyusuri jalanan kota kecil itu yang mulai gelap .
Hingga di suatu jalan ."Bukankah itu Jovan ."Ujar Rachel menunjuk kearah Jovan yang dengan dibantu berjalan dengan seorang wanita .
"Benar ."Ucap Rendy yang langsung melangkah mendekati Jovan .
"Jov kau kenapa?".Tanya cemas Rendy .
"Nggak papa ,aku hanya butuh sedikit istirahat...."Ucapnya yang mulai lirih dan tak sadarkan diri .
Rendy langsung mengambil alih mengendong badan lemas Jovan ke rumah sakit .
Sementara itu ."Anda bisa ikut dengan kami sebentar?".Tanya Rachel .
"Boleh saja ,karna aku juga tidak ada kesibukan ."Jawab Wanita itu yang tak lain adalah Ayumi .
Mereka pun berlari sekuat tenaga ke klinik terdekat .Setibanya di klinik Jovan langsung ditangani oleh dokter di sana .
Sementara itu ,Ayumi ,Rachel ,dan Rendy menunggu di kursi panjang depan ruangan pengobatan Jovan .
"Sebenarnya apa yang terjadi ,dengan Jovan nona ?".Tanya Rendy .
"Aku tidak tau ,aku bertemu dengan dia di tengah perjalanan saat aku baru pulang dari tempat kerja saya ."Jelas Ayumi.
"Sialan!!Kenapa dia selalu menanggung masalahnya sendiri?." Batin kesal Rendy.
"Makasih Nona sudah membantu teman kami ."Ucap Rachel .
"Sama-sama ,jangan panggil aku nona .Panggil aku Ayumi ,atau Yumi ."Kata Ayumi ."Aku sudah dua kali ini menolong dia ,dan setiap aku bantu ,dia selalu sama terlukanya dengan yang pertama kali saya tolong. "Lanjutnya.
"Mungkin Jovan berkelahi lagi. "Saut Rendy.
"Kalau gitu aku permisi dulu ,aku takut pulang kemalaman ."Kata Ayumi bangkit dari tempat duduknya .
"Mari aku antar ."Kata Rachel ."Boleh minta nomer ponselnya ,kali aja kita bisa berteman baik .Karna menurut aku kau orang baik."Lanjutnya yang tengah berjalan beriringan dengan Ayumi .
"Tentu boleh ."Ucap Ayumi .
Rachel pun mencatat nomer ponselnya Ayumi di ponselnya ,setelah itu Ayumi berlalu pergi dari sana .Dan Rachel kembali kedalam klinik.
Didalam ternyata ,Rendy sudah masuk kedalam ruangan Jovan .Rachel pun menyusul masuk kedalam ruangan.
"Jov ,sebenarnya apa yang terjadi?"Tanya cemas Rendy.
Dengan santai Jovan menceritakan semuanya kepada Rendy.
"Kau benar-benar ,seharusnya kau beritahu aku dulu Jov ,untung saja kau baik-baik."Ucap Rendy .
"Lalu bagaimana dengan Tuan Zikai ?".Tanya Rendy .
"Mati!dia mati ."Jawab datar Jovan .
Memperhatikan raut wajah Jovan yang masih sedikit menyimpan beban. "Lebih kita berkemas dan pulang agar Jovan bisa beristirahat ."Saut Rachel .
Jovan pun langsung beranjak dari tempat tidurnya ,dengan sedikit dibantu Rendy. Mereka pun mulai melangkah keluar Klinik ,untuk segera pulang ke apartemen.
+++++++
Setibanya apartemen ,Jovan langsung melangkah ke kamar nya .
"Lebih baik saya tidur disini untuk sementara waktu ."Ucap Rendy melangkah menata sova ruang tamu .
Rachel pun melangkah ke kamar Rendy ,dan kembali ke ruang tamu memberikan Rendy selimut .
Melemparnya di atas wajah Rendy ."WOYYY!!!".Ujar Kaget Rendy. "Kau ,untuk hari ini aja jangan ganggu aku .Aku ngantuk berat ."Lanjutnya.
Membalikan badannya ,tak menghadap Rendy."Idih siapa juga yang ganggu kau ,aku cuma kasih selimut buat kau tidur ."Kata Rachel melangkah kembali ke kamar Rendy untuk beristirahat.
Sementara itu ,Rendy dengan memperhatikan kepergian Rachel tersemat senyum bahagia diraut wajahnya .
++++++++
Jovan yang sudah berbaring ditempat tidurnya ,memperhatikan bulan yang saat itu bersinar terang dari balik jendela kamarnya yang terbuka .
__ADS_1
"Masih sunyi ."Batinnya menutup wajahnya dengan selimut yang ia kenakan .