
"Oi".Panggil Rocky pada Sendy yang terlihat tengah berjalan ke arahnya yang sudah menunggu sejak tadi dengan yang lain.
"Comel Sen",perempuan berparas cantik yang keluar dari balik punggung besar Rocky yang menghalangi jalannya. Ia langsung mengulurkan tangannya pada Azura tanpa rasa ragu, sikap nya seperti sudah sangat akrab.
"Alinka panggil saja Alin, Lin",Alinka di susul senyum hangatnya ramah.
"Azura panggil saja Zura".
"Setelah ini bakal sering ketemu seperti",Alinka yang merangkul bahu Azura mengajaknya masuk ke dalam rumah makan lebih dulu meninggalkan para pemuda yang masih terdiam di abaikan.
Melihat kedatangan Viktor yang datang sendirian,"Kemana pacar mu?",tanya Rocky.
"Tidak usah di bahas lagi anjing. CK Sial dia selingkuh dengan laki-laki lain".
"Terus?".
"Putus anjing, tidak perlu tanya-tanya lagi bang***sat".
"Waduh serem".
"Cari lagi besok, setok masih banyak, masih muda tidak perlu ambil pusing",Viktor menyusul kedua perempuan yang sudah masuk ke dalam rumah makan tadi.
"Gila Viktor",ujar Rocky yang di abadikan kedua pemuda yang ikut menyusul Viktor masuk ke dalam rumah makan.
__ADS_1
Seperti rencana awal di dalam rumah makan yang tidak terlalu ramai ini. Ke enam remaja ini menikmati malam bercengkrama bersama mereka. Saling bertukar obrolan lucu, bercanda satu sama lain. Apapun mereka lakukan sampai kedua balok es ini akhirnya mencair dan ikut tertawa bahagia bersama mereka.
++++++
Singkat cerita sejak momen menyenangkan di hari itu. Kini Alinka dan Azura menjadi teman yang sangat akrab. Dan karena itulah tidak ada lagi siswi yang menganggu Azura. Ia jauh lebih aman dan dapat bersekolah dengan tenang kembali karena Alinka.
Pernah sekali Azura di datangi oleh Davina dan komplotan kembali. Tidak jauh-jauh yaitu untuk membullying Azura.
Waktu itu, entah mendapatkan keberanian dari mana. Azura berani melawan Davina. Akan tetapi karena Davina main keroyok Azura menjadi kewalahan.
Adik kelas yang lumayan dekat dengan Alinka memberitahu Alinka. Yang sudah mengetahui kedekatan Alinka dengan Azura. Juga karena pesan Alinka untuk memberitahu nya jika Azura di bullying lagi.
Benar saja. Alinka datang langsung memberikan tamparan keras di pipi Davina. Menarik kasar surai rambut Davina sebelum akhirnya mendorong kasar tubuh itu sampai tersungkur di lantai kuat. Memberikan pelajaran yang sangat memuaskan.
"Anjing pengecut beraninya main keroyokan",hina Alinka tanpa merasakan rasa takut sedikitpun."Kalian sama saja seperti dia. Namun bedanya kalian adalah anak anjing nya"Sambungnya tersenyum bengis
Sejak saat itu Alinka jadi lebih akrab dengan Azura. Bukan karena keinginan Sendy dan Rocky yang ia berteman akrab dengan Azura. Tapi karena ia memang memiliki keinginan sendiri bersahabat dengan Azura. Seorang perempuan baik-baik yang sangat polos sekali. Membuat Alinka preman pasar tertarik untuk menjadi sahabat akrab nya.
Baru turun dari mobil dan menghampiri Azura yang baru saja selesai memarkir sepeda angin nya,"Waduh Zura".Terfokus pada gerombolan yang tidak terlalu jauh dari jaraknya berdiri.
"Bagaimana ini Alin?".
Menghela nafas panjang,"Astaga kau ini polos sekali".
__ADS_1
"Aku emang tidak tau harus apa?".
Geleng-geleng kepala,"Astaga".
Gerombolan itu semakin dekat berjalan ke arah nya. Dan sudah siap untuk memberikan pelajaran pada Azura dan Alinka. Sudah bisa di tebak itu gerombolan apa?Iya, itu adalah gerombolan pemuda pacar nya Davina yang tidak terima dengan kejadian tempo hari itu.
"CK pengecut beneran. Aku saja kalau ada apa-apa belum pernah Ky datang berbondong-bondong burung nolong. Menertawakan yang bener",gumam Alinka dalam hati teringat bagaimana tingkah laki-laki yang sudah menemani selama empat tahun kemarin.
Menatap tajam Alinka dan Azura yang sudah menggenggam kuat lengan Alinka,"Breng**sek ini yang berani menampar mu?".
"Iya".
Pemuda ini hendak memukul Alinka yang menatap tajam dirinya. Brukk... Namun Viktor datang tepat pada waktunya. Memberikan tendangan melayang kuat mendarat tepat di wajah pemuda ini. Sampai tubuh nya terdorong kasar.
"Perempuan kau?",bentak Viktor."Beraninya sampai perempuan".
"Dan kau Dav. Kalau punya masalah sama Alin kau selesai sendiri. Bukan malah minta bantuan bajingan, CK ngaku-ngaku prema perempuan tapi pengecut. Baru Alin yang turun coba kalau komplotan Alin abis lu".Omel Viktor merasa jengkel juga kesal.
Kembali terfokus pada para pemuda yang masih sana,"Pergi jangan menganggu mereka berdua kalau kalian masih ingin tetap sekolah di sini".
"Abis.....". Viktor yang mengambil ancang ingin menyerahkan kembali membuat mereka semua berlarian pergi menjauh. Davina yang masih terdiam di sana pun akhirnya ikut menyusul pergi.
Menekuk lelah tubuhnya,"Dasar baji***ngan masih pagi membuat lelah".
__ADS_1
Mengelus punggung Viktor,"Sabar Vik, nanti di kelas tidur sono sampai pulang".
"Ehmm".