King Of Blood

King Of Blood
Eps.68 Baja Biru


__ADS_3

Ayumi mendapatkan serangan dari salah satu dari tujuh musuhnya. Berkali-kali bertubi-tubi sampai tubuh terpental jauh membentur dinding bangunan. Syukurlah Jovan datang tepat pada waktunya membantu Ayumi. Memberikan semangat agar Ayumi segera siuman dan bangkit kembali.


Ayumi kembali siuman. Ia berusaha untuk kembali beranjak bangun dari tempat nya jatuh,"Kakak ku tidak pernah mengajari ku untuk menjadi perempuan lemah".Ucapnya,"Aku harus melindungi rakyat negeri Kasia".


Ayumi melesat ikut bergabung dengan Jovan, berdiri sejajar dengan Jovan. Yang sudah siaga mengeluarkan pedang cakra biru nya tidak lupa dengan kekuatan mata kiri nya sudah bangkit.


Tidak mau kalah. Ayumi juga membangkitkan kekuatan mata klannya. Bersamaan dengan perubahan warna pada rambut nya yang menjadi merah darah.


"Sudah siap Ayumi".


Mengangguk ringan,"Iya".


Stt....Brakk......thikk.......Ayumi yang beradu pukulan, Jovan yang beradu senjata. Kedua terlibat berkelahi yang sangat hebat dengan ketujuh musuhnya.


Pertarungan yang sangat imbang. Namun semakin lama kekuatan musuh tidak semakin melemah karena kehabisan energi. Ketujuh musuh justru tetap sama, masih kuat seperti di awal tidak terlihat kelelahan sama sekali.


Mengambil langkah mundur,"Dia bukan manusia".Kedua berdiri saling bertolak belakang mengawasi situasi di sekitar nya.


"Hem, mereka seperti sama dengan musuh sebelum nya".


"Tidak, mereka tidak di gerakan oleh siapapun. Mereka sudah di rakit bergerak sendiri sesuai dengan program tujuan mereka di buat".Jelas Jovan.


"Tapi mereka manusia, tangan mereka sangat dingin".

__ADS_1


"Mereka robot yang di buat dari jazad manusia".


"Itss...kejam".


"Awas mereka datang".Beritahu Jovan tepat saat salah satu dari mereka mulai menyerang kembali.


Dengan sekali serangan. Ayumi langsung terpental Brugkk.....


"Ayumi".Jovan terfokus pada Ayumi.


"Jurus pemanggilan".Bommmm......salah seorang musuh mengeluarkan jurus hewan pemanggilan langsung tiga monster mengerikan.


"CK sial".Umpat Jovan yang melihat ketiga hewan itu. Anjing, badak, dan burung api.


"Mereka sudah ada yang urus. Aku akan tetap di sini membantu mu".


"Jangan Jov. Mereka sedang membutuhkan mu, paman Bondan telah tiada".Ucap Ayumi membuat manik mata Jovan membulat sempurna,"Sejak aku bisa menguasai kekuatan ku aku bisa merasakan energi kehidupan orang-orang di sekitar ku. Dan aku tidak merasakan energi kehidupan paman Bondan".


"Pergi Jovan. Aku percaya pada mu".Ayumi menyungging senyum tipis tanpa berpaling ke arah Jovan berada. Dirinya justru melesat menyerang lebih dulu ketujuh musuhnya.


Krekk.....Bommm.....Ayumi melempar emen anginnya pada mereka. Di barengi dengan berteriak,"Pergi Jovan!!".


"Aku akan kembali lagi".Batin Jovan sebelum berlalu melesat pergi dari are pertarungan.

__ADS_1


Ayumi mengeluarkan jurus pemanggilan seekor ular kecil,"Peringatkan mereka untuk tidak perlu membantu ku. Aku tidak akan bisa fokus bertarung dengan melindungi mereka".


"Baik Ayumi".Busss....Ular kecil itu menghilangkan.


Ayumi membangkitkan kekuatan mata nya kembali bersamaan dengan perubahan warna surai rambut nya. Pedang tongkat merah darah muncul dalam genggaman tangan kanannya. Bersamaan dengan segel kutukan dalam diri nya menjalar muncul di keningnya membentuk lambang bulan.


Memutar tongkat itu,"Kita mulai seriusnya tuan-tuan, nona-nona".Sett....


Jovan yang telah tiba di tempat tim penjaga kekai (perlindungan baja tak terlihat). Yang berarti ia juga telah melihat paman Bondan kepala Yinyang yang sudah terbujur kaku tak bernyawa.


"Sudahi. Biarkan aku yang membuat benteng nya".Kata Jovan pada mereka yang membuat benteng perlindungan pada perlindungan seluruh warga negeri Kasia.


Mereka menanggung dan menyalurkan informasi nya pada rekan-rekan nya yang lain. Di sini Jovan mengambil langkah sedikit lebih maju, lebih mendekat pada bukit yang menjulang tinggi di depan nya.


Selesai membuat segel tangan. Jovan meletakkan kedua telapak tangannya di atas tanah. Wuurrr......Cahaya biru terang mengulangi tinggi dari bebagai sisi bukit. Beberapa lapis warna biru sampai yang paling biru gelap.


Sudah selesai membuat benteng perlindungan baja biru milik klan Kayumiyang. Jovan kembali bangkit dari tempat nya berjongkok.


"Wah...sudah lama sekali aku tidak melihat benteng perlindungan ini".


"Benteng baja biru memang ada".


"Bukan bualan semata".

__ADS_1


Ujar orang-orang yang pukau dengan bangkit benteng perlindungan baja biru.


__ADS_2