
Pertarungan masih terus berlanjut walaupun Ayumi sudah di ambang batas kemampuannya. Ia tetap memaksakan diri untuk terus melawan, tidak mungkin untuk nya memberikan ruang musuh untuk lebih menghancurkan negeri Kasia.
Mengambil ancang-ancang,"Aku harus segera menyelesaikan ini sebelum Jovan kembali. Dan aku tidak mau mereka semakin menghancurkan Negeri kelahiran ku,"gumam Ayumi memulai ritual gerakan. Seperti akan mengeluarkan kekuatan barunya.
Wurr......Cahaya merah pekat menyalah menyelimuti seluruh tubuh Ayumi. Kedua matanya semakin memerah pekat menyalah. Tatapan nya menjadi lebih tajam dan dingin kepada para musuh nya.
Tubuh Ayumi menjadi abu-abu gelap rambut merah pekat tergerai panjang. Tangannya yang tetap terdiam tetap tidak dapat menyembunyikan kuku-kuku panjang nya yang hitam merah pekat.
Jangan lupa tangan kanannya yang sudah menggenggam tongkat hitam malaikat kematian.
Iya, perlu kalian ketahui jika kekurangan Ayumi terbagi menjadi dua. Putih dan Hitam. Putih energi kehidupan, hitam energi kematian. Seperti yang tengah Ayumi keluar sekarang adalah energi kematian yang paling mendominasi aura kekuatan nya.
"Sial bocah itu dia sudah sampai sejauh ini".Kata Horman yang masih bertarung dengan Nona Selmire yang sangat sulit sekali ia kalahkan sembaring tadi.
Horman berkata demikian karena ia adalah memiliki cakra tipe sensor.
+++++
Kekuatan yang tiba-tiba menjadi full kembali serta kekuatan Dewa Dewi Sett....Ayumi bergerak secepat kilat menghancurkan salah satu musuh nya sampai hancur tubuhnya. Terus ia lakukan sampai menyisakan satu musuh yang menurut nya paling kuat dari rekan-rekan nya.
Ayumi sudah memulai pertarungan. Ia bertarung sangat brutal dengan musuhnya. Tanpa memperdulikan sudut bibir yang mengeluarkan darah. Begitu juga dengan hidup nya.
Sepertinya kekuatan energi hitam yang Ayumi pergunakan memiliki resiko yang sangat besar pada tubuh penggunakan nya.
__ADS_1
Berpaling cepat,"Cakra ini".Jovan bergegas meninggalkan tempat nya melesat pergi. Seperti ia akan kembali ke tempat Ayumi bertarung.
Di lain sisi.
Ular hewan pemanggil Ayumi telah selesai menyelesaikan pesan Ayumi pada mereka. Nagato dan kedua rekannya, Zen, Asta, dan Banji.
"Kalian beritahu yang lain".Suruh Nagato kepada rekannya,"Aku akan pergi membantu Zaiem dan yang di perbatasan".Nagato melesat cepat meninggalkan tempat nya.
Yang di susul dengan kepergian ketiga rekannya.
Sementara itu dengan hewan pemanggil Ayumi langsung lenyap menjadi asap putih.
++++++
"Jangan bantu Ayumi".Kata Zen yang berhenti tidak terlalu jauh dari perhatian Hinata.
Hinata yang terfokus pada lawan bicara,"Gila kau, Ayumi membutuhkan kita dan kau malah menyuruh kita diam saja".Marah Hinata.
"Ini keinginan Ayumi sendiri".Kata Zen,"Dia tidak mau ada seorang pun yang datang membantu nya. Karena tidak mungkin untuk dia mengalahkan musuh dengan melindungi orang yang membantunya".Jelas Zen.
Masih terfokus pada Hinata,"Lebih baik kau percaya saja pada Ayumi. Dia kan murid mu yang tidak mungkin gagal".
"Iya".Nada bicara lesung Hinata sedikit menurunkan pandangan. Ia masih cemas dan ingin membantu akan tetapi ini adalah keinginan Ayumi. Ia harus mengikuti nya, karena ada benarnya juga, di kala kekuatan nya dengan Ayumi jauh berbeda.
++++
__ADS_1
Uhukk.....Mendekap mulut nya memutahkan warna merah pekat. Sampai tubuh Ayumi sedikit terbungkuk.
Akan tetapi itu tidak berangsur lama. Karena setelah itu Ayumi langsung kembali berdiri dengan baik. Dengan kekuatan yang masih sama kuatnya melindungi dirinya dari serangan segala arah.
Ia bergerak kembali menyerang satu musuhnya yang berhasil ia buat babak belur. Terus kembali ia segerang dengan brutal. Tidak memberikan ruang musuh untuk mengeluarkan jurus pembalasan.
Setelapp....Brakk.....Tubuh musuh Ayumi terpental membentur dinding batu di belakang sampai hancur. Bahkan salah satu batu sudah menindih tubuhnya. Sayangnya itu tidak membuat musuhnya mati dengan mudah.
Ayumi menjulurkan tongkatnya, mengalungkan tongkat berwarna hitam itu di atas leher pria yang pergerakan sudah terkunci oleh kedua balok kayu yang menindih tubuh nya.
"Ayumi".Panggil seseorang di belakang Ayumi.
"Maaf Jov".Ayumi mengayunkan tongkat blakk....kepala pria ini lepas dari bagian tubuh nya. Terpental menjauh dari tubuh nya.
Sesaat kemudian tubuh Ayumi langsung koyak, kehilangan keseimbangan. Bersamaan dengan hilangnya energi dingin merah hitam yang mengelilingi tubuh Ayumi. Jovan cekatan menangkap Ayumi. Memberikan Ayumi berada di dalam pelukan nya.
"Kenapa kau melakukan nya terlalu jauh, saat kau sudah mengetahui resikonya".Jovan yang terfokus menatap sepasang mata yang sudah kembali seperti semula ini. Kedua sepasang mata yang lebar, bola mata kecil hitam legam, bulu mata lentik berjajar rapi mengelilingi sepasang mata indah ini.
"Aku harus melindungi mereka".
"Lalu bagaimana dengan diri mu? Seharusnya kau juga menjaga diri mu sendiri".
"Tidak bisa,"Menjedah ucapan nya,"Terima kasih sudah percaya pada ku".Nada bicara yang semakin rendah sebelum akhirnya lenyap semuanya. Dada yang naik turun untuk mengambil nafas sudah terhenti, lenyap.
Jovan semakin menunduk pandangan nya, menitihkan air mata. Merangkul tubuh Ayumi ke dalam pelukan nya. Mendekap tubuh yang tidak bernafas lagi, erat-erat.
__ADS_1