
Jovan masih dalam perjalanan kembali ke Kota Mosko ,Kota utama .Sementara di kota utama .Di sana sudah kacau balau .Banyak tentara militer yang tumbang .Dan hanya menyisakan anggota Yinyang yang turun tangan membantu tentara-tentara militer yang masih tersisa.
Seperti yang di lakukan Nagato sekarang .Selingg......Nagato memotong batu besar yang terlempar ke arah salah satu tentang yang masih kuat membantu."CK ini lah kenapa aku benci senjata modern."Ucap Nagato sedikit mengumpat menghina kecanggihan senjata modern yang tidak ada gunanya.
Next......
Bomm......Saka yang melindungi Via dari serangan musuh di depannya ini."Kau baik-baik saja?".
"Iya."Via mengangguk ringan.
Melihat seorang pemuda yang terluka tengah di bantu Via ."Pergilah, aku urus yang ini."Saka fokus melihat lawan nya .
"Iya."Via berlalu untuk membawa seseorang yang terluka ke tempat yang lebih nama.
Saka yang masih di sini,"Lawan mu adalah aku bang**sat."Menyungging ekspresi wajah datar. Mengulurkan benda tajam yang sudah teraliri Cakra petir.
Bomm.....Sett.......Paman Bondan menggerakkan dinding tanah besar untuk menghantam lawan-lawannya.
"Cepat lari kalian, cepat pergi ke tempat yang aman."Kata Paman Bondan kepada tentara yang lain.
__ADS_1
Shutt......Benda tajam hampir saja menusuk jantung Paman Bondan jika saja paman Bondan tidak cekatan menyadari nya. Sett.... Berhasil menghindar Paman Bondan mengatur nafasnya yang mulai ngos-ngosan.
Di sisi lain.....
Jovan yang baru saja kembali ke pusat Kota utama yang sudah hancur porak poranda. Bergegas berlari masuk lebih ke dalam Kota untuk membantu yang lain.
Bersamaan dengan itu Jovan yang tengah Rendy yang baru menyusul nya. Di tengah Kota keduanya langsung berpencar untuk membantu lain.
SUtt.....Dumm.....Jovan mengeluarkan kekuatan matanya menghempaskan tubuh musuh dengan elemen anginnya. Tato segel mata mulai bangkit.
Zen yang sudah terluka parah mengambil langkah mundur ke samping Jovan,"Dia bisa menyerap energi lawannya."Kata Zen memberitahu kekuatan istimewa lawannya.
Sett.....Bumm.....Bukan pedagang biasa. Pedang Jovan dapat membela gedung kokoh yang ada dibelakang musuh berdiri. Jika seandainya musuhnya tidak berhasil menghindar mungkin nasibnya akan sama dengan gedung yang terbelah menjadi dua itu.
"CK."Umpat Jovan bergerak cepat melakukan serangan selanjutnya.
Sementara Nona Selmire yang memperhatikan dari kejauhan kehancuran negeri nya. Di tambah lagi informasi korban-korban yang berjatuhan.
Ia membangkitkan kekuatan medis terkuat miliknya. Dan melakukan jurus pemanggil hewan mitologi penyembuh.
__ADS_1
"Nona Zuren!!".Ucap Nona Selmire bersamaan dengan munculnya jurus pemanggil hewan mitologi Atau Nona Zuren. Hewan tanpa kaki yang bersayap lebar.
"Nona Zuren sembuhkan orang-orang yang terluka."
"Baik Nona Selmire."Nona Zuren hewan mitologi besar bersayap ini memecahkan diri menjadi partikel-partikel kecil berterbangan menyebar diri.
Banyak orang yang ketakutan saat hewan mitologi penyembuh ini mendekati dirinya. Dengan bentuk aneh hewan ini yang berlendir tanpa kaki namun bersayap indah. Namun Via yang sudah mengenal itu hewan apa.
"Kalian tidak perlu takut. Ini hewan pemanggil Nona Selmire yang bisa menyembuhkan luka-luka kalian."Kata Via.
"Ah benar Cakra mulai pulih kembali."Kata salah seseorang yang sudah merasakan proses penyembuhan hewan mitologi penyembuh.
Next....
Pertarungan Jovan, Zen dan lawannya semakin sengit. Walaupun dua lawan satu. Jovan dan Zen tetap di buat kewalahan dengan lawannya. Namun yang mananya juga Jovan. Dengan kuat tidak terduga setelah bertarung yang sangat panjang akhirnya Jovan berhasil menumbangkan lawannya.
Berhasil mengalahkan lawannya. Jovan langsung membantu Zen yang terluka parah untuk di bawa ke ninja medis.
Tidal jauh berbeda dengan Jovan dan Zen. Paman Bondan pun masih sibuk bertarung dengan lawannya. Musuh yang ternyata memiliki kekuatan lebih kuat darinya membuat Paman Bondan kesulitan menumbangkan lawannya. Walaupun sudah mengerahkan seluruh kekuatan yang ia miliki.
__ADS_1
Mengeluarkan benda tajam kembali dari sela-sela pakaian,"Saatnya di akhir."Ucap pelan musuh Paman Bondan sebelum akhirnya shuttt......Settt.....merah pekat beterbangan.