King Of Blood

King Of Blood
Eps.62 Tidak ada tanda-tanda kehidupan


__ADS_3

Gelombang besar bersemburat ke sana kemarin-kemarin. Hurrrr...weerlll.......Menyapu semua yang ada di atas nya.


Tidak terkecuali dengan menghancurkan jembatan kokoh ini. Huerr...Cepkkk....Brakk.....Dengan sekali kibasan ekor besar. Jembatan kokoh ini langsung terbelah menjadi dua bagian.


Iya, seekor ikan raksasa saat ini tengah mengamuk mengobrak-abrik kan sungai ini. Di sisi lain kepanikan ini. Ayumi justru di ikat oleh Hinata di bawah pohon bersama dengan Kangkuro.


"CK, ini semua karena kau".


"Ko aku?Iya kau lah. Siapa duluan yang membuat ikan itu mengamuk".


"Aku".


"Tuh kau".


"Belum selesai kah kalian bertengkar?".Tanya Hinata pada keduanya dengan tatapan dingin membunuh,"Tidak bisakah satu hari saja!!!Kalian tidak bertengkar".Menaikan nada bicara marah.


Mendongak melihat lawan bicara,"Kak plis aku tidak akan mengacu beneran. Aku juga akan bertanggung jawab memperbaiki jembatan itu".


"Hmm".Dehem Hinata menghela nafas sabar menghadapi kedua orang kanak-kanak ini.


Akhirnya Hinata melepaskan akar tali yang mengikat kedua dengan jurusnya. Setelah terbebas keduanya langsung beranjak saling berjauhan.


"Aku sudah mendapatkan tempat persembunyian ikan itu.... Sepertinya ikan itu hanya hewan pemanggil bekas perang dunia ke dua yang belum tertinggal".Jelas Izanami yang baru saja ikut bergabung kembali dengan rekan-rekan.


"Jadi benar jika ikan itu hanya koban perang."Hinata yang teringat sesuatu,"Berarti kita hanya perlu mencari kelemahan nya saja. Kelemahan yang membuat Ikan raksasa itu tidak bisa kembali ke tempat seharusnya".


"Hanya itu!?". Kangkuro yang fokus pada lawan bicara.


Yang mendapatkan balasan tatapan dingin nan tajam dari Hinata.


"Okay, okay bisa saja".Kangkuro menengok melihat hal lain.


++++


Malam harinya mereka berempat masih bergerak menyusuri jalanan menuju persembunyian monster sungai.


"Bersiap",Hinata mengeluar jurus tanamannya. Mengeluarkan tanaman menjalar dari dalam sungai. Tepat sasaran mengikat monster ikan raksasa.

__ADS_1


Terdiam di tempat untuk mengendalikan jurus nya agar tetap stabil,"Cepat cari kelemahannya".Suruh Hinata tegas pada rekan-rekan nya.


Mereka bertiga bergerak cepat mencari kelemahan ikan ini. Sampai pada titik kelemahan nya. Izanami yang menemukan lebih dulu bergegas mencabut pisau matahari yang tertancap di sirip ikan ini.


Bommm...... Monster ikan ini langsung meledak menjadi serpihan asap putih bertebaran. Izanami, Ayumi, dan Kangkuro bergegas menghindar dari gelombang besar yang di sebab monster ikan.


"Akhir beres".Kangkuro bernafas lega.


Hinata yang baru saja ikut bergabung dengan rekannya,"Belum selesai. Jembatan nya belum di perbaiki".


"Hah!!Itu kan tugas warga desa....tugas kita hanya menangkap ikan itu....,"Protes Kangkuro langsung terhenti melihat respon tatapan mengerikan Hinata.


Dan di sinilah mereka berempat sekarang. Di depan jembatan yang rusak. Hinata mengambil gulungan kecil di dalam tas pinggang nya. Mengelar gulungan itu dengan membaca mantra yang di susul dengan keluarnya beberapa peralatan berat yang di butuhkan untuk memperbaiki jembatan ini.


"Aduh kenapa dia kepikiran buat bawa ginian, dasar perempuan aneh".Batin Kangkuro yang di sahut oleh Hinata yang belum berpaling melihat nya,"Sudahi bacotan mu Kangkuro, bantu mereka berdua memperbaiki jembatan ini sebelum pagi datang".


"Hah!!....Dia bahkan bisa membaca isi pikiran ku, menyeramkan".Kangkuro ngedumel dengan di sambi mulai membantu Ayumi dan Izanami yang mulai memperbaiki kekacauan.


++++


Keesokkan harinya. Mereka berempat yang telah selesai dengan urusan nya di desa ini. Bersiap berkemas untuk pulang kembali ke negeri.


"Tatata semuanya....".Ayumi yang masih melambai-lambaikan tangannya sebagian ucapan selamat tinggal pada warga desa.


Kangkuro yang berjalan di samping Ayumi,"Bukan tatata bodoh, tapi bye-bye semuanya".


"Kak Hinata bisa tidak Kangkuro di gantikan dengan Izanami?Atau lenyap kan saja dia disini".Ayumi langsung mengadu pada Hinata yang berjalan di depannya.


"Pergi kau,"Suruh Hinata pada Izanami. Sembaring ia tetap melangkah kakinya, mungkin Hinata sudah sangat lelah menghadapi kelakuan rekan setimnya.


Menjulur lidahnya meledek,"Werkk....ada benteng dinding es, aku akan damai sepanjang perjalanan...nan...nan...".Ledek Ayumi pada Kangkuro.


Mengepalkan tangannya,"Heh!!Jika kau bukan adik Obito, ku bunuh kau".Geram Kangkuro.


+++++


++++++++

__ADS_1


"Jovan".Seru Zen berjalan mendekati Jovan yang sibuk mencari ikan untuk makan malam.


"Hmm?".Tanpa berpaling ke arah sumber suara.


"Apakah kau tidak memiliki rencana untuk meninggalkan perempuan itu".


"Kau cemburu?".Jovan yang sudah terfokus pada Zen dengan tatapan dingin nya.


"Hehh!!!Bukan be**go!Aku tuh merasakan seperti ada yang tidak beres dengan perempuan itu".Kata Zen,"Aku memang tidak memiliki kemampuan sensor, tapi aku tau betul ada yang tidak beres dengan perempuan itu".


Jovan sibuk menarik pancingan ikannya yang tertarik ikan. Berhasil menaikan ikan yang terjerat umpan pancing nya,"Tidak ada tanda-tanda kehidupan pada perempuan itu".


"Hah!,"Membulat manik matanya sembaring menunjuk Jovan,"Jadi kau sudah tau".


Entah pura-pura bodoh atau bodoh beneran Zen. Karena bagian ia bertanya seperti pada Jovan yang memilik kekuatan mata klan Kazumiyang dengan kemampuan sensor setara dengan klan Osisiking.


"Bodoh!Lebih baik kau bersihkan ikan-ikan itu".Suruh Jovan beranjak dari tempat duduknya. Berlalu pergi dari sana.


Mengangkat ikan-ikan tangkapan Jovan,"Baru kalian diriku di rendahkan".Berjalan ke arah lain untuk membersihkan ikan-ikan ini sebelum di bakar.


+++++


Sementara itu Rendy tengah mencari kayu bakar bersama dengan Yuriko. Karena Rendy kebagian tugas untuk menjaga api agar tetap menyala.


Mengangkat setumpuk kayu dalam rangkulan nya,"Seharusnya kau tetap duduk di sana".


"Tak mau...Aku tidak suka sendirian".


"Emang selama ini kamu sendirian".


Mengangguk cepat,"Iya, semuanya telah pergi".


"Siapa?".


"Keluarga ku".Nada suara muram.


"Eh!!Maaf kau jadi sedih karena ku".

__ADS_1


Menyungging senyum tipis pada Rendy. Berkata,"Tidak!!Kamu tidak pernah membuat ku sedih. Sepanjang perjalanan ini saja, kau banyak membantu ku. Kamu ada laki-laki yang sangat baik".


Mendengarkan itu Rendy menjadi tersipu malu dan salah tingkah sendiri."Hehehh.....lebih baik kita segera kembali".Ajak nya dari pada malu-maluin dirinya sendiri. Karena pujian perempuan cantik ini.


__ADS_2