King Of Blood

King Of Blood
Eps.60 Dear Ayumi King


__ADS_3

Rachel mengetuk pintu kamar Ayumi beberapa kali untuk memastikan bahwa Ayumi memang ada di dalam kamar. Tokk....Tokk...."Ayumi, Aku tau kau ada di dalam."


"Ayumi buka."


"Ayumi."


Ceklek... Rachel terdiam memperhatikan pintu kamar yang berlahan-lahan terbuka,"Aku lelah, kau makan malam saja sendiri."Kata sikat Ayumi lekas menutup pintu kamar kembali.


Hendak berucap akan tetapi Hinata menggenggam pergelangan tangan Rachel menghentikan.


"Biarkan Ayumi sendirian. Aku akan pulang, besok akan kembali lagi ke sini."Kata Hinata berlalu meninggalkan kediaman rumah ini.


Di lantai bawah. Gedung kediaman rumah Rachel dan Ayumi. Hinata menunduk diri di kursi panjang tralis besi yang tersedikit di sana.


"Kenapa jadi begini? Seharusnya kau mendengar perkataan ku."Derai bui bening mengalir tanpa ia sadari dari sudut mata nya.


Next masa lalu...


Sore hari. Menjelang malam hari. Di jalanan keluar gerbang utama.


"Kau jadi pergi?".Tanya Hinata yang sudah berdiri tepat di belakang Obito yang tinggal beberapa langkah lagi keluar gerbang utama negeri.

__ADS_1


Fokus Obito pada Hinata,"Tidak bisakah kau tidak pergi?".Tanya Hinata sekali lagi.


"Tidak bisa. Aku tidak ingin negeri ku dan adik ku dalam bahaya."


"Kau sendiri, apakah kau juga tidak dalam bahaya."


"Kematian ku adalah pengorbanan ku untuk perdamaian negeri ku...Untuk membalas semua kesalahan-kesalahan ku pada adik ku."Kata Obito,"Kau baik Hinata. Terima kasih sudah mengkhawatirkan ku."


Obito berlalu namun Hinata tidak bisa, ia menggenggam pergelangan tangan Obito,"Tinggal lah, aku mohon. Jika tidak bawa aku, aku tidak akan menyusahkan mu. Aku akan membantu mu."


"Mohon Obito, bawa aku, aku akan membantu mu. Agar Ayumi tidak kehilangan kau lagi."


Obito bergerak cepat tidak terbaca. Ia ternyata sudah di posisi belakang Hinata. Mengalungkan rangkulan di kedua atas bahu Hinata,"Aku baik-baik saja, l love you. Terima kasih sudah mencintai ku".


Next masa sekarang.....


Tidak ingin berlarut-larut dalam kesedihannya. Hinata bergegas beranjak meninggalkan tempat ini.


Di lain sisi. Jovan dan kedua rekannya yang sudah mendapatkan kabar kematian Obito. Zen yang paling dekat dengan Obito karena mereka adalah satu angkatan. Terduduk lesung terdiam tanpa mengeluarkan air mata.


Sementara Jovan berlalu pergi entah ke mana, meninggalkan Rendy dan Zen .

__ADS_1


++++++


++++++++++++


Tiga Hari setelah kabar tidak mengenakan itu. Ayumi belum melakukan aktivitas nya seperti sediakala. Ia hanya melakukan aktivitas nya di dalam rumah. Tanpa keluar sedikit pun. Seakan-akan ia sudah lelah melihat dunia yang sama yang hanya membuat nya mengingat-ingat kenangan menyenangkan yang menyakitkan.


Sampai menjelang sore hari. Ayumi duduk seorang diri melamun di balkon rumah tempat tinggal nya. Di saat itu lah seekor burung merpati putih mendekat padanya.


Melihat burung pembawa pesan itu. Ayumi mengulurkan lengan nya mempersilahkan burung itu untuk hinggap.


Ayumi mengambil gulungan kertas yang ada di kaki burung merpati putih ini. Ia tidak membacanya, ia meletakkan gulungan itu di atas meja. Dan ia berlalu untuk memberikan tempat nyaman untuk burung ini juga menyediakan makan dan minuman.


Selesai itu lah. Ayumi baru kembali duduk dengan baik untuk memulai membaca isi dari surat ini.


Dear Ayumi King


Bagaimana kabar mu?Pasti sekarang kamu sedang melamun di balkon rumah, tidak keluar rumah, tidak melakukan kegiatan apapun.


Singkat saja. Kamu jangan pernah merasa sendirian. Saya memang jauh tapi aku akan selalu memperhatikan mu.


Bangkitlah dan jadilah Ayumi yang pertama kali ku kenal. Ayumi yang galak dan cerewet.

__ADS_1


Jovan


__ADS_2