King Of Blood

King Of Blood
Eps.35 Tangis


__ADS_3

Rendy berlari secepat mungkin saat musuh dan Ayumi bertarung jauh dari sana. Rendy berlari ke arah Jovan. Sahabatnya yang sudah terbujur kaku.


Memangku kepala Jovan, "Jov lu masih hidup kan? Walau lu ngeselin hanya lu seorang keluarga satu - satunya yang gue punya."


"Jovan." Rendy yang berusaha terus menerus dengan harapan Jovan kembali membuka mata nya. Bahkan air mata Rendy sudah mengalir deras membasahi pipi nya.


Tidak jauh berbeda dengan Rendy. Rachel pun sama saja. Namun bedanya Rachel tidak menangis. Ia hanya berlutut dengan tatapan kosong menatap tubuh tak bernyawa Jovan.


Next....


Ayumi berhasil melumpuhkan Fanzah. Dan walaupun Fanzah sudah terpojok ia tetap bersikap tenang dengan raut wajah datar nya. Bahkan saat ia sudah batuk darah pun ia hanya menyungging senyum tipis sangat tipis. Bahkan setelah pertarungan mengerikan yang telah terjadi.


"Kenapa kau perduli dengan mereka? Sementara kau seorang monster." Farhan menatap lawan bicaranya.


"Karena mereka adalah keluarga ku."


"Jihh....Keluarga. Kakak kandung mu saja mengabaikan mu bertahun-tahun. Bahkan takdir juga melahirkan ku sebagai monster yang patut di benci".


"Kakak melakukan karena dia punya alasan. Bukan karena di sengaja. Untuk di benci atau tidaknya aku tidak perduli".


"Kakak ku tidak ingin aku terluka. Dan dia tidak ingin aku di sakiti orang-orang yang hanya menginginkan kekuatan ini."Jelas singkat Ayumi,"Kau sama seperti ku....Kau di takdir memiliki kekuatan yang sangat kuat. Tapi kenapa kau melakukan ini. Kenapa tidak kau gunakan kekuatan itu untuk membantu mereka."


"Manusia hanya sekumpulan maklum egois yang hanya mementingkan dirinya sendiri....Mereka semua meninggalkan ku saat aku membutuhkan bantuan mereka. Kau mengerti apa tentang penderita ku."


"Dan kau tidak jauh berbeda dari mereka."

__ADS_1


"Jika mereka jahat, maka tetaplah menjadi baik. Sulit memang hidup di antara mereka yang Toxic. Tapi......entah kenapa aku tetap menganggap mereka keluarga ku."Di susul menyungging senyum hangat yang manis.


Uhukkk....."Kak Fanzah."Panggil seseorang yang tiba-tiba muncul dari gulungan dedaunan kering.


Dan seseorang pemuda ini bersiap menyerang Ayumi,"Ja-jangan."Ucap lirik Fanzah yang sudah sekarat.


Masih bersiap dengan senjata dedaunan kering yang tajam,"Kenapa?".Tanya Vildan adik kandung Fanzah.


"Biarkan dia hidup, dia memiliki peran besar mengubah peradaban manusia."Uhuk...uhkk....Fanzah yang semakin batuk-batuk mengeluarkan banyak darah.


Karena sepertinya serangan yang Ayumi lakukan mengenai tepat pada titik vital jantung Fanzah.


"Kau sudah melewati batas seharusnya kau tidak memaksakan diri."Vildan yang terlihat cemas dengan banyaknya darah yang di keluarkan kakak nya.


Fanzah menghapus bekas darah dengan tangannya,"Sudah waktunya dik. Kau masih ingat dengan pesan ku."


"A-apa yang dia lakukannya?".Ayumi yang bertanya.


"Kakak ku melakukan jurus ingkar nasi. Menghidupkan kembali mereka yang menjadi korban kekacauan dari awal dia datang."Vildan menitihkan air sekilas karena ia tau betul kalau setelah ini kakaknya tidak akan pernah lagi bersamanya.


Dan benar saja. Jovan yang awalnya terbujur kaku bahkan tubuhnya sudah di tutupi oleh kain putih. Namun tiba-tiba ia bangun membuat Rendy terjungkal kaget. Sementara Rachel yang kaget. Akan tetapi langsung berlari memeluk Jovan.


"Kau hidup kembali, kau kembali kak Jovan."Rachel yang menangis haru.


Kretek....Bomm......Paman Bondan yang tiba-tiba muncul dari bawah reruntuhan bangunan yang menimpa tubuh nya.

__ADS_1


Dan seluruh warna negeri ini yang sudah tewas kembali hidup kembali. Namun yang terluka dan cidera tetap cidera tidak sembuh.


Next......


Setelah menggunakan sisa tenaga nya. Fanzah akhirnya benar-benar memejamkan kedua kelopak mata nya. Dengan ucapan terakhir yang berupa pesan, "Aku percaya kau bisa mengubah peradaban manusia."Pada Ayumi.


Ayumi dan Vildan mengubur jenazah Fanzah. Memanjatkan doa terakhir sebelum akhirnya berpisah jalan.


Dalam perjalanan kembali ke Kota utama Ayumi yang sangat banyak menguras energi nya. Buk....Ia terjatuh tepat di punggung kakak laki-laki Obito.


"Kakak."Seru Ayumi tersenyum tipis.


"Kau hebat dik."Obito yang akhirnya menggendong Ayumi kembali ke Kota utama.


+++


Di Kota utama Ayumi langsung di sambut seluruh warga negeri Kasia. Yang menunggu kedatangan nya.


Obito berjongkok untuk menurunkan adiknya dari atas punggung nya. Ayumi melihat sekelilingnya, namun atensi matanya langsung berbinar bahagia saat melihat Jovan yang berdiri di sana tanpa ada luka.


Jovan mengambil langkah sedikit maju. Sementara Ayumi tiba-tiba berlari ke arah dan memeluknya, "Kau masih hidup. Kau masih hidup."Tangis haru Ayumi.


Jovan ingin membalas pelukan Ayumi. Namun Obito memberikan nya tatapan yang tajam. Sampai akhirnya, "Adik mu sudah waktunya Obito."Ucap Nagato mendorong bahu Obito.


Raut wajah Obito jadi datar. Namun berganti sumringah secepat kilat seperti memberikan isyarat Jovan memberi izin.

__ADS_1


"Kau hebat Ayumi."Gumam Jovan membalas pelukan Ayumi.


Dan seluruh warga negeri ini bersorak gembira.


__ADS_2