King Of Blood

King Of Blood
Eps.58 Next


__ADS_3

Jovan yang baru mengetahui jelas asal usulnya Kota Kabut. Secepatnya mengajak Zen untuk naik ke gedung tertinggi di Kota Kabut secara diam-diam untuk memastikan kebenaran informasi yang ia dapatkan. Jika asap tipis yang menyelimuti Kota ini adalah kekuatan yang dapat mendeteksi atau memastikan Kota dalam keadaan selalu aman tanpa penyusup.


Mereka berdua naik ke atas dengan badai hujan yang masih mengguyur. Zen bergerak sangat hati-hati memilih pijakan. Sementara Jovan sat set memilih pijakan dan masuk duluan kedalam gedung. Sebelum berlalu pergi meninggalkan Zen, ia meninggalkan Yoshi di tempat Zen. Untuk membantu Zen.


Sayangnya saat di dalam gedung. Jovan bertemu kembali dengan seseorang di masalah lalu yang sangat di benci oleh sahabat nya sendiri, Rendy. Seseorang itu adalah ayah kandung Rendy. Gohan Alko pemimpin besar Kota Kabut yang di pimpin oleh Raja Gohan, ayah kandung Rendy.


Rendy yang sudah kehilangan kesadaran diri nya sendiri. Menjadi sosok yang dingin dan penurut pada ayah nya yang sangat ingin menjadi Rendy sebagai Raja selanjutnya.


Jovan yang mengetahui itu tanpa perlawanan, ia langsung meninggalkan tempat ini. Tanpa berusaha menghentikan ataupun menyadarkan Rendy kembali. Yang sebenarnya dapat ia lakukan.


Next....


Sejak kejadian malam itu. Kini Jovan dan Zen tengah duduk berdua di salah satu kedai makanan di Kota Kabut.


Hujan deras yang mengguyur sejak kemarin sore sampai pagi pun telah reda. Walaupun kabut tipis masih tetap melekat di daerah ini.


"Apa rencana selanjutnya?".Zen yang mulai memahami cara pikir Jovan. Pria yang mustahil berkata menyerah semudah itu.


Memainkan sendok makannya,"Tidak ada rencana, kita lanjutkan perjalanan."


"Rendy?".


"Dia akan menjadi Raja hari ini, dan Raja tidak bisa sembarang meninggalkan tahta nya."

__ADS_1


"Rendy menjadi Raja bukan karena keinginannya sendiri. Kenapa kau tidak menghentikan nya?Dia menjadi Raja dalam keadaan tidak sadar. Kau ti.....".Memotong ucapan Zen,"Lebih baik lekas bergegas."Jovan beranjak dari tempat duduknya.


Next...


Jam 9 menjelang siang hari. Jovan dan Zen sudah dalam perjalanan meninggalkan Kota Kabut. Kedua pria ini sudah ada di dekat perbatasan arah gebang utama Kota Kabut. Gebang keluar masuk Kota Kabut.


Tepat di tengah-tengah gari keluar gebang. Jovan menghentikan langkahnya. Terdiam cukup lama di sana.


"Kenapa?".Tanya Zen.


"Tidak baik meninggalkan rekan setim."Kata Jovan di barengi dengan suara teriakan kencang dari belakang dalam Kota Kabut.


"WOYY!!! TUNGGU AKU BANG***SAT!!".Suara teriak yang membuat Zen langsung terfokus pada sumber suara.


"Ceritanya nanti, ayo lanjut dan lekas kembali ke negeri Kasia."Semangat Rendy seperti tidak terjadi apa bejalan lebih dulu dari dua rekannya.


Next....


Zen setelah mendengar penjelasan Rendy sepanjang perjalanan,"Setelah misi ini selesai kau tidak akan kembali bersama ku ke Negeri Kasia."


"Tidak, aku harus kembali ke Kota Kabut. Mereka semua membutuhkan pemimpin. Aku ingin melindungi mereka dan kedamaian mereka."Kata Rendy .


"Sudah baikan dengan iblis itu."Ucap Jovan.

__ADS_1


"Tidak ada yang berubah, apa yang akan ku lakukan demi warga ku bukan dia."Kata Rendy membalas ucapan Jovan.


Next.....


Tujuan selanjutnya adalah kembali ke tujuan pertama misi mereka bertiga. Yaitu mengembara mencari keberadaan Horman yang sampai detik ini belum berhasil mereka temukan tempat persembunyian nya.


Di lain sisi. Di Negeri Kasia. Ayumi sudah memulai latihan nya bersama dengan Hinata selama beberapa hari ini.


Banyak hal yang Ayumi pelajari. Akan tetapi itu semua belum seberapa. Karena masih banyak hal yang belum sepenuhnya Ayumi benar-benar kuasai dengan baik.


Di hari ini Ayumi sedikit kurang minat untuk berlatih. Ia lebih banyak bermalas-malasan duduk bersandar di bawah pohon rindang.


Hinata yang baru saja kembali dari suatu tempat menghampiri Ayumi. Ia membagi es krim yang stik yang ia bawa dengan Ayumi,"Makan."


Ayumi menerima pemberian itu, ia langsung melahap habis es krim itu. Tidak lupa dengan beralih menyender pada punggung Hinata.


"Rindu sekali dengan kak Obito. Kiri-kira apa yang tengah kak Obito lakukan sekarang. Apakah dia juga merindukan adiknya?".Gumam Ayumi yang masih dapat Hinata dengar jelas.


Hinata hendak beranjak untuk mengajak Ayumi kembali berlatih. Akan tetapi sst... dengan cekatan Hinata menopang tubuh lemah Ayumi yang sudah tertidur pulas.


Ayumi menidurkan tubuh lelah ini di atas rerumputan di bawah pohon rindang ini.


Hinata yang sudah berdiri di dekat Ayumi,"Semoga saja kakak mu kembali dengan selamat. Obito pasti sangat bangga kepada kamu."Batin Hinata berucap.

__ADS_1


__ADS_2