King Of Blood

King Of Blood
Eps.75 Rencana


__ADS_3

"JOVAN!!".Lagi-lagi Sella terbangun dari tidurnya dengan berteriak memanggil nama yang sama. Ia duduk dengan keringat dingin ketakutan sama seperti tadi malam.


Dani yang mendengar bergegas keluar dari kamar mandi. Walaupun ia hanya masih hanya mengenakan sehelai handuk yang menutupi bawahannya saja.


Ia bergegas berjalan mendekati Sella,"Ada apa?".Tanya khawatir melihat wajah ketakutan Sella.


Sella tidak menjawab ia justru bergerak memeluk pinggang Dani. Membuat nya dapat mencium aroma sabun mandi yang masih tercium kuat dari tubuh Dani.


Tidak ada niatan untuk bertanya terlebih dahulu sampai Sella tenang. Dani memilih untuk mengeluarkan punggung perempuan yang masih ketakutan dalam pelukan nya. Entah apa yang membuat Sella ketakutan seperti ini. Karena sangat jelas ia tengah ketakutan. Badannya bergetar, ia berkeringat dingin. Dan juga menangis tersedu-sedu saat memukulnya.


Baru saat melihat Sella sudah jauh lebih tenang. Dani kembali mengulang pertanyaan yang belum terjawab,"Ada apa?".


"Kamu tidak akan pernah pergi kemana-mana lagi kan Jo?".Sella yang berbalik bertanya.


Dani bersikap tenang,"Emang ada apa?Coba cerita".


"Aku mimpi buruk Jo. Aku takut, jadi kamu tidak akan pernah pergi kemana-mana lagi kan Jo?".


"Mimpi apa?".


Memukul pelan lengan Dani,"Ihh Jo mimpi buruk masak di ceritakan".


"Heheh...iya kan aku pingin tau seburuk apa mimpi itu sampai kamu melarang ku untuk tidak berpergian lagi".


Lelah berdebat,"Taulah Jo".Sella berlalu memutar posisi duduknya cepat, untuk segera berangkat dari tempat duduknya. Tidak lupa dengan satu tangan yang masih merangkul selimut yang melilit tubuhnya.


Brukk.....,"Aduh Jo".Rintih Sella yang tersungkur jatuh sebelum bisa beranjak dari tempat duduknya nya. Ke lantai samping tempat tidur.

__ADS_1


Sementara Dani yang masih terduduk tenang memperhatikan nya. Justru tergeletak tawa saat melihat Sella jatuh.


"Hiih....Jo".Dengus kesal Sella."Sakit Jo bantu aku kek, malah ketawa, jahat".Sella tertunduk kesal masih di posisi duduk di samping bawah tempat tidur tempat nya jatuh.


Dani terdiam ia beranjak dari tempat duduknya. Berlalu berdiri di samping Sella duduk, berjongkok untuk mengendong tubuh Sella.


Sella sedikit terkejut dengan sikap Dan, sampai ia tidak memalingkan perhatian nya sedikit pun dari sesosok laki-laki di hadapan nya.


++++++


"Jo nanti kamu jadi pulang malam?".Tanya Sella yang saat ini tengah duduk di kursi makan depan Dani.


"Iya,"balas singkat Dani."Sella".Serunya.


"Hemm".


Menghentikan kegiatan makannya. Mengangkat perhatian sedikit untuk melihat lawan bicara,"Tidak papa Jo. Nanti kalau ada yang tanya. Ko di panggil Jo kan nama suaminya Dani. Iya karena itu panggil sayang ku untuk suami ku heheh... ",jelas singkat Sella di susul tawa renyahnya."Lagian aku tidak akan panggil lengkapnya, janji. Kalau mau lengkap, Dani".Sambungnya yang belum mendapatkan respon dari Dani.


Sudah beranjak dari tempat duduknya. Dani mengelus lembut surai rambut Sella.


"Aku berangkat kerja".Dani di susul mengecup kening Sella sebelum berlalu pergi meninggalkan kediaman rumahnya,"Aku tidak akan pulang terlambat".


+++++++


Pelabuhan yang ada di Desa Api,"Permisi pak".Seseorang yang menghampiri Dani yang tengah sibuk dengan pekerjaan nya melihat rekap berkas-berkas barang yang akan di kirim.


"Semuanya sudah di masukan ke dalam kapal pak".

__ADS_1


"Jika sudah selesai langsung berangkat".


"Baik pak, permisi".Pria ini berlalu meninggalkan bosnya untuk naik ke atas kapal.


Sementara kapal barang besar milik Dani sudah berlayar. Dan secepatnya berlalu pergi dari sana untuk pergi ke lain tempat, mengurus pekerjaan nya yang lain.


++++


Mengambil alih membawakan tong berisikan air,"Jangan bawa yang berat-berat nak".Seorang perempuan lebih tua dari Sella membantu mengangkat tong berisi kan air penuh.


"Tidak perlu bibi. Aku masih bisa bawa sendiri. Masih muda masak tidak kuat".Sella menolak pertolongan perempuan ini dengan sopan.


Perempuan ini, atau bi Ina. Tetangga depan rumah Sella.


Bi Ina tersenyum tipis,"Baiklah",potong bi Ina."Mau buat apa?Bukan kah di rumah kamu sudah ada kran air".


"Oh ini mau aku buat nyiram tanaman di depan rumah".Sella meletakkan tong air satunya,"Jo kemarin lupa beli selang air jadi iya pakai ini saja airnya seger".


"Jo?".


"Itu nama panggilan khusus untuk suami ku".


"Olah nama nya nak Dani".Bi Ina dengan tawa summering.


Yang di susul dengan Sella juga. Yang akhirnya Bi Ina membantu Sella membawa dua tong berisikan air sungai ini.


Membantu Sella menyirami tanaman depan rumah Sella. Dengan sesekali mengobrol bersama.

__ADS_1


"Bagaimana kalau di jual aja nak bunganya",bi Ina menyirami salah satu tanaman bunga."Jelas ada banyak yang beli soalnya bagus-bagus bunga nya".Sambungannya memperjelas.


__ADS_2