
Didalam alam bawa sadar Jovan .Jovan sedang terduduk tertelungkup tak bedaya disebuah hamparan rumput .
Menunduk kepalanya ,dan menyadarkan kepalanya di atas lengan yang bersilang di atas kedua lututnya. "Ini semua merepotkan!!".Gumamnya .
Hingga tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya ."Hy".Sapa orang itu dengan suara yang tidak asing lagi untuk di dengan oleh Jovan .
Memperhatikan seseorang yang duduk disampingnya."Kau, kenapa kau ada disini!?".Tanya ketus Jovan .
Dengan perhatian kearah lain."Kau sangat membenciku....rupanya ."Ucap Zikai .
"KAU SUDAH MEMBUNUH SEMUA KLAN ,DAN KEDUA ORANG TUA KITA. KAU PEMBUNUH YANG SADIS!!!KAU .K-KAU BENAR-BENAR BERENGSEKKKKKK, BE*GO, BAJ**INGAN".Bentak Jovan dengan nada amarahnya .
Zikai hanya terdiam ,dengan perhatian ketempat lain .
Beranjak dari tempat duduknya ,dan berdiri tepat dihadapan kakaknya ."T-tapi ,ttt-tapi kau, k-kau tetap saudaraku, kau kakakku ."Ucapnya guguk dengan isak tangisnya .
Menundukkan perhatian dalam kesedihan."Seharusnya aku yang pantas untuk disalahkan untuk semua ini.....Aku sangat sangat bodoh ,lemah ,pecundang ."Ucapnya kembali dengan Lirih .
Zikai bangkit dari tempat duduknya, ia melangkah mendekati adiknya yang masih menundukkan perhatiannya .Disaat sudah berdekatan dengan adiknya
Zikai mengelus-elus rambut kepala adiknya kembali .
Jovan sedikit mengangkat perhatian ,disaat yang bersamaan Zikai mengumbar senyum manisnya ,yang membuat Jovan seketika itu memasang bola mata jengkalnya.
Dengan masih mengelus rambut kepala adiknya ."Jangan pernah salah kan dirimu!".Katanya Tersenyum."Ini semua salah kakak .Kakak terlalu takut untuk mengungkapkan kenyataannya .Kepada mu ,Jovan ."Lanjutnya.
Langsung merangkul kakaknya,dengan air mata yang tak kendali .Seperti sungai besar yang sedang meluap kemana-mana ,tak henti-henti.
+++++++++++
+++++
Dunia nyata!!!
Duduk di samping Obito."Apa masih lama Jovan untuk tersadar lagi!?."tanya Rendy.
Fokus membaca bukunya."Entah!!".
Nagato yang baru saja masuk kedalam kamar kakak Jovan."Ren ,Jovan bilang kalau kalian punya gulungan separuh dari isi surat itu .Jika benar ayo kita ambil sebelum Tuan Qin menyadari dan mengambil Gulungan itu. Aku sendiri juga baru saja mendapatkan kabar dari Nona Mire,kalau nona Mire sudah menemukan buku sejarah tentang kekuatan segel karma itu ."Jelas Nagato .
"Biar Rendy pergi bersama ku ."Saut Obito.
"Jangan ,tidak baik untuk kau keluar kastil."Kata Nagato .
"Benar juga yang dibilang Nagato."Saut Rendy. Beranjak dari tempat duduknya."Ayo berangkat ."Ajaknya melangkah keluar kamar kepada Nagato .
Setelah kepergian mereka berdua ,Obito melanjutkan membaca bukunya ."Jika begini terus, aku akan jadi apa?".Gumamnya .
++++++++
Sedangkan Nagato dan Rendy yang sedang dalam perjalanan keluar kastil ,berpapasan dengan tiga orang anggota YinYang yang baru saja pulang dari bertugas .
"Mau kemana Nagato?".Tanya salah seseorang dari tiga orang itu, Sebut saja dia Asta .
"Ada barang yang harus kami ambil ,As."Jawab Nagato .
"Ini siapa ,Nagato?".Tanya salah seseorang sebut aja , Kangkuro .
Dan yang salah satu dari dua pria tadi ,ada seorang wanita .Sebut saja dia dengan nama Hinata .
"Oh,dia."Ucapnya."Woyy, kenalan sendiri."Lanjunya ketus yang dibalas lotot mata dari Rendy .
"Sad sekali!!".Ucap ketus Rendy.
".....Saya Rendy ,kalian?". Sambungnya memperkenalkan namanya .
"Aku Asta ."Ucap Asta memperkenalkan dirinya ."Aku Kangkuro ,panggil saja Kuro."Ucap Kuro memperkenalkan dirinya.
"Kalau yang ini, siapa?".Tanya Rendy kepada wanita yang sembaring tadi terdiam .
"Hinata."Ucapnya cuek melangkah menjauh dari sana .
Menepuk pundak Rendy ."Sabar bro, teman kita yang satu ini emang cuek ."Ucap Asta melanjutkan langkahnya.
Melanjutkan langkahnya juga."Aku duluan."Ucap Kuro .
"Okeh."Saut Nagato .
Nagato dan Rendy pun mulai melanjutkan langkahnya kembali untuk keluar dari kastil .Setibanya diluar ,sepanjang jalan Rendy hanya diam tanpa berucap dengan memperhatikan langkah kakinya sendiri.
Menyenggol lengan Rendy."Kenapa kau!?".
"Nggak papa ,cuma heran aja sama wanita tadi ."Ucap Rendy.
Menyilang kan kedua tangannya dibelakang kepala ."Dari dulu dia emang kayak gitu ,Ren.....Mungkin udah sifatnya ."Timpal Nagato.
"Oya dimana rumah kau?".
"Apa masih jauh?".
"Masih jauh."Jawab Rendy .
Setibanya di apartemen ,Nagato yang mengikut langkah Rendy melangkah masuk kedalam apartemen.
"Eh, kalian kenapa disini?".Tanya Rendy.
"Kau kemana saja bedebah ,aku itu cari-cari kau dan Jovan sejak kemarin."Ucap gegas Rachel .Melihat-lihat sekitar Rendy ."Mana Jovan ?".
"Jovan masih ada urusan oneng ."Jawab ketus Rendy."Btw ,kau bilang mencari aku .Kau suka ya sama saya ?".Goda Rendy.
"Idih ogak ."Ucap ketus Rachel .
"Padahal aku sudah berharap kau suka dengan saya ."Kata Rendy menatap raut wajah Rachel .
Tanya Yumi memecah keseriusan ucapan Rendy."Ren, dia siapa ?".Tanyanya penasaran dengan seseorang yang bersama Rendy .
"Dia ,Nagato ."Jawab Rendy .
"Ayo Ren, cepat diambil ."Suruh Nagato .
"Okeh-okeh."Ucapnya dengan membuka pintu apartemen melewati Rachel yang masih tercengang.
"Chel, kalau gitu kita pulang aja yuk".Ajak Ayumi .
"Benar ayo pulang ."Jawab setuju Rachel .
__ADS_1
"Ehh, tunggu ."Suruh Ayumi menghentikan langkahnya mendadak .
Memberikan rantang makanan ."Ren ,ini nanti kau makan dengan Jovan ."Kata Ayumi .
Menerima ."Makasih Yum ,pasti sedap ini ."Kata Rendy .
"Kita pergi dulu ,Ren."Pamit Ayumi melangkah menyusul Rachel yang sudah melangkah duluan .
"Okeh, makasih makanannya."Ucap Rendy menatap kepergian Ayumi.
Setelah kepergian mereka berdua ,Rendy melangkah masuk kedalam apartemennya. Setibanya didalam Rendy mengambil gulungan surat itu ,selesai itu ia menghampiri Nagato yang sedang duduk diruang tamu.
Diruang tamu Rendy yang sudah membawa gulungan surat itu pun mengajak Nagato untuk kembali ke kastil .
Diperjalanan pulang ,yang masih sedikit jauh dari kastil .
"Ren ,gimana kalau kau ikut saya ke kota Mosko untuk memberikan gulungan surat itu ke Nona Mire?".Ucap Nagato.
"Okeh ,saya ikut .Sudah lama saya tidak ke kota ."Kata Rendy menyetujui.
"Langsung naik kereta ,Ren."Kata Nagato melangkah kearah lain .
++++++++++
+++++
Kembali ke Jovan .
Selesai dengan drama mengharukan .Mereka berdua duduk bersanding di hamparan rerumputan dengan memperhatikan suasana matahari terbit.
Dengan angin yang bertiup tenang ,seperti alam pun juga senang dengan kembalinya ikatan kakak beradik yang sudah putus bertahun-tahun.
"Kakak sudah bertemu dengan ayah dan ibu ."Ucap Zikai ."Benar firasat ibu ,kalau aku akan bertemu kamu lagi."Lanjutnya .
"Kak bertemu ibu,dan ayah!?".
"Iya,ibu juga berpesan ."
"Berpesan apa!?".Tanya semangat Jovan .
"Kalau kamu jangan jadi pria manja lagi Jov ,dan jangan terlalu cerewet."Ucap Zikai yang dibalas dengan raut wajah cemberut dan kesal Jovan .Zikai yang melihat wajah cemberut adiknya tertawa terbahak-bahak.
"Nggak lucu!!".Ucap Kesel Jovan .
"Hhhhhhhhhhh...........itu memang benar dik ,kau tetap lucu seperti dulu."Ucap Zikai dengan tawanya .
"Kak ."
"Apa!?".
"Sepertinya saya akan segera menyusul kakak ,bertemu ayah dan ibu ."
Seketika Zikai ,menatap dengan tajam kearah Jovan .
Mengalikan perhatian Ketempat lain ."Jangan lihat aku seperti itu ."Ucap Jovan sedikit tak nyaman dengan perhatian kakaknya .
"Kakak tak suka jika kau bicara seperti itu lagi ,kau harus segera kembali .Lindungi negara kita dari orang-orang jahat itu, dan jangan pantang menyerah hanya kau sendirian. Kau tak boleh mati sekarang ,kau harus tetap hidup dan jadilah orang yang kuat .Dan matilah sebagai pahlawan ,bukan sebagai pecundang seperti saya ."Kata Zikai dengan tegas .
Mengangkat telapak tangan kanannya,dan menyilang kan dua jarinya ."Jovan berjanji ,akan teruss!!!Berjuang membela kebenaran ,dan akan mati sebagai pahlawan!!".Ucap Jovan dibarengi dengan jari-jemarinnya yang mengeluarkan cahaya .
Cahaya itu semakin menyebar ke seluruh tubuh Jovan ,dan sinarnya semakin terang .
Bangkit dari tempat duduknya ."Sudah saatnya kau pergi ,Jovan ."Ucap Zikai .
"Kak berharap kau tak lupa dengan janji mu .Kakak mempercayakan semuanya kepada kamu ."Lanjutnya .
Cahaya yang sudah bersinar terang ke seluruh tubuh Jovan itu,mengangkat badan Jovan keatas .
Jovan tersenyum memperhatikan raut wajah tersenyum kakaknya ."SAMPAI KAN SALAH KU ,UNTUK IBU DAN AYAH!!".Ucap terakhir Jovan yang langsung menghilangkan manjadi butiran-butiran cahaya kecil .
"Iya ,adik kecil ku."Batin Zikai tersenyum.
+++++++++++
+++++++
Tempat Nagato dan Rendy .
Nagato dan Rendy yang sudah sampai di kota Mosko mulai melanjutkan langkahnya untuk sampai di kantor dimana para Zaeim (memimpin negara) .
"Sekarang sudah modern ya ,apa-apa tinggal naik kereta ,mobil ,dan motor .Nahh jaman ku dulu adanya cuma sepeda kereta pun jarang. "Basa basi Nagato dengan memperhatikan jalanan kota sekitar.
Memperhatikan jalanan kota."Tapi tetap sama orang-orang lebih suka naik keret dari pada kendaraan pribadi ."Saut Rendy .
"Iya juga sihh."Ujar Nagato."Tapi lebih baik seperti ini ,Ren."Lanjutnya .
"Jadi bebas polusi ."
"Umm."
Beberapa jam kemudian mereka berdua yang sudah sampai didepan gedung Zaeim ,mulai melangkah masuk .Di langka -langkah kaki mereka masuk ,mereka berdua berpapasan dengan Temari dan Zen yang juga ingin menemui nona Mire.
"Kalian mau ke ruangan nona Mire?".Tanya Zen .
"Iya gitulah ."Jawab Nagato .
"Kalian juga mau masuk?".Lanjutnya.
"Iya,sudah ayo masuk .Bicara saja kalian!".Ujar Temari melangkah duluan meninggal mereka bertiga .
"Kenapa semua wanita seperti itu."Ucap pelan Nagato dengan menyangga dagunya .
++++++++
Sesampainya didalam didalam ruangan nona Mire.
Mereka mulai memberikan gulungan surat itu ,dan mulai menjelaskan sedikit pembicaraan tentang isi buku yang ditemukan nona Mire.
"Isi gulungan ini akan saya selidiki dengan teman ku .Dan sementara itu tolong jaga keamanan negara ini .Zen dan Temari ,tolong kirimkan isi surat ini ke negara Gurogo ."Kata Nona Mire.
"Baik nona ."Jawab Temari mengambil gulungan surat yang diberikan nona Mire.
Selesai dengan sedikit perbincangan itu ,Zen dan Temari pun melangkah keluar dari ruangan itu .Dan memulai perjalanannya ke negeri Gorogo .
Setelah kepergian Zen dan Temari .Nagato dan Rendy pun juga ikut kembali ke kastil .Namun sebelum kembali Nona Mire, berpesan untuk menyuruh Jovan Menemuinya jika sudah tersadar .
__ADS_1
++++++++++++++
+++++++
Kembali ke dunia nyatanya Jovan .
Ditempat lain ,ditempat dimana badan Jovan sedang berbaring tak sadarkan diri .Dan dimana juga ada Obito sedang terduduk dengan membaca buku di sova kamar kak Jovan .
Kesadaran Jovan yang sudah mulai pulih pun ,mulai membuka matanya secara berlahan .Jovan bangkit dari tempat dirinya berbaring ,ia terduduk di atas tempat tidur itu.
Menggenggam separuh raut wajahnya ."Ahh!!".Ujar lirih Jovan .
Obito yang sudah tau Jovan sudah tersadar melangkah mendekat ketempat Jovan."Apakah masih pusing ?".
Jovan hanya diam ,ia membaringkan dirinya kembali."Aku sudah baikan ,jika kau ingin keluar, keluar saja."Kata Jovan dengan perhatian kearah lain .
Beranjak dari tempat tidur."Baiklah aku akan keluar dulu."Kata Obito melangkah menjauh ."Aku akan panggilkan temanmu."Lanjutnya tetap melanjutkan langkahnya.
++++++++++++++
++++++
Kembali ke Rendy dan Nagato .
"Btw ,sebenarnya berapa jumlah anggota Yinyang ?".Tanya Rendy .
"Entah!Aku kurang tau ."
"Kayaknya banyak sekali."
"Wanitanya hanya empat orang ."
"Walau cuma empat orang ,jika salah satu dari mereka marah lenyap sudah semua laki-laki disini ."Ucap Rendy berdegup ngeri membayangkan keempat wanita itu marah-marah besar .
Memukul kepala Rendy ."Kau ,jangan bahas gitu lagi!".larang Nagato. "Aku jadi ingat Hanabi berengsekkk."Lanjutnya merinding membayangkan amarah Hanabi yang selalu menyasar kepada dirinya.
"Wanita yang terakhir siapa namanya ,aku belum tau?".
"Namanya Nina-mi ,dia wanita terimut disini ."Ucap Nagato kegirangan.
"Ahh, kau soal wanita imut langsung seneng banget ."Sindir Rendy .
Hingga ditengah-tengah langkah kaki mereka berdua dan obrolan asik mereka berdua .Obito datang menyela pembicaraan mereka berdua .
"Dari mana saja kalian?Aku cari-cari tidak ketemu-temu ."Ucap Obito menghampiri Nagato dan Rendy.
"Kita baru saja ambil gulungan surat ,sekalian ke nona Mire."Jelas Rendy .
"Emang ada apa ,Obito ?".Tanya Nagato .
"Oh,Jovan sudah sadar dari pingsannya."
"Apa apa!!!!Sudah lebih dari tiga hari kau tidur Jovan .JOVANNN....". Rendy berlari kearah kamar Jovan .
Menutup wajahnya dengan telapak tangannya ."Hadehh, anak alay!!?".Ujar Nagato .
"Eh,lupa saya memberitahu Rendy pesan nona Mire tadi ."Ucap Nagato menyusul langkah Rendy yang sudah tak terlihat .
"Ditinggal!!".Ucap lirih Obito .
+++++++++++
Setibanya didalam kamar Jovan ,dengan tingkah bar-bar Rendy .Rendy langsung berlari merangkul Jovan yang sedang berbaring di atas tempat tidur.
Memasang wajah malas nya ."Oy, lepaskan Ren."Suruh Jovan ."Kau merangkul ku terlalu kuat ."
Melepaskan rangkulan."Heheh, aku terlalu bahagia Jov. Selama tiga hari ku cemas terus dengan keadaan kamu yang tak kunjung sadar ."Jelas Rendy .
"Tiga hari!!".
"Iya kau pingsan selama tiga hari."Saut Nagato yang baru sampai .
"Kau."
Melangkah mendekat ."Oya!!Nona Mire suruh kau untuk datang ke ruangannya ."Kata Nagato .
"Oh, besok aku akan ke sana ."Jawab acuh Jovan .
"Yasudah Jov ,istirahat aja lagi."Suruh Rendy .
"Kalian lapar?".Tanya Jovan .
"Ehh".
"Ayo makan bersama, aku tunjukan tempat makan kami ."Ajak Nagato .
Rendy dan Jovan pun mengikuti langkah Nagato ke ruang makan kastil Blood.
Beberapa jam kemudian sampailah Jovan dan Rendy diruang makan kastil Blood.
Setibanya di sana Nagato mencarikan tempat duduk untuk Rendy dan Jovan .
"Kalian mau makan apa?".Tanya Nagato .
"Kau bisa masak?".Tanya balik Rendy .
"Bisalah, jika tak bisa .Saya makan apa."Ucap Nagato .
"Jov mau ,daging stik seperti biasa ,apa?".Tanya Rendy beranjak dari tempat duduknya .
"Iya ."
"Okeh ayo masak ,aku bantu .Nagato ."Ajak Rendy melangkah ke dapur kastil yang ditunjukan oleh Nagato .
Di dapur kastil ,dimana Nagato dan Rendy mulai membuat makanan.
Memotong sayuran ."Kau bisa masak juga ternyata."Ucap Nagato .
"Aku sering membuatkan masakan untukku dan Jovan ,jadi sedikit pandai dalam hal seperti ini ."
"Kau sudah lama dengan Jovan .
"Sudah dari SD kita hidup bersama ."
"Mandiri banget ya kalian ."
__ADS_1
"Sudah ayo masak ,aku sudah lapar berat ."
Nagato dan Rendy mulai terfokus dengan masakan mereka masing-masing .