King Of Blood

King Of Blood
Eps.82 Pertemuan pertama


__ADS_3

Ruangan sebab abu-abu putih yang paling mendominasi mewarnai dinding ruangan ini. Sesosok perempuan yang baru saja membuka pintu ruangan ini. Terdiam sejenak sebelum bergerak cepat memeluk erat seseorang yang sangat ia rindukan kehadiran selama beberapa tahun ini.


"Sella".Seru Dani yang masih dalam pelukan erat sang istri yang merangkul pinggang erat-erat.


"Jangan di lepaskan, aku cuma mau peluk kamu".


Namun sedikit kemudian nada suara lembut hangat itu bergantian menjadi,"Bodoh, lagian kemana saja tidak menemui ku sedikitpun. Aku sampai punya pikiran kau sudah mati di tangan mereka"Sella masih dalam pelukan suaminya.


Menyadari pakaian yang mulai basa oleh tangis tak bersuara Sella. Lantas ia berpaling ke arah Rendy yang masih ada di ruangan nya,"Ren bisa tinggal kita sebentar".Minta Dani.


Beranjak pergi meninggalkan ruangan sendirian,"Di ruang kerja pribadi sendiri di usir".Gumam nya berlalu pergi tidak lupa juga menutup pintu kembali sebelum benar-benar pergi.


Dani masih membiarkan istrinya melepaskan kerinduan nya, juga ke khawatir nya atas kepergian tanpa kabar bertahun-tahun. Yang sudah dapat di simpulan Sella sangat berusaha kuat selama itu. Menjadi sosok ibu dan ayah tidaklah mudah untuk Sendy yang sudah mulai beranjak remaja.


"Sudah umur berapa Sendy?"Dani membuka suara.


Sella melepaskan pelukan nya, menghapus bui bening yang membasahi pipinya."Tanya saja sendiri".


Balasan yang membuat Dani tersenyum tipis,"Sepertinya dia sudah berkembang lebih cepat dari dugaan ku",atensi mata Dani yang sudah terfokus pada Sella."Sendy sudah bisa mengunakan kekuatan nya, bener bukan".


"Sudah ku duga tanpa aku katakan kau pasti sudah mengetahui semuanya"Sella di susul senyum bahagianya, senang rasanya walaupun terlihat jauh Dani masih memperhatikan putranya walau dari kejauhan."Sendy sudah bisa mengunakan kekuatan Zhi nya".


Zhi adalah kekuatan alam yang dapat mengendalikan tanaman apapun di sekitarnya. Entah tanaman itu sudah mati ataupun masih hidup. Penguna Zhi tetap bisa mengunakan nya sebagai senjata mematikan.


Keduanya menjadi sama-sama hening."Kau akan tinggal?"Sella berganti bertanya pada Dani yang terdiam."Jika bukan untuk enggak singgah lah beberapa malam untuk Sendy. Agar dia bisa mengenal ayah secara langsung bukan hanya dari cerita saja".

__ADS_1


+++++++


"Kami pulang".Teriak Rocky berlari masuk ke dalam kediaman rumah megah ini. Yang setelah itu baru di susul oleh Sendy dengan langkah kaki malas nya.


Hari sudah hampir menjelang sore hari. Sudah waktunya untuk kedua remaja ini pulang dari tempat sekolah nya. Entah kenapa mereka berdua yang masih duduk di sekolah dasar jam pulang sekolah tiada bedanya dengan jam pulang sekolah sekolah menengah, ataupun menengah atas.


Selepas mencuci muka dan berganti pakaian. Keduanya bertemu kembali di ujung tangga paling atas lorong kamar keduanya berada. Kedua berjalan beriringan santai menuruni tangga rumah untuk kembali ke lantai satu rumah.


Sendy yang terdiam dingin, lelah mendengar celoteh Rocky yang tiada habisnya. Sampai di ujung tangga bawah. Juga sampai di pintu masuk ruang makan.


"Wow Sen. Paman-paman yang pernah bantu kita dulu bukan".Mendorong kasar lengan Sendy sampai tubuhnya sedikit condor ke depan.


Rocky lebih melangkah masuk ke ruang makan di sama sudah ada ayah dan paman yang di maksud Rocky tengah duduk di sana."Paman sedang apa di sini?Apa jangan-jangan paman mata-mata ayah, wah keren".


"Jadi nama paman siapa?".


Dani yang sembaring tadi memperhatikan raut wajah kesal Rendy pada tingkah putra nya, tanpa sengaja tersenyum tipis,"Dani".


"Sendy".Seru Sella yang baru memasuki ruangan di susul oleh Rachel."Kenapa berdiri di situ, ayo duduk".


Rachel yang sudah terfokus pada Sendy,"Tidak ingin bertemu ayah mu".Timpalnya melirik sekilas ke arah Dani duduk.


Dani berpaling melihat sesosok anak seusia Rocky yang masih terdiam di Abang pintu masuk ruang makan. Di susul senyum hangatnya untuk anak itu.


Sendy berlari ke arah ayah. Menyadari itu Dani beranjak dari tempat duduknya. Berharap akan mendapatkan pelukan hangat dari putra nya. Dani justru mendapatkan tinjuan kuat di perut yang di ayunkan oleh putra nya.

__ADS_1


Suatu kejadian cepat yang membuat seisi orang dalam ruang makan tercengang kaget.


Dani masih membungkuk kaget, sungguh sangat tidak bohong. Namun ketegangan itu berubah menjadi suasana haru saat Sendy merangkul bahu ayahnya yang masih membungkuk di depannya.


"Ayah",ucapnya."Itu tadi adalah balasan karena ayah sering membuat ibu sedih".


Dani merangkul punggung putra nya untuk ia tarik dalam pelukan gedongan nya,"Sedih?",melihat sekilas istrinya.


"Ibu sangat merindukan ayah yang tidak pernah pulang".Adu Sendy yang sudah ada dalam gendongan Dani.


"Lagian ayah kemanan saja selama ini?".Lanjutnya berganti bertanya.


"Kerja".


"Kerja apa sampai aku melihat ayah waktu itu seperti gelandangan".Nada bicara yang sangat jujur tanpa filter seperti Ayahnya.


"Waktu itu ayah sedang libur kerja, jadi ayah sempatkan untuk melihat mu. Tapi akhirnya tidak dari jauh karena kamu harus ayah selamat dari para preman itu",jelas singkat Dani."Waktu itu ayah berpikir kamu akan mengenali ayah. Ternyata tidak".


Menyela obrolan,"Sudah selesai. Di lanjutkan nanti saja. Sekarang makan malam dulu".Ajak Sella yang terasa sangat tidak enak dengan Rachel dan Rendy pemilik rumah ini jika makan malam nya harus tertunda.


+++++


Di atas balkon rumah kediaman rumah mewah ini, yang sudah tersedia kursi panjang kayu. Tempat nyaman yang di gunakan kedua ayah dan anak ini duduk nyaman memperhatikan langit biru tua membentang luas di atas sana.


"Jadi ayah akan pergi lagi",tertunduk masam.

__ADS_1


__ADS_2