
Keesokan harinya. Seperti rutinitas biasa keempat pemuda ini pergi ke perpustakaan buka untuk membaca buku menjadi anak yang lebih genius. Melindungi untuk menenangkan diri, yang berarti tidur nyenyak tanpa ada gangguan.
Walaupun sudah sering di tegur, tapi petugas perpustakaan yang sudah lelah menegur akhirnya lama kelamaan mengabaikan kehadiran keempat pemuda ini. Toh keempat nya tidak membuat keributan.
Belakang kepala ketemu belakang kepala yang sama-sama merekat kuat pada meja tempat membaca buku perpustakaan. Terlihat sangat menenangkan, seperti keempat nya tengah tidur nyenyak sekali.
Terlihat bukan beneran. Karena nyatanya.
"Aku belum mengambil keputusan, kau bagaimana, Sen, Le?".
"Seperti mereka berdua sedang mencoba untuk tidak memikirkan Ky".
"Nanti cewek ku sama siapa".
"Be**go situasi seperti ini kau masih memikirkan perempuan",gumam Viktor tanpa mengubah posisi nya.
"Iyalah anjing, calon anak-anak ku harus di jaga dengan baik-baik. Tidak boleh ada seorangpun yang membuat nya lecet".
"Posesif bener anjing".
"Sendy sepertinya sama seperti ku".
"Sendy punya cewek?"Terkejut Viktor tanpa mengubah posisi nya.
"Nanti ku kenalkan, sekalian titip dia".
__ADS_1
"Tidak".Beranjak duduk dengan baik."Pacar gue bisa ngamuk-ngamuk, tidak mau aku".
"Aku minta tolong pacar mu juga, aku mau nanti dia juga akrab dengan Zura. Seperti banyak anak-anak perempuan tidak suka dengan nya".
"Kalau masalah gini serahkan saja sama Alin",saut Rocky membawa nama pacarnya."Ratu preman mana ada yang berani".
"Nanti ketemu di rumah makan biasa".
"Eh jangan aku tipis uang".
"Aku traktir".
"Sultan tenang saja",berganti pada Leo."Kau bagaimana?".Tanya nya pada Leo yang masih jomblo karatan walaupun paras wajah terbilang tampan mewarisi paras tampan dan cantik kedua orang tuanya.
Berekspresi datar,"ikut",balasnya bernada dingin.
+++++
Kemeja kotak-kotak rapi, tidak kancing kan dengan memperlihatkan kaos biru muda, surai rambut yang juga tertata rapi. Pakaian santai yang sangat rapi dan sangat sopan.
Sendy yang sudah berdiri di depan pintu rumah apartemen sederhana ini. Mulai meneguk pintu rumah beberapa kali, agar seseorang di dalam rumah membukakan pintu untuk nya.
Ceklekkk....
"Siang kakek",sapa Sendy ramah kepada kakek yang membukakan pintu apartemen.
__ADS_1
"Siang, mencari siapa?".
"Azura kek, dia ada di rumah. Saya mau mengajak makan di luar sebentar, jika kakek memperbolehkan".Dan jika pun tidak di perbolehkan pun bodoamat. Ia masih memiliki rencana kedua. Yaitu lompat lewat jendela kamar Azura dan membawanya pergi diam-diam.
Kakek tua ini terdiam sejenak memperhatikan penampilan ku,"Sebentar kakek panggilan".Kakek ini kembali berlalu masuk ke dalam rumah apartemen tanpa mempersilahkan Sendy untuk menunggu di dalam.
Sesaat kemudian pintu apartemen kembali terbuka."Bagaimana kau bisa tau rumah ku?".Tanya Azura pelan bernada terkejut melihat kehadiran Sendy.
"Dari kemarin kita ketemu".
"Ehmm....kau mau mengajak ku kemana?".
"Makan",balas Sendy."Hanya sebentar tidak lama".
"Kakek menunggu mu di ruang tamu. Aku mau ganti pakaian bentar".
"Iya",Sendy di susul senyum sumringah hangat nya.
Sendy berlalu masuk ke dalam rumah, pergi ke ruang tamu di mana ada kakek Azura yang tengah duduk tenang di sana membaca koran.
Selama menunggu Azura berganti pakaian. Sendy yang duduk bersama kakek Azura mencoba membuka obrolan, mencoba untuk akrab dengan kakek Azura. Yang terlihat masih curiga atau masih kurang percaya dengannya.
Namun belum lama Sendy membuka obrolan, kakek Azura sudah mulai akrab dan menerima kehadiran. Beliau tidak sukan tertawa renyah bersama Sendy yang entah menceritakan hal lucu apa kepada kakek Azura.
+++++++
__ADS_1
Berjalan beriringan di tengah pinggiran jalanan kota yang tidak terlalu ramai bersama. Dengan Sendy yang terus menggenggam erat tangan Azura. Tanpa memperdulikan situasi di sekitar nya.