
Hembusan singkat angin yang menerpa dirinya menandakan kehadiran Lisa yang sudah berdiri tidak terlalu jauh di belakang Leo,"Setelah aku berhasil membuka jalan, kau bisa langsung masuk dan segera bawa mereka berdua pergi jauh. Selama itu aku juga akan mengulur waktu dengan melawan ayah ku. Agar dia tidak menghalangi jalan kalian untuk pergi",kata Lisa pada Leo.
"Apakah kau yakin?",terfokus pada lawan bicara nya."Bisa saja saat kau melawan nya, dia mati atau kau yang mati".
Dengan tenang Lisa menjawab,"Memang itu yang ku tunggu-tunggu".
"Bukankah kau mengenalku".
Berbalik badan membelakangi Leo,"Lekas bersiap jam 9 malam besok datanglah tepat waktu. Kedua teman mu ada di penjara bawah tanah kastil ku",melemparkan sebuah gulungan kertas pada Leo."Peta itu akan berguna".
"Ambil ini",Leo yang melempar sesuatu pada Lisa yang masih dapat melihat nya.
Setelah mendapatkan pemberian itu, Lisa langsung hilang dari hadapan Leo secepat kilat.
"Dia bukan wanita biasa",gumam Giji yang tiba-tiba sudah ada di samping Leo.
Tetap terdiam di tempat nya,"Dia memang bukan manusia",nada bicara dingin Leo.
"Hah, aku melupakan itu. Dia vampir",
+++++++
Membuat tubuh Dikeyi terangkat tinggi di atas langit setelah ia berhasil melumpuhkan seluruh penghuni kastil diam-diam.
"Nona...".
__ADS_1
Kekuatan tanpa melakukan kotak fisik langsung musuhnya,"Maaf Dikeyi kau harus pingsan untuk beberapa saat",Lisa semakin mengeratkan cengkraman kekuatan nya pada leher Dikeyi sebelum akhirnya ia dorong tubuh Dikeyi hingga membentur dinding kastil kuat. Dan pingsan tidak sadarkan.
Berhasil melumpuhkan satu penghalang terakhir. Lisa segera melanjutkan perjalanan nya untuk pergi ke tempat ayahnya. Untuk mengeluar waktu dengan tekad menghabisi ayah kandung nya sendiri.
Brakk......Settt.......Bugkk......
Lisa sudah dapat mengunakan kekuatan dalam dirinya. Akan tetapi ia masih belum cukup kuat untuk menandingi kekuatan ayah nya.
Alhasil Lisa mendapatkan balasan luka yang cukup serius setelah di hempaskan ayahnya sampai menghancurkan cermin kaca besar dalam kamar ayahnya.
Lisa sangat kesakitan, akan tetapi ia tetap memaksakan untuk kembali bangkit. Ia memilih untuk tetap bertahan menahan rasa sakit ini. Agar bisa kembali menyerang ayahnya. Sampai keinginan yang ia mau terwujud.
Di lain tempat. Leo yang sudah ada di dalam kastil segera bergerak cepat pergi ke penjara bawah tanah kastil ini. Berjalan dengan sangat baik setelah melihat peta yang telah Lisa berikan padanya.
Sepanjang perjalanan ke kastil. Leo dapat melihat dengan jelas apa yang telah di lakukan Lisa benar-benar sangat rapi dan bagus. Leo seperti melihat tumpukan para mayat bukan para vampir yang pingsan.
"Leo",seru Rocky pada Leo yang ada di luar penjara."CK lama sekali kau".
Leo hendak menghancurkan dinding jeruji besi ini akan gagal. Walaupun sudah ia kerahkan seluruh kekuatan nya.
"Hanya aku yang bisa membukanya",kata Sendy."Kau hanya perlu membukakan rantai yang mengikat ku ini saja".
Menyodorkan tangan pada Rocky.
"Membuka jeruji besi ini saja tidak bisa, bagaimana dengan membuka rantai ini",omel Rocky kesal. Yang tetap melakukannya
__ADS_1
Clekkk.... rantai yang mengikat kedua tangan Sendy telah lepas. Membuat mulut Rocky sedikit terbuka.
Berhasil terlepas Sendy langsung membangkitkan kekuatan mata kanannya. Ia pergunakan mata itu untuk mengeluarkan elemen petir dalam dirinya. Namun serangan yang ia lakukan untuk membuka jeruji besi ini gagal.
"Waktu kita hanya tinggal satu menit",ucap Leo yang berdiri di luar jeruji besi.
Sudah berdiri dengan baik,"Kenapa sedikit sekali?",Rocky yang tangannya masih di rantai.
Sendy berubah untuk sedikit lebih tenang, setenang mungkin agar ia bisa membangkitkan kekuatan yang belum dapat ia kendalikan sendiri.
Berpaling melihat Rocky kembali,"Ky serangan aku".
"Maksud mu?".
"Lakukan cepat, sudah tidak ada waktu lagi".
"Lakukan dengan baik-baik, serangan aku sekuat mungkin".
Sedikit bingung dengan rencana Sendy. Namun Rocky tetap melakukannya. Ia mengeluarkan Cakra tenaga dalam miliknya. Kecil tajam namun sangat menyakitkan untuk melumpuhkan lawan.
Rocky mendorong kekuatan nya kerah Sendy. Membuat nya terpental jauh membentur dinding penjara.
Disini cahaya merah pekat darah tiba-tiba muncul melindungi tubuh Sendy dari serangan Rocky hingga serangan itu kembali pada Rocky yang terdorong ke belakang menjauhi Sendy.
Sendy mendongak melihat ke depan, dengan warna sorot mata yang sudah berbeda. Ia mata kiri nya telah menjadi hitam legam dengan manik mata berwarna merah.
__ADS_1
Sendy berusaha menggerakkan kekuatan ini. Ia mendorong kan cahaya ini membentur dinding jeruji besi penjara yang di lapisi oleh sesuatu kekuatan Vampir.
Brakk..... Jeruji besi ini langsung terbelah menjadi dua. Sudah dapat keluar, tanpa membuang-buang waktu. Ketiga langsung berlalu pergi meninggalkan tempat ini.