
"Kenapa kita harus segera kembali ke kota?".Tanya Ayumi yang tengah berlari di samping Nona Hinata.
"Kota di serang."
"Kakek dan Muku."Ayumi yang justru mencemaskan keluarga kecil yang tidak sedarah nya. Kakek penjual pakaian yang terlihat biasa namun sangat berharga untuk Ayumi.
Ia semakin mempercepat larinya. Mendahului Hinata, Kangkuro, dan Izanami.
Next....
Settt.....Paman Bondan berhasil menghindar dari serangan lawan. Namun ia lengah membuat posisi nya saat ini sangat menyedihkan.
Kenapa?Posisi tubuh Paman Bondan terhimpit oleh reruntuhan bangunan. Yang hancur karena serangan musuhnya. Tubuh Paman Bondan terkunci di sana.
Dan musuh kembali mengeluarkan benda tajam mengilap dari selah pakaian. Menyentil benda tajam itu dengan tangan nya.
Paman Bondan hanya bisa terpaku, karena tubuhnya benar-benar tidak bisa bergerak.
SUtt.....Jelpp..... Pandangan yang awalnya mendongak ini berlahan langsung menurunkan pandangan. Dengan tetesan darah yang sedikit demi sedikit mengalir.
"Sebentar lagi."Kata pria yang berhasil membunuh Paman Bondan sembaring pandangan melihat sekelilingnya. Sebelum akhirnya dirinya menghilang.
Next....
"Via bantu Zen."Kata Jovan membantu Zen duduk di atas reruntuhan.
Via yang sudah mendekat langsung memberikan luka di kaki kanan Zen.
Sementara Jovan. Dia menghilang kembali. Entah pergi ke mana. Dan bersamaan dengan itu Rendy datang.
__ADS_1
"Zen."Panggil Rendy,"Kau lihat Jovan?".
"Dia....".Zen yang melihat sekeliling yang sudah tidak ada batang hidungnya Jovan lagi.
"CK di mana dia?".Kesal Rendy yang Khawatir dengan keadaan Jovan. Sahabatnya yang selalu nekat.
Next.....
Tidak langsung ke Kota utama. Ayumi singgah dulu ke Kota tempat tinggalnya dulu. Kota nya yang sudah hancur lebur. Ayumi bahkan tidak bisa membedakan yang mana toko dan yang mana rumah.
Bahkan tidak ada seorang pun di sini. Di tempat ini hanya ada beberapa tentara militer yang tewas saja. Sementara rakyat biasa tidak Ayumi ketemukan.
Ia berusaha berpikir positif untuk secepatnya melanjutkan perjalanan ke kota utama. Meninggalkan ketiga rekannya yang baru menyusul.
"Semoga kakek dan Muku baik-baik saja. Juga warga yang lain."Gumam Ayumi terus berlari ke arah matahari terbit.
Next.....
Gelap dan mencekam, bau darah korban-korban yang berjatuhan juga mulai cium amis. Di tambah lagi suasana dingin yang menusuk kulit.
Membuat mereka yang selamat ketakutan. Khawatir akan serangan yang lebih kuat lagi dari musuh datang.
Kelima anggota organisasi Taka. Organisasi misterius. Yang di ketua i oleh Fanzah dan empat rekan-rekan nya. Gon, Riki, Soka, dan Reyzajin. Sekelompok yang menyerang negeri Kasia.
"Pulihkan Gon?".Kata Fanzah yang sudah mengetahui kalau Gon sudah tiada.
Di balas anggukan oleh Reyzajin yang langsung mengeluarkan jurus penyembuhan yang ia miliki.
"Sudah di titik puncak, jangan sampai gagal."Kata Fanzah."Sebentar lagi semuanya berhasil."Sambungnya tanpa merubah ekspresi wajah datar yang ia miliki.
__ADS_1
Semua anggota membubarkan diri masing-masing. Sementara Fanzah masih terdiam di tempatnya.
Masih terdiam di tempatnya. Hanya kedua tangannya yang berlahan-lahan merentang lebar,"Sudah waktunya kalian mengenal kebencian sebenarnya."
Cahaya Oren kemerah-merahan pekat keluar mengelilingi tubuh Fanzah,"Remuk Jagat."Shuttt.........Bomm.....Bomm.....Setttt.........Bummm...........Kekuatan besar itu meledak menghancurkan seluruh tempat ini.
Di saat asap-asap ledakan hilang. Di sinilah mulai terlihat betapa kuatnya frekuensi kekuatan Fanzah yang menghancurkan hampir seluruh kota.
Nona Selmire terpaku di tempat. Syok itu lah yang menjelaskan Ekspresi wajahnya saat ini. Ia mengepalkan kedua tangannya,"Sudah cukup."Nona Selmire secepat kilat pergi ke titik kekuatan itu datang.
"Nona Selmire."Nona Lili yang hendak menghentikan Nona Selmire sudah tidak bisa.
Brugkk.......Nona Selmire memukul dengan seluruh kekuatan. Sampai berhasil membuat keretakan pada tanah-tanah yang Fanzah pijak.
Sayangnya Fanzah berhasil menghindar dari serangan Nona Selmire.
Namun belum siap menghindar lagi. Nona Selmire sudah kembali memberikan serangannya. Dan lagi-lagi Fanzah berhasil menghindar. Walaupun menghindarinya dia justru mendapat bogem mentah di pipi nya sampai tubuh terlempar jauh.
Bersamaan dengan itu. Nona Selmire mendapatkan serangan beruntun dari ketiga rekan Farhan. Brukk....Depp......Walaupun berhasil menghindar dan mengimbangi ketiga musuhnya. Nona Selmire yang sudah banyak mengeluarkan kekuatan sejak tadi. Berlahan-lahan mulai melemah membuat beberapa serangan berhasil mengenainya.
Depp.....Sett...Brugkk.....Tubuh Nona Selmire terpental. Namun syukurlah Jovan datang tepat pada waktunya untuk membantu Nona Selmire.
"Nona berisitirahat saja."Kata Jovan kembali berdiri dengan baik.
Ia bersiap memulai pertarungan. Bahkan mata kirinya telah bangkit begitu juga dengan tato tangan kiri nya,"Mereka semua memiliki kekuatan yang saling terhubung satu sama lain. Yang tiga akan melindungi pria yang menghancurkan tempat ini. Dan paling belakang adalah titik terlemah mereka."Ucap Batin Jovan menganalisis lawannya.
Mulai mengambil langkah untuk menyerang,"Incaran ku adalah yang paling belakang."Yang di maksud Jovan adalah Reyzajin. Ninja medis ke empat orang ini.
Sementara itu Nona Selmire di hampir oleh Nona Lili yang mambantu nya untuk pergi menjauh dari area pertarungan.
__ADS_1
Next.....