
Dua hari setelah musibah kehancuran negeri. Dan sudah dua hari juga seluruh warga negeri Kasia saling bahu membahu memperbaiki kerusakan-kerusakan akibat dari serangan kemarin.
Dan selama dua hari dari sekarang juga Jovan di sibukkan dengan banyaknya tugas-tugas Zaiem yang di limpahan ke pada dirinya. Karena apa?Karena Nona Selmire masih dalam tahap pemulihan dan Nona Selmire menunjuk Jovan sebagai pengganti nya untuk sementara waktu.
Next....
"Irma."Seru Ayumi yang sudah berdiri di belakang sahabat yang tengah di sibukkan dengan peralatan dapur.
Baru berpaling. Irma langsung memeluk erat Ayumi,"Dasar bodoh kenapa kemarin kau mengabaikan ku."Kesal Irma semakin memeluk erat Ayumi.
Membalas pelukan hangat sahabat nya,"Maaf, maafkan aku kemarin benar-benar tidak melihat kamu."
"Oky, Oky."
"Mau makan siang bersama?".Tanya Riska kepada Ayumi.
"Tentu sudah lama sekali tidak makan makanan nyonya Tinto."
"CK. Kau mau makan sekali guys sup panas ini."Irma yang kebetulan tengah mengangkat panci besar berisikan sup.
Next.....
"Bagaimana semuanya?". Obito yang tiba-tiba sudah berdiri tepat di depan Jovan yang tengah sibuk dengan berkas-berkas kerjanya. Sebagi Zaiem sementara.
Mendongak menatap lawan bicaranya,"Bisa kau lihat sendiri."Ucap Jovan dingin.
__ADS_1
"Mungkin sudah saatnya adik ku mengenal kekuatan sebenarnya dalam dirinya."Kata Obito,"Aku akan pergi besok bersama nya. Mungkin kau ada pesan terakhir untuk nya."
Selama hening sesaat,"Berapa lama?".
Yang di balas oleh senyum tipis sangat tipis Obito.
"Paman Ali akan segera kembali tugas mu akan sedikit lebih ringan sebentar lagi."Kata Obito sebelum berlalu pergi meninggalkan ruang kerja pribadi Zaiem.
Next......
Selama kekacauan yang terjadi di negeri Kasia kemarin. Paman Ali sedang tidak ada di dalam negeri. Beliau tengah mengembara mencari informasi tentang organisasi Taka. Sama seperti yang Obito lakukan.
Paman Ali yang sudah pulang ke Negeri Kasia. Langsung pergi ke ruang rawat Nona Selmire. Untuk mengunjungi sahabat nya.
"Seburuk ini kah."Kata Paman Ali yang tiba-tiba sudah ada di dalam kamar Nona Selmire.
"Kau seharusnya membantu anak itu."
"Dia sudah cukup hebat kenapa aku harus ikut campur."
"CK."
Suasana serius.
"Yang menyerang kemarin hanya sekedar tangan kanan organisasi Taka. Sang pemimpi belum di ketahui."Kata Paman Ali fokus melihat luar tenda rumah sakit.
__ADS_1
Brukk......Bumm.....Tenda peristirahatan Nona Selmire runtuh seketika dengan sekali pukulan dari Nona Selmire. Rambut nya yang awalnya putih berlahan-lahan berubah menjadi hitam lekat. Begitu juga dengan kulit keriput mukanya yang kembali glowing.
"Lili."Panggil Nona Selmire kepada sekretaris nya yang padahal ada di dekat dengan nada suara tinggi,"Bawakan saya makanan."
"Umm..anu..Nona. Apa tidak sebaiknya Nona berpindah tenda."
Berpaling dengan tatapan tajam lalu di susul menghembuskan nafas kasar,"Hah."Nona Selmire berlalu meninggalkan ruang(tenda rawat dirinya).
Sementara Paman Ali masih terpaku di tempatnya. Walaupun sudah terbiasa memilih amarah Selmire sahabat nya. Paman Ali tetap lah manusia biasa yang punya syok,"Seharusnya aku tidak mengatakan nya sekarang."Batin Paman Ali bergidik ngeri.
Next......
"Kau di sini."Ucap Jovan yang berjalan mendekati Ayumi.
Ayumi yang tengah sendiri berdiri seorang diri di tengah-tengah jembatan waktu itu. Tempat yang terkenal dengan kejernihan air sungai nya dan aliran airnya yang menenangkan.
"Berapa lama perginya?".
Berpaling melihat lawan bicaranya,"Hem?".Meminta siaran ulang.
Loading sesaat karena tidak mendapat siaran ulang pertanyaan dari Jovan,"Tidak tau akan kembali kapan."
Lama hening Jovan menatap lawan bicaranya,"Hati-hati di jalan dan jangan terlalu memaksa diri."
Mengangguk ringan,"Ehm....dan jangan terlalu keras kepada diri sendiri, Jovan."
__ADS_1
"Bye-bye."Ayumi berlari menjauhi Jovan meninggalkan Jovan seorang diri di atas jembatan ini.
Memperhatikan kepergian Ayumi,"Kenapa harus kau Ayumi?".Gumam Jovan bertanya entah kepada siapa.