
Entah sudah hari ke berapa ketiga pemuda ini pergi jauh dari Kota Kabut. Berkelana tidak tentu arah untuk mencari tempat persembunyian ketiga target nya. Ketiga nya hanya mengandalkan anjing ninja bernama Giji yang memiliki penciuman tajam untuk mengendus mencari keberadaan target.
"Ahh sial. Ponsel di rampas, pakai kendaraan pun tidak di perbolehkan. Aahhh.....sulit sekali hidup ku seperti di neraka",Penderitaan Rocky yang jauh dari benda pipi modern itu.
Namun tidak membuat kedua balok es ini tergerak untuk merespon ucapan Rocky. Membuat Rocky semakin kesal. Baru beberapa hari jauh dari rumah dengan dua patung Es saja rasanya seperti di neraka, lalu bagaimana jika harus bertahun-tahun bersama mereka berdua. Tidak bisa di bayangkan bertapa tersiksanya berada di posisi Rocky yang harus selalu sabar menerima posisi nya yang selalu di abaikan.
Tapi tidak seburuk itu juga. Karena anjing ninja bernama Giji dapat berbicara layaknya manusia. Membuat Rocky sedikit lebih lega, karena anjing ini ternyata jauh lebih ramah dari dua es balok bersama nya.
Anjing ninja ini adalah milik jurus pemanggilan milik Ayah Leo. Sengaja di panggil untuk membantu ketiga pemuda yang belum pernah melihat wujud asli ketiga target nya.
++++++
Mereka berempat masih menyusuri jalanan dalam hutan yang sangat sunyi sepi. Padahal jalanan yang mereka lalui adalah jalan penghubung antar daerah C dan daerah R yang sangat membantu ekspor barang dari daerah C.
__ADS_1
Akan tetapi aneh nya jalanan utama penghubung ini benar-benar sangat sunyi sepi. Jalanan nya pun sangat kotor di penuhi reruntuhan dedaunan kering yang berserakan. Cukup menjadi bukti jika jalanan ini memang benar-benar belum pernah di lalu kendaraan apapun.
Sampai akhir langkah ke empat terhenti. Tepat di depan sebuah truk yang terguling di tengah jalan. Melintang menutupi jalanan ini.
"Pantas tidak ada orang yang lewat sini, jalan nya buntu",ujar Rocky hendak melangkah mendekat. Namun secepatnya di hentikan oleh Leo."Kau yakin mereka tidak bisa lewat karena truk ini?".
"Lihatlah supir truk itu",Leo yang sudah terfokus melihat kepala truk ini."Tidak mungkin mereka tega meninggalkan supir terluka sampai mati membusuk seperti itu di sini".
Sendy yang masih terdiam di tempat nya,"Lihat sekeliling mu".
"Sebenarnya apa yang terjadi",gumam Rocky pelan menyadari jalanan yang ia lewati sangat mencekam, menakutkan.
Sendy menarik pedang yang ia selipkan di lipatan jaket pinggang nya. Menarik dan mengangkat pedang itu, sebelum akhirnya ia lemparkan asal ke depan.
__ADS_1
Jlapp....Krsukk....Brakk.....
Pedang Sendy terlempar ke atas semak belukar atas tebing yang ada di kanan jalan. Sampai menusuk sesuatu di sana, membuat sesuatu itu terperosok jatuh ke bawah.
Di saat itulah mata kiri Sendy bangkit manik mata berubah warna menjadi biru. Tangan yang masih terangkat itu menarik pedang yang terlempar kembali ke dalam genggaman tangannya. Tanpa harus ia datang mengambil nya.
"Monster kaca waspada lah kalian",peringatan Sendy sudah menggenggam kembali pedang miliknya yang berlumuran merah pekat berbau anyir.
Bergerak lincah dan cepat. Menangkis sesuatu yang terlempar ke arah temannya. Dengan hanya menepis benda itu, atau batu itu menggunakan satu tangan yang sudah terbalut kristal biru.
"Wah, wah kenapa jadi kalian melindungi ku seperti perempuan gini",gumam Rocky yang justru hanya diam saja berdiri bersama Giji di antara Leo dan Sendy yang siaga dengan serangan berikutnya.
Tidak mau kala Rocky pun mengeluarkan senjata adalahnya. Yaitu pistol timah panas yang memang sengaja ia bawa. Hal itu ia lakukan tidak lain tidak bukan hanya agar ia bisa selalu menghemat energi nya. Dan juga Rocky lebih senang memanfaatkan alat-alat bantu modern yang sudah susah-susah di buat.
__ADS_1
Walaupun begitu Rocky tetap saja. Pada akhir menggunakan kekuatan tipe sensor nya. Karena monster yang saat ini mereka hadapi tidak bisa terlihat dengan mata telanjang.
Leo mengunakan warisan tipe sensor ayah nya yang mudah pekah dengan situasi di sekitar. Sendy mengunakan kekuatan mata warisan ayah, walaupun bisa mengunakan warisan mata milik ibunya. Namun tidak Sendy lakukan karena akhirnya akan banyak mengundang perhatian. Dan Rocky mengunakan kekuatan tipe sensor warisan milik ayah nya, yaitu kabut tipis yang bisa merasakan kehadiran musuh dari jarak yang cukup jauh sekalipun tergantung kelihatan si pemilik kekuatan sih.