King Of Blood

King Of Blood
Eps.7 Kocaknya Oneng & Bedebah


__ADS_3

Sudah menjelang malam,namun Jovan tak kunjung bangun .Rendy pun melangkah masuk kedalam kamar Jovan .


"Jov bangun ,Kau harus makan .Sudah seharian kau belum makan Jovan ."Ucap Rendy mencoba membujuk Jovan.


Tak ada jawaban dari Jovan ,yang masih tertutup dengan selimutnya.


"Jov ,makan sedikit aja Jov ,aku takut jika kau sakit. Pliss makan ya ,plisss ."Ucap Rendy masang wajah segemoy-gemoy mungkin kepada Jovan yang tak memperhatikan nya sedikit pun.


Rendy terus saja mengoceh ,hingga Jovan pun bangun dari tempat tidurnya dengan raut wajah yang sangat dingin, ia duduk di pingin tempat tidur .


Lalu ia bangkit mengambil jaket yang tersampir di belakang pintu kamar , sebelum melangkah keluar kamar ."Cerewet sekali kau ."Ucap lirih Jovan .Namun sangat jelas didengar Rendy .


Rendy pun tersenyum ,dengan kepergian Jovan .


Jovan melangkah ke dapur yang sudah ada Rachel menunggu di sana ,ia pun duduk di kursi meja makan .


Beberapa saat kemudian Rendy menyusul dan ikut bergabung makan malam bersama .


Ia yang sudah terduduk tenang di kursi makan setelah selesai makan malam."Oneng besok-besok kau harus belajar masak ."Ucap Rendy .


"Oneng lagi ,nama aku itu Rachel bukan oneng o"on ."Ujar Rachel tak suka.


"Sama aja oneng ."Ucap Rendy santai.


"Benda ,bedebah ."Ledek Rachel .


"Cerewet amat kau oneng ."Sidir Rendy.


Bangkit dari tempat duduknya.


Melihat Jovan yang ingin pergi ."Jov ,mau kemana ?".Tanya Rachel .


"Keluar ."Jawab dingin Jovan .


"Oya Jov ,cewek yang kemarin menolong kamu kerja disalah satu rumah makan tradisional disini .Kalau kamu mau, mampir lahh ,Jov. Sekalian berterima kasih lahh ."Kata Rachel yang tampa dijawab oleh Jovan yang langsung melangkah pergi .


"Kau tau dari mana oneng ?".Tanya Rendy.


"Dari ponsel. "Jawab ketus Rachel langsung beranjak pergi .


"Oneng jangan pergi kau ."Ucap Rendy menarik kerah belakang baju Rachel. "Cuci piring dulu ,saya tunggu disini ."Lanjutnya.


"Iyaa tapii...."Ucap Rachel terhenti oleh ucapan Rendy .


"Cuci cepat ."Surut tegas Rendy .


Dengan terpaksa ,Rachel menurut dan membersikan piring-piring kotor dengan raut wajah yang masih cemberut kesal .


 +++++++++


Sementara itu Jovan berkeliling ,melihat-lihat suasana malam di kota kecil itu .Hingga ia lewat di depan tempat kerja wanita yang telah menolongnya beberapa kali .


Entah apa yang terlintas dalam pikiran Jovan .Jovan pun menunggu wanita itu selesai bekerja dengan menikmati secangkir kopi hangat di cafe sebrang jalan yang tepat didepan rumah makan itu .


Jovan menikmati secangkir kopi itu dengan memperhatikan rumah makan didepannya .Hingga beberapa jam kemudian ,wanita itu keluar dari dalam rumah makan seorang diri .

__ADS_1


Seketika Jovan ,pun ikut bangkit dan mulai diam-diam mengikuti wanita itu .


Disaat sudah berdiri berdekatan ,Jovan menepuk pelan pundak wanita itu. "Nona."Panggilnya .


Wanita itu menengok kearah sumber suara."Kau!? ada apa?".Tanya Ayumi.


"Bisa aku mengantar nona pulang ,sekalian aku ingin bercakap-cakap sedikit ."Ucap Jovan dengan raut wajah datarnya.


"Eh!! tidak bisa ,lebih baik kita bicara sekarang ."Kata Ayumi .


"Apa tak ada tempat lain?".Tanya Datar Jovan .


"Ohh,Ikut aku saja sebentar, jika kau mau ?".Tanya balik Ayumi .


"Baiklah ."Jawab Jovan masih dengan raut wajah datarnya .


Melirik sekilas kearah Jovan ,yang berjalan disampingnya ."Yang benar saja nih cowok ,nggak ada senyum-senyumnya sedikit pun ."Batin Ayumi ,yang melihat raut wajah Jovan yang begitu datar dan dingin .


Setibanya disebuah jembatan taman ,yang sedikit sepi ."Lebih baik kau mulai berkata sekarang ."Ucap Ayumi .


"Aku ingin berterima kasih dengan kamu ,karna sudah membantu aku. "Kata Jovan masih dengan raut wajah datarnya.


"Terimakasih atau apaan ,muka kau kek tidak ikhlas berkata ."Batin Ayumi melihat raut wajah Jovan.


"Nona ,apa kau baik-baik saja ?".Tanya Jovan melihat Ayumi yang hanya terdiam .


"Oh!! Iya sama-sama ."Jawab Ayumi sedikit canggung. "....Jangan panggil aku nona ,panggil aku Ayumi atau Yumi ."Lanjutnya. "Dan kau siapa ?".Sambungnya .


"Jovan ."Jawab datar Jovan ."....Bolehkah di lain waktu kita bertemu lagi ?".Lanjutnya .


"H!".Ujar Ayumi ."Boleh ,setiap hari Minggu ,dan Jumat saya selalu datang kesini .Dipinggir sungai sana ,jika bisa kamu datang saja ke sana."Lanjutnya sedikit menunjuk pinggir danau yang sering ia kunjungi .


"Oh!! kamu juga sering ke sana ."Ujar Yumi. Melihat jam tangannya ."Aku harus pulang ,bentar lagi larut malam ."Lanjutnya mencari alasan untuk segera melangkah pergi .Namun Jovan tiba-tiba menggenggam pergelangan tangannya.


"Boleh aku antar ?".Tanya Jovan sekali lagi."Tenang aku hanya ingin pastikan kau sampai di rumah dengan selamat ,karena ini sudah terlalu larut malam."Lanjutnya.


Melepaskan genggaman tangan Jovan ."Baiklah terserah kamu ."Ayumi yang langsung mengiyakan.


Jovan pun melangkah kembali bersama Ayumi ,untuk mengantar Ayumi pulang kerumahnya .


 +++++++


Tampa sengaja ,dijalan Jovan dan Ayumi berpapasan dengan Tinto yang baru pulang kerja .


"Yum ."Panggil Tinto menghampiri Ayumi dengan mengendarai sepeda angin nya ."Akhirnya kau punya cowok ."Lanjutnya yang sudah berdiri di samping Ayumi(Sudah turun dari sepeda) .


Ayumi langsung melayangkan pukulan keras di pipi kiri Tinto ,hingga Tinto tersungkur .Lalu Ayumi mendekat ke arah Tinto dan mencengkram kuat kerah baju Tinto ."Kau ,tidak akan ku bantu lagi kau dekat dengan Irma lagi ."Ucap Ayumi melepas cengkeramannya .


Bangkit dari tempat jatuhnya. "Yum ,jangan gitu lah .Bantu aku ya ."Ucap Tinto.


"Pergi atau ku pukul lagi ."Ucap sinis Ayumi dengan menunjukan genggaman tangannya.


Menaiki sepedanya kembali dengan terburu-buru."SEMOGA LANCAR YUM ."Teriak Tinto yang sudah jauhh.


"AWASSS KAU TINTO !!".Teriak balas ancam Ayumi marah .

__ADS_1


"Dia siapa, Ayumi ?".Tanya santai Jovan .


"Temen lukcud !!".Balas ketus Ayumi.


Mereka pun melanjutkan langkahnya ,sekarang giliran Jovan yang melirik kearah Ayumi sesekali .


Hingga beberapa menit kemudian sampailah ,Jovan didepan rumah Ayumi .


"Sudah sampai sini ya ,aku mau masuk dulu."Pamit Ayumi melangkah masuk .


Kembali menengok kearah Jovan. "Kau tidak pulang ?".Tanya Ayumi.


"Hem!!Ini mau pulang ."Jawab Jovan melangkah pergi dari sana .


Ayumi tersenyum sekilas ,dan melangkah masuk kedalam rumahnya .


 ++++++++


Sementara itu ,Jovan kembali lagi ke kota untuk kembali ke apartemennya .Setibanya di apartemen ,Jovan mulai melihat tingkah konyol dua sahabatnya .


"Film itu tadi Oneng jangan di alih-alihkan trus ."Suruh Rendy .


"Tidak enak Bedebah ,membosankan ."Ucap Rachel .


"Kau itu ,sini-sini remote nya ."Ucap merebut remote Tv yang digenggam Rachel .


"Jovan ,Bedebah tidak mau mengalah ."Adu Rachel kepada Jovan yang baru masuk kedalam apartemen .


Menatap dengan raut wajah dingin ."Mengalah Ren ."Ucap Jovan melanjutkan langkahnya kearah kamarnya .


"Tidak ,aku tidak akan mengalah dengan oneng ."Ujar Rendy yang berhasil merebut remot tv .


Rachel pun menundukkan kepala ,Lalau ia mulai menangis .


Rendy yang melihatnya merasa bersalah sekali ,ia pun mengembalikan remot Tvnya dan mengeluh-elus kepala Rachel dengan lembut .


"Hhhhhhhhh."Tawa Rachel mengakat wajahnya menghadap Rendy .


"Hhhhhhhh, lihat kau ,hhhhhhh lihat raut wajah cemas kau ,hhhhh."Tawa Rachel puas dengan kejahilannya .


Memasang wajah kesalnya ,Rendy mendekat kearah Rachel yang masih terbahak-bahak dengan tawanya .


Hingga Rendy berhasil mengunci badan Rachel ,dan menatap raut wajah Rachel yang mulai panik .


"Minggir!!!! bercanda kau tidak lucu!!!! bedenahhh!!! ."Ujar Rachel berusaha menyingkirkan badan Jovan dari atas tubuhnya .


Namun Rendy tetep menatap raut wajah panik Rachel ,sampai sedekat mungkin hingga ia dapat merasakan hembusan nafas Rachel .


Mengangkat wajahnya ."Hhhhhhh, lihat wajah kau panik ketakutan ."Ujar Tawa Rendy yang berhasil balas dendam .


Rendy pun bangkit dari atas tubuh Rachel ,yang masih terdiam.


Melempar bantal tepat dimuka Randy."Makan nihh."Ujar kesal Rachel bangkit dari tempat duduknya ,dan melangkah pergi dari ruang tamu dengan membawa selimutnya kembali .


Melihat kepergian Rachel ."Selimutnya jangan dibawah ,oneng !!".Ucap Randy .

__ADS_1


"Bodohamat ."Dengus kesal Rachel masuk kedalam kamar Rendy .


"Oneng yang salah ,aku yang nanggung .Dasar betina ."Ujar Randy mulai memejamkan matanya .


__ADS_2