King Of Blood

King Of Blood
Eps.37 See you


__ADS_3

Menjelang Sore hari. Ayumi dan kakak laki-laki nya, Obito. Sudah berada di gerbang utama masuknya ke dalam negeri Kasia. Kedua adik kakak ini bersiap untuk berangkat untuk latihan.


Dan dari kejauhan lebih tepatnya di ruang kerja pribadi Zaiem,"Sampai ketemu lagi."Batin Jovan melamun keluar jendela.


"Naik jabatan Jovan."Kata Paman Ali yang sudah ada di ruang kerja pribadi Zaiem.


Menatap datar,"CK kemana saja kau?".


"Urusan ku tidak bisa di tinggal."


"CK tua bangkak genit."Umpat Jovan kembali fokus melanjutkan pekerjaannya.


Attitude Paman Ali yang hilang seketika jika berada di depan murid nya,"Hoyy!!!!Guru mu ini sudah pilih-pilih."


Pintu ruangan yang terbuka, menampilkan sesosok pemuda dengan setumpuk kertas di gendong kedua tangan nya,"Jov, Jov, bantu Jovan."Rendy yang kewalahan membawa setumpuk kertas.


"CK."Jovan yang tetap duduk tenang di tempat nya.


Membuat Rendy,"Lain kali sedikit-sedikit saja Rendy."Selepas menaruh di atas meja.


"Kau sudah mengetahui dalang penyerangan kemarin?".Paman Ali yang sudah fokus pada Jovan.


"Mereka dari Organisasi Taka."


"Iya, tapi mereka hanya anggota. Ketua organisasi itu belum kau temukan."


"Qin."


"Dia bukan anggota Organisasi Taka. Qin hanya memanfaatkan organisasi itu. Tapi sayangnya justru dirinya yang di manfaatkan organisasi Taka."


"Kalau gitu Ayumi masih dalam bahaya."Kata Rendy. Membuat Jovan bergegas pergi meninggalkan ruang kerjanya.

__ADS_1


Brakk.....Pintu yang tertutup kasar,"Jovan suka adik Obito?".


"Sepertinya, Iya Paman."


"Apa Obito tidak papa?".


"Ittss Paman seharusnya mendukung Jovan."


"Hahahhh......iya, iya."


"Bantu membereskan ini Paman."


"Maaf ada rencana lain di pemandian air panas."Paman Ali berlalu meninggalkan Rendy seorang diri.


"CK tua bangkak mesum."Umpat Rendy di sibukkan menata beberapa berkas yang sudah di selesaikan Jovan.


Next.....


Bakk.....Nona Selmire yang sibuk menikmati menu makanan terpaksa harus terhenti karena ula pemuda yang kurang kerjaan ini.


Mulut yang masih sibuk mengunyah makanan,"Hem."


"Tenang saja Ayumi berada di tempat yang aman. Sekarang pergilah jangan menganggu ."


Next......


Berjalan seorang diri menyusuri kota yang masih sibuk dengan orang-orang yang bergotong royong memperbaiki kerusakan-kerusakan bersama para pasukan militer.


Jovan tertunduk padangan datar seperti biasanya. Hawa dingin menyelimuti dirinya. Istilah fisik Jovan.


"Jovan."Panggil seseorang.

__ADS_1


Menghentikan langkah untuk berpaling ke arah sumber suara.


"Masih ingat gue?".Tanya Tinto yang tidak mendapat respon apapun dari si dingin Jovan.


"Hemm...Ayo ngopi."Ajak Tinto yang di balas anggukan ringan Jovan.


Next.....


"CK! Memang sudah saatnya Fanzah berisitirahat. Dia sudah cukup memperlancar rencana ini."


"Belum semuanya selesai Tuan. Fanzah seharusnya masih ikut campur dalam bumbu rencana ini."


"Hem.....Masih ada rencana berikut nya."Kata seseorang pria bertopeng ini.


Bersamaan dengan hilangnya seorang pria asap yang lenyap tertiup angin.


Next.....


"Wow kak Obito dulu latihan di sini. Waahh luas sekali tempat ini. Sepi pula. Wowowwowo........". Ayumi yang baru sampai dan langsung berlari-lari seperti orang gila.


Menundukkan kepalanya,"Dia mirip siapa?Ibu tidak seperti itu, ayah juga tidak mungkin."Gumam Obito dalam hati melihat tingkah adiknya.


"Ayo berlatih."Loncat-loncat bersemangat.


"Nanti dulu Dik, makan siang."Obito yang berlalu berteduh di bawah pohon untuk menikmati bekal makanan nya.


Ayumi yang mengikuti kakak laki-laki nya,"Loh siapa yang bawakan bekal ini, perasaan dari pagi aku tidak masak apapun."


Uhuk....Obito yang tengah menegak air mineral tersedak.


"Kakak kenapa?".Ayumi yang langsung fokus pada kakak nya.

__ADS_1


Menutup kembali botol air mineral,"Bukan apa-apa, ayo di makan setelah itu latihan."


"Ehm."Mengangguk ringan sembaring mulai mencicipi menu makan siang yang belum di ketahui siapa pembuatnya.


__ADS_2