
"Akhirnya kembali."Hanabi yang bersikap sangat lega. Karena telah kembali ke Kota Utama dengan selamat.
Next...
Tokk....Tokk.....,"Masuk."Suruh Nona Selmire yang sudah kembali bertugas sebagai Zaiem.
Membuka kembali topeng yang ia kenakan. Hanabi yang melihat keberadaan Obito ada sini,"Obito."Serunya pelan.
"Bagaimana misi nya?".Tanya Nona Selmire.
"Salah satu dari mereka memiliki informasi tentang organisasi Taka. Sayangnya yang memiliki informasi lengkap mati".Kata Jovan sempat mengintrogasi Teguh yang memiliki sedikit informasi tentang organisasi Taka yang tiba-tiba tidak terdengar lagi pergerakannya,"Aku membawa jazad nya yang akan memberikan informasi".
Menyangga dagunya dengan kedua tangan yang saling berhubungan,"Bagus..,"Berdehem pelan,"..Kau akan pergi malam ini Obito?".
"Iya, sudah saatnya aku melanjutkan perjalanan."
"Nona Lili kau bantu tim forensik."Nona Selmire yang terlihat bimbang dengan situasi saat ini.
"Kalian bertiga boleh pergi, kalian bisa istirahat beberapa hari sebelum ada misi baru."Kata Nona Selmire yang di balas anggukan ringan Ketiganya. Yang berlalu meninggalkan ruang kerja pribadi Zaiem,"Jovan lekas berikan jazad itu kepada tim forensik."Yang di balas anggukan kepala oleh Jovan.
Selepas kepergian tiga setim tadi,"Selama aku pergi izinkan adik ku tetap menjalankan misi. Aku tau itu sangat berbahaya untuk nya, akan tetapi anda harus memiliki alasan untuk membuat adik ku percaya, kalau kepergian nya ke pulau kabut adalah misinya. Bukan tempat persembunyian nya."
"Benar, jika ada serangan tiba-tiba dengan terpaksa aku harus mengambil keputusan ini."
__ADS_1
"Baiklah, permisi."
"Hati-hati dan jangan terlalu memaksakan diri mu. Kembali dengan selamat, cucu ku."Pesan dari Nona Selmire kepada Obito.
Tanpa berpaling melihat Nona Selmire, Obito dengan senyum tipis nya berlalu keluar meninggalkan ruang kerja pribadi Zaiem.
Next....
"Irma..".Ayumi yang berlari langsung memeluk erat Irma dari belakang.
Melepas pelukan Ayumi Pakk....Menampar pipi Ayumi,"Kemana saja kau?".Irma menangis haru melihat sahabatnya setelah sekian lama tidak berjumpa.
"Aku sampai mencari tau keberadaan mu ke kota utama, seperti orang gila. Tapi sampai di sana syukurlah aku ketemu dengan temannya Jovan. Siapa tuh namanya lupa ....siapa ya."Mengingat apa yang terlupakan.
"Rendy."
"Astaga."
"Sudah selesai latihan nya?".
Menghela nafas panjang,"Tidak ada niatan cari makanan."Ayumi lelah sembaring tadi berdiri di tengah keramaian jalanan pejalan kaki.
"Astaga lupa."Menarik pergelangan tangan Ayumi tiba-tiba,"Ayo."Ajak Irma mencari tempat nongkrong yang strategis.
__ADS_1
Next.....
"Kalian kembali saja ke kastil. Aku akan menyerahkan jazad ini."Kata Jovan pergi secepat kilat meninggalkan kedua rekannya.
Fokus Hanabi pada Izanami,"Kau tidak bisa mengeluarkan apa gitu yang bisa membuat kita sampai di kasti dengan cepat."
Sementara yang di ajak bicara hanya diam saja sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan tanpa mengatakan sepatah kata pun.
Melihat respon cuek Izanami,"Tidak yang tadi tidak yang ini sama aja."Ngedumel kesal Hanabi,"Mungkin sudah takdir ku satu tim dengan mereka berdua".
Next....
Jovan masih mengenakan identitas privasi nya. Selepas dari tempat tim Forensik. Kini ia sudah dalam perjalanan ke Kota Utama. Ia lompat dan masuk ke dalam salah satu gedung tinggi di Kota Utama. Di sana ia merubah penampilan dengan pakaian sederhana.
Selepas itu ia kembali keluar dari sana dengan cara yang sama. Diam-diam.
Next....
Sejalan seorang diri menyusuri jalanan Kota Jatika menjalang sore hari memang sangat mengasikan. Karena posisi Kota Jatika yang tepat mengarah pada arah tenggelam nya sang Surya.
Di sini lah Jovan. Menyusuri jalanan ini seorang diri tanpa tujuan hendak kemana. Sampai langkah terhenti dengan sesosok yang ia tunggu keluar dari salah gang Kota.
Ayumi yang baru saja pulang dari kediaman rumah Irma hendak tengah dalam perjalanan kembali ke Kasti. Ia keluar dari gang untuk pergi ke ujung jalan lain.
__ADS_1
Tanpa ia sadari seseorang yang yang berlainan arah dengannya menggenggam pergelangan tangan nya,"Mau ikut?".
"Jovan!".Yang di susul anggukan kepala ringan oleh Ayumi.