King Of Blood

King Of Blood
Eps.78 Raja devil eyes lahir


__ADS_3

Kedua tangan yang menggenggam kuat pegang besi di kedua sisi tempat nya berbaring,"Aaaaaa.........".Teriak Sella yang sangat kesakitan di ranjang pesakitan salah satu ruangan rumah sakit tempat persalinan normal di lakukan.


Tingg........Kuani Jovan yang melesat dengan baik, sampai bertubrukan dengan kunai milik seorang musuh nya saat ini.


Mengambil langkah mundur cepat untuk menghindar dari serangan kekuatan elemen petir milih Jovan. Kreakk....Bommm....


Pertarungan sengit antar sosok pria misterius bertopeng rubah terjadi di dekat perbatasan Desa Gowa.


"Hal ini pasti akan terjadi. Dan mitos tentang raja kilat kegelapan memang ada".Sepasang mata merah menyala menatap tajam kearah Jovan.


Sepasang mata yang menatap penuh kebencian kepada Jovan. Dan sorot mata kiri Jovan tidak kala mengerikan menyalah semakin terang tersorot hanya pada laki-laki misterius bertopeng rubah di depan nya.


Berdiri dengan baik tidak memasang kuda-kuda ingin menyerang,"Seperti harus segera ku akhiri".Tubuh sosok misterius ini berlahan menyusut masuk ke dalam tanah.


Saat itu juga dengan gerakan secepat kilat, Jovan juga bergegas pergi dari tempat ini. Meninggalkan mereka semua. Siapa?Para anggota Yinyang yang berjaga di perbatasan desa Gowa yang telah di kalahkan oleh sosok misterius tadi.


"Kepalanya sudah kelihatan Bu. Ayo berjuang sedikit lagi".Kata seorang Dokter tengah menangani persalinan Sella.


Sella menarik nafasnya dalam-dalam sebelum akhirnya ia tahan, ia dorong lebih kuat lagi. Kedua tangan yang mencengkram lebih erat lagi.

__ADS_1


"Jangan merepotkan ibu mu Sendy, ayah akan segera datang".Batin Jovan yang masih dalam perjalanan ke rumah sakit tempat Sella melakukan persalinan.


Uwekk...uwenkk....uuwekk......Tangisan seorang bayi menggema di seluruh ruangan persalinan.


"Air hangat nya".Suruh dokter ini kepada rekannya.


Selesai membalut bayi ini dengan siluman. Dokter perempuan ini berjalan mendekati Sella untuk menunjukkan bayi yang telah ia lahir kan dengan sehat.


"Putra ibu lahir dengan sehat dan tampan sekali".


Sella tersenyum manis senang rasanya. Bayi yang telah ia kandungan sembilan bulan saat ini sudah dalam dalam gendongan nya.


"Siapa namanya?".


"Aku akan menjahit sedikit bekas peralihan nya, setelah itu aku akan memindahkan ibu ke ruang kamar rawat inap".Yang di balas anggukan oleh Sella yang tidak bisa menghilangkan fokusnya untuk terus memperhatikan bayi laki-laki sudah tenang tertidur dalam pelukannya.


Brakk..... menghancurkan kaca atas ranjang pesakitan tempat persalinan,"Sial!! Terlambat".


"Benar sekali".Jovan yang sudah berdiri di ambang pintu masuk ruang persalinan.

__ADS_1


Sett.... melempar kunai kearah tubuh sosok misterius itu yang ternyata tembus pandang. Kunai milik Jovan melesat menembus tubuh sosok misterius itu.


"Kalau gitu akan ku temui anak ajaib itu lain waktu". Bersamaan dengan tubuh sesosok itu justru berlahan-lahan menyusut ke dalam lantai ruangan ini hilang.


Jovan yang masih terdiam mengepalkan kedua tangannya, tidak bisa berbuat apa-apa di kala musuhnya bukanlah manusia biasa. Musuhnya jauh lebih kuat dan hebat dari Horman.


"Tidak akan ku biarkan kau membawa anak ku...... Kapan pun itu".


+++++


"Ren, Jovan beneran akan baik-baik saja kan?".Ayumi yang sangat mengkhawatirkannya keadaan suaminya yang ia tinggalkan seorang diri di desa Gowa.


Sementara dirinya sudah pergi bersama dengan Rendy. Selesai melahirkan. Rendy tiba-tiba muncul bergegas mengurus surat pembayaran agar Sella (Ayumi) lekas di perbolehkan pulang.


Setelah menyelesaikan semuanya dengan tergesa-gesa cepat. Rendy langsung membawa Sella menjauh dari desa Gowa secara diam-diam. Menuntut Sella sampai akhir saat ini ia sudah duduk di atas hewan pemanggilan burung elang coklat milik Jovan.


"Burung elang ini milik Jovan. Jika burung ini masih ada itu berarti Jovan baik-baik saja".Jelas singkat Rendy dengan harapan bisa menghilangkan rasa khawatir yang saat ini tengah menghantui Sella.


Menatap raut wajah polos nan lucu seorang pria kecil dalam gendongan yang saat ini tengah terlelap dalam mimpinya,"Sendy".Gumam Sella menitihkan sedikit bui bening nya. Sedikit, karena ia tidak mau terlalu berlarut-larut dalam kesedihan nya. Anaknya selamat, dan ia harus menjadi sosok kuat untuk anaknya.

__ADS_1


"Rachel ada di sana. Dia tadi mau ikut tapi tidak aku perbolehkan".Kata Rendy tanpa melihat ke arah lawan bicara.


Mendongak melihat lawan bicara nya,"Rachel".


__ADS_2