
Dua hari setelah nya. Ayumi sudah menjalani hari-hari nya seperti para anggota Yinyang lainnya. Namun bedanya ia menjalani nya seorang diri tanpa adanya dukungan langsung dari kakak laki-laki yang sudah pergi sejak dua hari kemarin.
Iya, baru kembali ke Kasti blood kemarin. Pagi harinya Obito kembali pergi untuk melanjutkan tugasnya mencari informasi tentang organisasi Taka. Dan meninggalkan adik nya kembali.
Next....
Kali ini Ayumi tengah dalam perjalanan menyelesaikan misi nya ke Desa Sun. Ayumi masuk ke dalam anggota tim Hinata, Izanami, dan Kangkuro.
"Sesampainya di sana kau harus berpencar dengan kita."Fokus pada Izanami,"Pantau kami dari atas. Lihat situasi desa."Memberikan alat komunikasi jarak jauh,"Gunakan ini untuk berkomunikasi satu sama lain."
"Kangkuro tetap pantau situasi."Yang di balas anggukan dari Kangkuro yang memiliki kekuatan sensor.
Next....
Mereka kembali melanjutkan perjalanan sesuai dengan rencana. Yang sudah di susun dengan rapi. Dan Ayumi tetap harus berada di dekat Hinata.
Tiba di berbatasan Desa Sun. Tidak ada sambutan apapun dari warga desa.
"Aneh tidak ada tanda-tanda kehidupan."Kata nada suara pelan Kangkuro.
Menyadari keanehan itu,"Seperti kita terlambat."Kata Hinata.
"Bagaimana jika kita berpencar untuk mencari seseorang yang masih selamat."Saran Ayumi.
Setelah sedikit berpikir akhirnya Hinata menyetujui saran Ayumi. Ketiga orang ini akhirnya berpencar sendiri-sendiri berkeliling desa.
Dan hari kejauhan Izanami yang masih memantau situasi. Ia yang tidak melihat keanehan apapun hanya diam saja di posisi dengan tetap waspada memantau situasi di bawah sana.
Next.....
__ADS_1
Di sisi lain Jovan juga tengah menjalankan misi. Bersama rekan satu timnya. Temari dan Banji. Mereka bertiga tengah dalam perjalanan menjalankan misi.
Misi untuk mencari tahu persembunyian rasa organisasi Taka. Sesuai dengan pesan yang baru beberapa hari kemarin di kirim oleh paman Ali. Dan tim ini memastikan kebenaran nya. Di kala paman Ali tidak dapat mencari tau lebih dalam lagi.
Dan di sinilah mereka sesuai dengan perjanjian. Menunggu paman Ali di tepi sungai di perbatasan negeri Kasia dan Negeri Gorogo.
Di sini Paman Ali sudah menunggu kedatangan mereka bertiga. Ia yang tengah fokus memancing berkata,"Terlambat."
"Kalian seharusnya sampai kemarin."
"Langsung pada intinya."Timpal Jovan tegas tidak suka mendengarkan basa bari gurunya.
Paman Ali tertawa sekilas sebelum akhirnya ia mengatur posisi menghadap ke tiga orang ini, dan pembicaraan serius pun di di mulai.
"Arah barat daya, ada rumah di bawah tanah. Kemarin aku melihat dua orang bawahan organisasi Taka masuk ke dalam sana. Aku tidak bisa memastikan lebih dalam karena itu bukan tugas ku."Kata Paman Ali mengenakan jubah dan menenteng tas ransel kembali,"Sampai disini, selamat tinggal."Ia berlalu pergi secepat kilat meninggalkan ketiga orang ini.
"Tunggu informasi mu hanya itu?".Temari yang bahkan belum mengerti apapun yang Paman Ali maksud. Akan tetapi beliau sudah terlebih dulu pergi meninggalkan tempat ini.
Melihat itu Temari yang menyadari satu hal hanya terdiam mengikuti saja. Untuk kembali melanjutkan perjalanan.
Next....
Settt......,"Jih Sial."Umpat Ayumi menghindar tiba-tiba dari serangan satu arah yang tertuju untuk.
Ayumi berhasil menghindar berkat Izanami yang memberitahu dirinya tepat pada waktunya. Untuk memberikan ia cukup banyak waktu untuk menghindar dari serangan tiba-tiba itu.
Masih dengan komunikasi jarak jauh dengan alat,*Waspada ada satu orang mengintai mu."Peringatan dari Izanami.
*Iya."Balas singkat Ayumi yang sudah menyadari kehadiran sesosok itu dengan kekuatan kedua mata devil eyes yang telah aktif.
__ADS_1
Werr...Kembali mendapatkan serangan bola api akan tetapi meleset. Tap...Tap...Tap....langkah kaki cepat berlari dari gang lain ke gang lain untuk menghilangkan tingkat kewaspadaan Ayumi.
Sayangnya itu tidak mempan untuk Ayumi yang sudah berhasil menguasai kekuatan mata klan Osisiking miliknya.
Sstt....Sebuah tangan terbakar lewat tepat di samping wajah Ayumi. Tangan yang seharusnya sudah melukai wajah Ayumi.
Ayumi menggenggam kuat lengan tangan misterius itu. Menarik paksa dan melempar sekuat mungkin sampai menubruk dinding rumah-rumah penduduk.
Di sinilah Ayumi baru dapat melihat jelas siapa sosok misterius itu.
Next....
"Awas."Banji yang menubruk tubuh Temari untuk menarik tubuh itu secepatnya menjauh.
Dom..... Bersamaan dengan itu ledakan dahsyat dari tempat berpijak nya Temari meledak.
Merusak semuanya. Tidak terkecuali tempat persembunyian Organisasi Taka yang belum sempat mereka bertiga periksa dalamnya.
"Kalian tunggu di sini."Jovan yang mulai melangkah mendekati bangunan yang sudah mau runtuh kembali itu.
"Tunggu bangunan akan runtuh."Banji memperingati Jovan.
Namun yang di berikan peringatan,"Maka dari itu tunggu di sini saja."Kata Jovan tetap melanjutkan langkahnya tanpa memperdulikan bangunan yang dapat sewaktu-waktu runtuh kembali.
Banji kembali fokus pada Temari yang masih terduduk di samping nya, Ia yang melihat luka memar di pergelangan kaki Temari yang mungkin karena bom tadi.
Berjongkok di depan Temari,"Kau bawa kotak obat."
__ADS_1
Yang di balas anggukan oleh Temari yang memberikan kotak obat yang ia bawa. Banji mulai memberikan pertolongan pertama untuk luka di kaki Temari. Sementara Jovan masih ada di dalam semua persembunyian yang di sebut-sebut sebagai persembunyian organisasi Taka.