King Of Blood

King Of Blood
Eps.57 Bangsawan


__ADS_3

Dua hari berikutnya. Akhirnya Jovan, Rendy, dan Zen berhasil sampai di tempat berikut. Tempat nyaman untuk beristirahat.


Baru beberapa hari merasakan ketenangan sudah ada saja masalah yang datang. Tepat saat pertama kali menginjakkan kaki di Kota Kabut. Itu yang Rendy pikiran saat melihat rekan nya terlibat dalam masalah.


Masalah apa itu?


"Jovan!".Panggil Zen sedikit berteriak,"Rendy di mana?".Fokus pada lawan bicaranya.


Jovan melihat sekelilingnya dan benar saja, kalau Rendy tidak lagi bersamanya. Lantas ia segera berlalu pergi dari sana.


Zen mengikut saja karena sangat berbahaya di situs ini untuk berpencar. Di tambah lagi salah salah satu dari rekannya sudah hilang.


Next.....


Hujan badai mengguyur Kota ini. Membuat suasana mencekam semakin menjadi. Datangnya kabur semakin tebal sangat mendukung suasana mencekam Kota Kabut.


Hanya sedikit orang yang beraktivitas, dan saat hujan badai turun semakin tidak ada satupun orang yang beraktivitas di luar.


Jovan dan Zen masih berkeliling mencari keberadaan Rendy dari tempat satu ke tempat satu. Di bawah derasnya hujan.


Untung nya mereka mengenakan mantel hujan yang sangat tebal. Selain melindungi dari air hujan, mantel ini juga bisa membuat tubuh pengguna nya tetap hangat.


Next.....


"CK."Umpat pelan Jovan setelah sekian lama berkeliling akan tetapi tidak mendapatkan hasil apapun.


"Kemana Rendy, sial."Zen yang mulai kesal juga.

__ADS_1


Next....


Sampai di satu titik puncak. Jovan dan Zen yang berdiri di pinggir gedung pencakar langit Kota Kabur. Posisi terbaru keduanya.


Dengan susah payah Zen menjaga keseimbangan pijakan agar tidak sampai tergelincir. Namun Jovan dengan lincah bergerak sat set masuk ke dalam gedung dalam diam.


Tidak menolong, Jovan terus berlanjut sesuai rencananya. Walaupun gitu, diamnya Jovan tidak selamanya buruk. Karena diam-diam nya dia. Jovan tetap memiliki hati hello Kitty. Ia meninggalkan Yoshi di tempat Zen.


Dengan menjulurkan rekornya, Yoshi menarik Zen ke dalam gedung.


"Kau ini siapa?".Zen yang masih terduduk di dalam gedung.


"Aku Tuan Yoshi, sahabat Tuan Jovan."


Teringat dengan Jovan yang meninggalkan nya,"Jovan? berarti kau ular waktu itu".


Di lain ruangan, di balik pintu transparan. Jovan yang mengendap-endap masih bersembunyi tidak terlalu jauh dari sana.


"Kenapa tidak langsung mampir?".Tanya seseorang di balik pintu kayu transparan itu berkata.


Jovan keluar dari balik persembunyian nya,"Di mana teman ku?".Ia langsung langsung tode poin.


Seseorang di balik pintu kayu itu terdiam tak membalas, bayangan dirinya beranjak dari tempat duduknya. Membuka pintu slorok itu sampai memperlihatkan dirinya.


"Kenapa kita tidak duduk santai minum teh dulu, kamu terlalu terburu-buru seperti dulu."Kata sesosok pria berpakaian tradisional thawb hitam dengan selendang abu-abu yang melilit di separuh badannya sampai pinggang.


Pria ini keluar dari tempat melangkah sedikit mendekat pada Jovan.

__ADS_1


"Di mana teman ku?".Tanya Jovan sekali lagi, kali ini dengan nada bicara berat geram.


"Tidak tau, kamu yang punya teman kenapa kamu tanyakan itu pada ku."


Jovan mengepakkan kuat kedua telapak tangan nya,"Kenapa?Kamu mau marah dengan ku?".Kata Pria ini.


Pria ini berlalu ke sisi lain ruangan untuk menuangkan teh untuk Jovan,"Aku adalah ayah kandungnya, kau hanya temannya. Aku berhak melakukan apapun yang terbaik untuk putra ku. Tidak terkecuali mendidik nya untuk meneruskan tahta ku."


"CK!".Tersenyum miring,"Kau masih menyebut diri mu sebagai ayahnya setelah kau menelantarkan anak 8 tahun itu seorang diri kelaparan di tengah jalan Kota."Kata Jovan,"Kau bukan ayah nya, dan tidak akan ku biarkan kau melukai hati sahabat ku untuk yang kedua kalinya."Tegas Jovan.


"Sayangnya sudah terlambat."Kata Pria ini di barengi keluar Rendy dari ruangan lain dengan pengambilan berubah. Penampilan seperti seorang pangeran.


Jovan langsung mendekati Rendy. Sayangnya di saat Jovan hendak menggenggam kedua bahu Rendy. Rendy lebih dulu menepis kasar tangan sahabatnya.


Pandangan dan raut wajah Rendy sudah berubah. Raut wajah menjadi dingin dan datar. Tatapan yang belum pernah Rendy perlihatkan.


"Ayah!Kapan penobatan di lakukan?".


"Besok. Lebih baik kau istirahat dengan baik sekarang."


"Baik, permisi ayah."Rendy berlalu pergi meninggalkan ruangan ayahnya.


Jovan tetap terdiam tidak menghentikan Rendy. Zen lah yang baru datang menghentikan pergerakan Rendy dengan menggenggam pergelangan tangan,"Kau kenapa Ren?Kau lupa dengan kita?".


"Kalian siapa?Aku tidak pernah memiliki teman, aku terlalu sibuk dengan tugas ku sebagai pangeran."Di susul menepis tangan Zen. Sebelum dirinya benar-benar meninggalkan ruangan ayah nya.


Zen yang sudah terfokus pada Jovan,"Jangan diam saja Rendy membutuhkan bantuan kau kan."

__ADS_1


Fokus Jovan pada ayah kandung Rendy,"Sudah terlambat."Sebelum dirinya berlalu meninggalkan ruangan ini.


__ADS_2