King Of Blood

King Of Blood
Eps.74 perlakuan manis


__ADS_3

"Jovan".Teriak Sella di barengi melonjak bangun duduk di atas tempat tidur. Keringat dingin bercucuran membasahi tubuh seakan-akan ia habis lari maraton.


Sella masih terduduk mengatur nafasnya yang tidak beraturan. Tokk....Tokk....suara ketukan pintu dengan kasar nan keras membuat atensinya membulat sempurna menatap pintu kamar nya sengaja ia biarkan terbuka.


Ia beranjak menurunkan kakinya dari atas tempat tidur. Sebelum berlahan-lahan mulai berjalan keluar untuk membuka pintu kepada seseorang yang terus saja mengetuk-ngetuk pintu rumah dengan kasar dan keras. Seperti seseorang yang mau berbuat jahat.


Tak lupa tangan kanan juga sudah mengeluarkan cakra merah panjang tajam. Akan tetapi karena teringat dengan pesan Dani,"Selama aku pergi jangan pernah menggunakan kekuatan mu, aku sudah mengajari mu taijutsu, dan teknik silat. Gunakan itu saja,"menjedah kalimat nya memperhatikan seksama raut wajah perempuan yang telah ia kenal beberapa tahun yang lalu. Perempuan yang selalu marah-marah kesal setiap kali bertemu dengan nya karena sikap dinginnya yang terlalu berlebihan."Kamu takut?".


Mendongak lebih keatas untuk melihat sepasang mata yang sejak tadi menatapnya. Sella menggeleng,"Istri Jovan bukan penakut".Ucap Sella membuat Dani sukses tersipu malu.


Ia tersenyum mengelus lembut surai rambut panjang Sella sebelum berangkat ke Negeri Kasia.


Next.....


Sella tidak jadi mengunakan kekuatan nya, ia memilih mengambil payung yang ada di dekat pintu utama masuk ke dalam rumah. Untuk ganti senjata nya.


Berlahan ia bukan gagang pintu itu, lepas terbuka ia langsung mengangkat payung itu bergerak akan memukul.


Baik Sella ataupun seseorang sana terdiam terpaku. Sella yang terfokus menatap Dani, orang yang mengetuk pintu rumah nya dengan kasar.

__ADS_1


"Dani".Seru Sella membuat Dani menurunkan kedua tangan perlindungan nya dari atas kepalanya.


"Kamu tadi kenapa?Tadi ada orang jahat nyakitin kamu?".Dani yang menghujat nya dengan pertanyaan-pertanyaan nya.


Sella menggeleng ringan,"Enggak".


Melihat payung dalam genggaman tangan Sella,"Terus itu buat apa?Sama kenapa lampu teras rumahnya kenapa di biarkan mati?".


"Umm..,"bergumam sejenak,"Lampunya rusak, terus payung ini cuma buat jaga-jaga aja".


Memukul lengan tangan Dani,"Lagian kamu pulang tidak kabarin dulu, aku kan jadi berpikir kamu orang jahat. Soalnya aku menekan kekuatan ku jadi agak sulit untuk ku mengenali energi kehadiran mu", potong Sella."Kamu juga kenapa ngetuk pintunya kayak maling,"Menjedah ucapan."Masih jam satu loh Dan".


Memahami betul apa yang di rasakan Sella. Dani hanya bisa terdiam menyungging senyum tipis memperhatikan istrinya yang tengah berbicara pada nya. Entah kenapa itu terlihat lucu untuk nya.


Merangkul bahu Sella mengajaknya untuk segera masuk ke dalam rumah. Di dalam Sella masih melanjutkan cerita panjang nya belum terselesaikan.


+++++++


Baru selesai mendengar cerita panjang Sella tanpa ada gelagat bosan sedikit pun. Dani berkata sembaring menatap lawan bicara nya,"Syukurlah kamu baik-baik saja selama aku pergi. Dan emang seharusnya harus gitu",potong Dani."Istri Jovan bukan penakut".

__ADS_1


Sella tersenyum manis mendengar nya. Sesaat sebelum Dani memberikan ia kecupan di kening nya.


"Maaf Ayumi,"menjedah ucapan nya."Seharusnya setelah menikah aku mengajak mu jalan-jalan atau memberikan mu sesuatu hadiah kejutan. Tapi aku malah pergi sebelum genap tiga Minggu setelah hari pernikahan. Meninggalkan kamu sendirian di sini".Dani tertunduk merasa bersalah.


Sella meraih kedua tangan besar di depan nya. Mengelus tangan itu dan meletakkan nya di kedua pipinya. Membuat Dani mendongak menatapnya kembali.


"Jovan tidak punya salah apa-apa. Kan yang di lakukan Jovan demi keselamatan dan kebahagiaan Ayumi".Kata Sella tenang.


"Iya".Dani atau Jovan menarik Sella atau Ayumi ke dalam pelukan nya. Mengelus-elus lembut punggung Sella dan surai belakang rambut kepala Sella.


Gelagat manis itu mulai bergerak lebih jauh. Dani mendorong berlahan tubuh Sella agar berbaring di atas tempat tidur di mana mereka berdua tengah mengobrol sejak tadi. Yang sepertinya tanpa di sadari oleh Sella. Atau memang sudah mengetahui, namun Sella tetap terdiam mengikuti.


Menerima perlakuan hangat yang sangat nyaman dari Ariando Jovan. Bukan sih tapi Dani.


Dani sudah berhasil membuat Sella berbaring dan ia masih ada di atas nya. Menatap sepasang mata indah yang semenjak tadi tidak berpaling sedikitpun perhatian nya untuk menatap dirinya.


"Boleh kan Ayumi?".Pertanyaan yang sangat tidak membebani Sella untuk menyetujui nya dengan anggukan kepala nya ringan tanpa ia mengalihkan pandangan nya dari sosok laki-laki di depannya.


Yang benar-benar sangat menghormati kehadiran nya. Bukan hanya sebagai sahabat, ataupun istri. Tapi juga sebagian manusia yang memang seharusnya di manusia kan. Entah kenapa Dani masih saja sangat memperlakukannya dengan baik setelah ia mengetahui jika nyawanya bisa saja ikut terancam karena berada di sisinya.

__ADS_1


Kedua pandangan ini semakin dekat satu sama lain. Sangat dekat sampai Dani bisa memberikan kecupan sekilas di bibir Sella. Sebelum kembali ia ciuman lebih lama lagi.


******* pelan terdengar lembut dari Sella yang seutuhnya sudah menjadi milik Dani,"Aahh.....Jo".Sella mencengkeram kuat lengan kekar yang merangkul tubuhnya kuat. Dan saking kuatnya, sepertinya ia meninggalkan bekas luka di sana. Namun ia tidak perduli dengan itu. Saat ini ia hanya merasakan tubuhnya terasa sangat dingin, namun juga panas. Di seluruh tubuh sampai membuat kepala terasa sedikit pening.


__ADS_2