
Langit biru tua telah mengambil alih langit biru laut, bersama dengan kerumunan setitik-titik putih bercahaya terang bertebaran di atas keempat maklum tengah duduk memutari api unggun. Sembaring menikmati menu ikan bakar makan malam mereka berempat.
"Jov",Zen yang terus berusaha mendesak Jovan untuk mengatakan yang sebenarnya pada Rendy.
"Ren besok kita ambil jalan memutar,"Jovan yang sudah terfokus pada lawan bicara.
"Hem,"Balas Rendy yang terlalu sibuk bercengkrama pada Yuriko.
++++++
"Jov, Jovan!!!,"Teriak Rendy sembaring menggoyang-goyangkan tubuh Jovan yang masih tertutup selimut.
"Hmmm,"Jovan yang mengubah posisi berbaring telentang.
"Zen dan Yuriko hilang,"Rendy dengan kepanikan nya.
Beranjak bangun dari tempat tidur dengan santai,"Yang hilang bukan Yuriko tapi Zen".
"Iya keduanya lah, kau ini bagaimana?".
"Kau belum menyadari sesuatu".Jovan membuat Rendy mengerutkan keningnya,"Yuriko hanya arwah".
"Maksudnya?Maksudnya....dia, Yuriko hantu?"Rendy mengambil jarak sedikit mundur sembaring mendekap mulutnya.
Jovan yang sudah berdiri dengan baik,"Lebih baik ayo cari Zen, sebelum bocah menyusahkan itu mati".
Rendy yang masih syok setengah jantung tertinggal, berjalan perlahan-lahan dengan sesekali terhuyat-huyat. Menyusul rekannya yang sudah berjalan jauh darinya.
__ADS_1
++++++
"Hantu!!Hantu...Aku...jadi.....Hantu...aku....,"Rendy yang masih terus bergumam meracau.
Jovan yang masih dapat mendengar dengan jelas berkata,"Diam Rendy. Kau ini kenapa?Jika kau terus meracau mereka akan mengetahui lebih dulu, maka kita akan kehilangan Zen untuk selamanya".
"Kau tau Jov,"Rendy yang sudah terfokus pada lawan bicara,"Aku pernah mencium Yuriko".
"Cepat jalan",Di balas dengan respon cuek Jovan yang kembali melanjutkan perjalanan. Tanpa arah untuk mencari keberadaan Zen yang hilang.
"Aku bilang seperti itu pada sahabat polos yang tidak kenal wanita, mana faham".Gumam Rendy meratapi nasibnya.
++++
"Apa mau mu?".Zen yang saat ini tengah bersama Yuriko di dalam bangunan tua yang runtuh.
"Makhluk?".Zen berjalan mendekat pada kolam. Untuk melihat isi dalam kolam yang membeku mengeluarkan cahaya orange terang.
"Sekarang dia sedang tidur".
"Kalau dia bangun?".
"Aku akan berusaha membunuh nya sebelum dia bangun".
Tiba-tiba saja retak kecil terjadi, mengeluarkan panjang-panjang panjang menggeliat-ngelit menarik tubuh Zen yang belum siap untuk menghindar.
"Dia bangun lebih cepat".Batin Yuriko memperhatikan.
__ADS_1
Slakk......Pedang Cakra biru langsung memotong dengan baik benda pajang yang melilit tubuh Zen.
"Yuriko kau".Rendy yang menunjukkan kekecewaan nya.
Tanpa memperdulikan tatapan kekecewaan Rendy. Yuriko bergegas berdiri di tempat penyegelan nya. Untuk menghancurkan makhluk yang telah bangkit dari tidur panjang nya.
Tubuh Yuriko belahan-lahan menjadi transparan dan mengeluar cahaya putih terang.
Sementara makhluk yang akan Yuriko hancurkan sudah tidak terkendali lagi. Jovan yang telah membangkitkan kekuatan matanya. Bergegas mengeluarkan jurus nya.
Rekakk......Sull.......Kekuatan petir Jovan di serap oleh makhluk yang tengah mengamuk ini.
"Makhluk itu bisa menyerap Cakra".Zen yang tercengang di tempat nya berpijak.
Slakk......cerr......Jovan kembali memotong benda panjang menggeliat-ngelit yang akan mengambil Rendy,"Nanti saja melamun nya be**go".Berlari cepat mendekati makhluk ini.
Dengan keberanian Jovan melawan monster mengerikan yang mengamuk ini. Yang bergerak nya sudah menghancurkan hampir sebagian bangunan tua runtuh ini.
Makhluk atau monster ini seperti tengah kelaparan. Sangat kelaparan, itu terlihat jelas bagaimana benda panjang yang menggeliat-ngelit itu mencari sesuatu apapun di sekitar hewan hidup untuk langsung ia telan hidup-hidup.
"Ayo Rendy, kita harus membantu Yuriko untuk menghancurkan makhluk rakus ini,"Zen mengeluar jurus nya bersiap untuk ikut bergabung dengan Jovan melawan monster ini.
Sementara Yuriko yang tengah mempersiapkan segelnya, tiba-tiba saja di sergap oleh monster ini. Seketika tubuh Yuriko langsung hancur menjadi butiran-butiran cahaya partikel kecil.
Mengepalkan tangannya,"Beraninya kau melenyapkan wanita ku", Tiba-tiba saja tubuh Rendy mengeluarkan cahaya putih terang. Lantai tempatnya berpijak langsung amblas retak.
Zen yang tengah menghindar dari benda-benda panjang ini,"Bukankah Rendy tidak memiliki cakra untuk bertarung".
__ADS_1
"Kau lupa?Rendy seorang anak bangsawan".Jovan mengayunkan pedang cakra nya untuk memutus banyaknya benda panjang yang mendekati nya.