
"Jovan belum kembali?".Tanya Temari pada Banji .
Benji yang tengah duduk di dekat Temari,"Belum."Balas singkat Banji,"Apakah anak itu tidak punya akal, lihat bangunan itu bergetar akan runtuh kembali."Luapan kekesalan Banji pada Jovan.
Sementara Temari yang sudah terbiasa dengan sikap Jovan pun tersenyum kecut sekaligus menahan kekesalan yang sama seperti Banji.
Gerumm......Krekk....Bumm.....Lekas beranjak dari tempat duduknya,"Tuh kan astaga anak itu!!".Banji yang melihat persembunyian itu runtuh benar-benar rata dengan tanah.
Kepanikan mulai terlihat dari raut wajah keduanya di kala Jovan belum kunjung kembali. Temari yang langsung bisa berdiri dengan baik tanpa merasa sakit di kaki nya yang cidera.
"Itu bukan persembunyian organisasi Taka. Melainkan persembunyian mantan anggota Yinyang."Jelas Jovan singkat membuat kedua orang ini terpaku kaget dengan kehadiran tiba-tiba Jovan yang ternyata sudah berdiri di belakang mereka berdua.
"Kau! Bagaimana bisa?". Pertanyaan yang seharusnya di ucapkan Jovan justru di ucapkan Banji.
Menatap datar,"Justru aku yang tanya kepada kalian berdua. Apakah kalian tidak menyadari sejak awal siapa yang masuk ke dalam sana?".
Tidak mendapatkan respon,"CK ayo kembali, di sini sudah tidak ada yang berguna."Jovan yang berlalu lebih dulu dari kedua orang ini.
Sedikit kesalahan untuk keduanya yang tidak menyadari, jika yang masuk ke dalam bangunan hanya bayangan Jovan. Sementara Jovan yang asli sejak tadi ada bersama Temari dan Banji menyimak Omelan kedua rekannya.
Next....
Fokus Ayumi menatap dia. Sesosok perempuan yang sembaring tadi membuntuti pergerakan nya. Dan menyerangnya diam-diam.
__ADS_1
Hana. Perempuan itu adalah Hana.
Hana meringis dengan serangan Ayumi yang berhasil membuat tubuh terpental jauh membentur dinding cukup kuat. Sampai dinding ini runtuh.
Hana kembali bangkit, ia berdiri dengan benar. Fokus menatap Ayumi tak lupa dengan senyum miring yang sinis,"Kau ingin menyelamatkan mereka?".Tanya Hana.
"Iya."Jawab tegas Ayumi,"Di mana mereka kau sembunyikan?".Lanjutnya.
"hAahhahh..... manusia-manusia. Mereka lucu-lucu iya."Hana yang justru tertawa tanpa alasan yang jelas.
Ayumi menyipitkan tatapan mata, ia semakin fokus pada lawan.
Merapikan pakaian yang sedikit kotor,"Mereka semua sudah menjadi tumbal ku."
Senyum Hana luntur, atensi nya langsung terfokus pada Ayumi tajam,"Kau tidak percaya pada ku?".
"Jih.... sayangnya aku tertarik dengan mu."
"Maks....". Belum sempat menyelesaikan ucapannya. Ayumi sudah lebih dulu mendapatkan serangan tiba-tiba dari Hana.
Perempuan cantik ini menyerang Ayumi membabi-buta. Membuat Ayumi sempat beberapa kali menerima serangan.
Next....
__ADS_1
Di sisi lain Hinata tengah berlari menuju tempat Ayumi. Sshett...... Menghentikan langkah tiba-tiba karena seseorang menghalangi jalannya,"Etss....tidak secepat itu Nona."Ucap seorang pria yang menghentikan pergerakan Hinata.
Next.....
Setibanya di kantor Zaiem. Jovan kedua rekannya langsung berhadapan dengan Nona Selmire.
"Tempat itu bukan persembunyian organisasi Taka, melainkan tempat persembunyian mantan anggota Yinyang."
"Horman."Seru pelan Nona Selmire menatap tajam penuh kekesalan.
"Izinkan aku untuk keluar dari negeri ini beberapa hari. Aku ingin menyelesaikan semuanya secepatnya."Jovan yang sudah mengenal betul siapa pemilik persembunyian itu.
Selepas terdiam sejenak, Nona Selmire yang telah usai berpikir juga sudah faham bet masalah apa yang Jovan maksud,"Baiklah, ajak Zen bersama mu."
"Iya."Balas singkat Jovan langsung berlalu meninggalkan ruang kerja pribadi Zaiem tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Di sisi lain. Temari langsung di bantu oleh Nona Lili ke ruang kesehatan untuk segera mendapatkan penanganan.
Next...
Depp.....Menahan sekuat tenaga pedang sebesar tubuh agar tidak sampai melukai dirinya,"CK, semoga tidak terjadi apa-apa pada Ayumi."Batin Hinata sett....Mengambil langkah mundur setelah berhasil lepas.
Mengatur nafasnya yang terengah-engah,"Tidak ada waktu untuk bermain-main baji****ngan."Hinata berlari secepat mungkin untuk kembali menyerang musuh di depannya.
__ADS_1