
Sella dapat dengan mudah membuat monster dalam diri Sendy bertekuk lutut di depannya. Di karenakan ia terlahir sama seperti putranya. Dan dirinya sudah berhasil mengendalikan kekuatan dalam diri hingga ia di kenal sebagai ratu iblis terkuat di alam iblis. Alam para monster menakutkan berkumpul.
Sendy hanya tertidur pingsan terbaring di tempat tidurnya. Sementara Rocky dalam keadaan kritis karena luka-luka yang ia dapatkan cukup parah melukai sekujur tubuhnya. Tidak terkecuali luka di dada kirinya, yang cukup dalam melukai jantungnya.
Rocky sudah di bawah ke rumah sakit. Dan ibunya sendiri lah yang ikut turun tangan merawat keadaan nya. Namun sudah tiga jam lamanya tidak ada satupun orang keluar dari ruang UGD untuk memberitahu kabar baiknya.
Sella yang tengah duduk di samping tempat tidur putranya yang tertidur pulas berkata,"Aku harus membantunya Jo".Ucapnya tanpa melihat Dani yang berdiri di samping tempat nya duduk.
"Kedua orang tua Rocky sudah cukup banyak membantu kita. Kini giliran kita yang membantu nya".
Dani yang sudah mengerti arah topik pembicaraan hanya bisa terdiam membisu.
"Aku akan meninggalkan sedikit kekuatan ku padanya, aku harap bisa bertemu dengan nya suatu saat nanti", mendongak melihat suaminya."Kamu jangan pergi terlalu jauh lagi setelah ini".
"Tidak",balas singkat Dani."Maaf membuat kalian berdua berada di situasi seperti ini".
Menarik tangan suaminya, mengelus lembut tangan besar itu dengan kedua tangan nya."Semua bukan salah mu Jo".
Tersenyum hangat,"Kamu juga sudah banyak menjaga ku dan Sendy".
"Aku juga punya banyak hutang nyawa kepada mu. Dan aku malah menam.....".
Dani berjongkok di depan Sella. Memeluk erat tubuh Sella ke dalam pelukannya.
"Terima kasih Ayumi",Dani berucap tanpa melepaskan pelukan hangat yang tidak pernah terjadi beberapa tahun ini.
__ADS_1
++++++
++++++++++
Sayup-sayup sepasang kelopak mata ini terbuka. Perhatian kabur itu melihat sekeliling nya, sampai perhatian itu terhenti tepat saat ia merasa rasa berat di tangan kanan yang tertindih.
"Ayah",seru Sendy mendapatkan ayahnya yang tengah tertidur terduduk di samping nya berbaring sembaring menggenggam tangan kanannya dengan kedua tangan beratnya.
Merasakan pergerakan itu, lantas Dani langsung terbangun dari tidurnya.
"Syukurlah kau sudah siuman".
"Aku pingsan iya?".
"Ibu mana?".
"Pergi".
"Kemana?".
"Kamu lapar?".
"Pergi ke mana Yah?Kenapa tidak mengajak ku?".
"Ibu sudah meninggal".
__ADS_1
Seketika itu juga Sendy langsung beranjak bangun duduk dari tempat tidurnya."Maksud ayah?".
"Ibu mengorbankan dirinya untuk memperbaiki segel kutukan dalam diri mu. Ia akan menahan segel itu sampai kau menginjak usia 18tahun".
"Kenapa harus ibu?Kenapa harus di perbaiki?Emang apa yang aku lakukan kemarin?".
"Karena ibu mu terlahir sama seperti mu".
"Ibu....".Sendy menunduk kepalanya muram.
Namun sesaat kemudian Sendy mengangkat kepalanya, menatap dingin pada Dani.
"Ini semua salah ayah",ucapnya bernada tinggi."Jika saja ayah selalu bersama kami mungkin aku dan ibu tidak akan seperti ini".
"Ibu selalu menangis setiap hari karena ayah. Ibu juga selalu merasa tidak enak setiap kali melakukan sesuatu di rumah ini. Ibu selalu tidak tenang, dia tidak bisa bebas".
"Aku tau Tante Rachel dan Om Rendy baik. Tapi rasanya tetap saja, rasanya sangat tidak enak kami tidak pernah bisa bebas. Tidak pernah punya rumah ataupun rumah sebenarnya keluarga".
Menghela nafas kasar,"Pergi".
"Tinggal aku sendiri".
Menyadari kesalahannya, walaupun tau apa yang ia lakukan selama ini demi keselamatan nya. Dani tetap memilih terdiam mengalah. Memilih untuk pergi membiarkan putranya sendirian untuk beberapa saat.
++++
__ADS_1