
Izanami masuk dan datang tepat pada waktunya untuk membantu Kangkuro. Menangkis serangan musuh.
Di lain sisi. Musuh yang di serang oleh Izanami justru kembali bangkit. Dan luka-luka bekas serangan Izanami berlahan-lahan pulih dengan sendirinya.
Izanami yang melihat itu hanya terpaku diam,"Aku bilang juga apa, jangan tangkis serangan nya."
"Kau akan mati bang***sat!!".Jengkel Izanami nada suara rendah.
"Serangannya hanya manipulasi bukan serangan asli. Dan serangan itu hanya mengelabui untuk memanfaatkan waktu lengah lawannya untuk menarik jaringan Cakra kita."
"Maksud mu, sekarang dia mengambil jaringan Cakra milik ku."
"Iya. Dan sebentar lagi kita akan mati di sini."Kata Kangkuro dengan santainya.
Awalnya panik khawatir. Akan tetapi sikapnya berubah menjadi tenang kembali.
Next....
"Kau pergi saja, yang lain pasti nya membutuhkan bantuan mu?".
"Ada Rendy dan Zen."
"Hmm."Mendongak menatap Jovan yang tetap berdiri di samping nya,"Nona Selmire menyuruh kalian menyusul kami?".
"Tidak."
"Lantas kenapa kalian bisa ada di sini?".
Tanpa melihat lawan bicaranya, nada suara dingin terucap,"Bisakah kau diam."
__ADS_1
"Hm."Dalam hati
Next.....
Sstt....Bum....Saling beradu beda tajam. Itu yang tengah Zen dan musuh pria nya. Keduanya hampir imbang menghancurkan bangunan sekeliling nya.
Sementara Hinata hanya terdiam menonton karena perintah tegas dari Zen. Akan tetapi yang namanya Hinata.
Hinata melakukan ritual mengeluarkan kekuatan dengan cepat, Srekk......Bum.....Serangan pertama batu Zamrud meleset Srek......Dep...... Yang kedua tentu tidak akan meleset dengan gerakan cekatan ritual kekuatan nya.
Seketika tubuh musuh sebagai terkurung di dalam Batu Zamrud. Zen terdiam tanpa memperlihatkan rasa kaget dengan gerakan cepat Hinata, putri Sulung Seorang Sultan.
Hinata yang sudah berdiri di depan musuhnya,"Di mana seluruh warga desa Sun?".
Lawan hanya terdiam menyungging senyum miring. Mengejek Hinata agar terpancing emosi.
Sayangnya jiwa es balok dalam diri Hinata tidak semudah itu untuk di carikan, Pyaar....Srek...... Hinata menghancurkan separuh batu zamrud yang mengurung tubuh musuh. Sampai menjadi butiran serpihan kecil bercampur dengan merah pekat berbau amis yang di keluarkan dari separuh tubuh musuh. Bersamaan dengan itu baru lain seperti dinding kaca tipis melindungi Hinata dari cipratan darah musuh.
Next....
"Apa ini jalan keluar nya?".Tanya Rendy kepada perwakilan semua warga desa Sun yang hilang, kepala desa.
Mengangguk ringan,"Iya Tuan. Sayangnya salah satu dari kami tidak ada yang bisa mendorong atau menyingkirkan batu sebesar ini."
Iya, Rendy telah menemukan seluruh warga Sun yang lenyap dari desa Sun. Dan selama itu seluruh warga desa Sun terkurung dalam gua bawah tanah tanpa bisa keluar. Sementara pintu penutup gua ini adalah sebongkah batu bulat besar.
Rendy terdiam memikirkan cara untuk mendorong batu ini agar ia dan warga desa Sun dapat keluar dari tempat pengap ini. Sementara dirinya sendiri tidak memiliki kekuatan apapun.
Kretek......batu besar ini tiba-tiba memunculkan retakan brukk.....Batu besar ini berubah menjadi butiran kerikil kecil dalam sekejap mata.
__ADS_1
Rendy dan seluruh warga desa Sun langsung terpaku membulatkan manik mata mereka masing-masing kaget.
Berlahan-lahan asap-asap reruntuhan menghilangkan dan luar sana menampilkan dua sosok manusia.
"Jovan."Seru pelan Rendy kenal betul siapa salah satu dari sosok itu.
Sementara Ayumi mengangkat tangan kanannya,"Kalian sudah bebas, lekas keluar cuaca hari ini sangat bagus."Teriak Ayumi di susul senyum ramahnya membuat seluruh warga desa Sun bersorak gembira dan secepat berlari keluar gua untuk menghirup udara kebebasan.
"Hoowww...".
"Horeere.......".
"bebasss...kita bebass...."
Next.....
"Tidak ada cara lain selain diam."Penyakit pemikiran terlalu santuy Izanami kembali menyerang.
Melirik sekilas ke arah Izanami,"CK lemah!".Ejek Kangkuro,"Jalannya harus terus melawan tanpa perduli akan berakhir kapan."Baru saja ingin menyerang lawannya.
Serangan brutal muncul tiba-tiba sasaran musuh Srekk...Dep....Pyaarr......Sekali serangan tiba-tiba dari Hinata berhasil menghancurkan langsung keseluruhan tubuh lawannya sampai menjadi butiran-butiran kecil batu Zamrud.
Hinata hanya diam menatap ke tiga pria yang tengah bersamanya. Sebelum akhirnya ia langsung berlalu pergi meninggalkan tempat yang akan segera runtuh ini. Karena sang pemilik telah wafat.
Next...
Hinata mengajak Kangkuro ke tempat jazad tadi. Tempat di mana hanya tinggal sebagai badan musuh tadi berada.
Fokus pada Kangkuro,"Ambil informasi yang penting."Suruh Hinata pada Kangkuro yang memiliki kekuatan sensor atau membaca pikiran seseorang yang sudah mati sekalipun.
__ADS_1
Sementara Kangkuro masih terdiam menahan mual melihat kondisi jazad ini. Akan tetapi ini sudah menjadi tugasnya dan seharusnya ia sudah terbiasa.