
Baru juga bangun tidur. Sendy, Leo, juga Giji langsung di sibukkan mencari keberadaan Rocky yang entah pergi ke mana. Karena sejak awal bangun Giji sudah tidak merasakan lagi kehadiran Rocky di sekitar lingkungan penginapan ini.
Mau tidak mau mereka bertiga harus mencari Rocky sampai keluar rumah penginapan. Tepat di saat itulah. Rocky di ketemukan, ia datang menghampiri mereka bertiga sendiri.
"Dari mana Ky?",tanya Leo pada Rocky yang baru saja datang.
"Cari makan",balas nya dingin."Sudah mau berangkat?".Lanjut nya masih bernada bicara dingin.
"Eh",heran Leo menyadari perubahan sikap dan nada bicara Rocky. Yang terkesan lebih santai dan tenang dari biasanya yang bar-bar.
"Ayo berangkat",ajak Sendy berjalan menjauh pergi lebih dulu.
Keempat nya melanjutkan perjalanan seperti biasa. Namun bedanya sepanjang perjalanan keluar dari desa ini. Keempat selalu menjadi pusat perhatian. Hingga tibalah yang di tunggu-tunggu saat sudah sangat jauh dari desa tadi.
Sendy tiba-tiba saja menghentikan langkah kakinya membuat rekan-rekan ikut berhenti, tidak terkecuali dengan Rocky juga.
Sendy tanpa berbalik badan menghadap dua rekan yang berdiri di belakang,"Kenapa kau memaksakan diri untuk ikut, sementara kau tidak bisa bertahan tanpa darah".Kata Sendy memperlihatkan respon Giji yang memang sudah melihat nya terkejut mematung di tempat.
Melihat siapa?Tentu saja melihat Rocky yang mulutnya sudah berbusa-busa berliur-liur haus juga lapar.
Giji saja terkejut bagaimana dengan Leo yang berdiri tepat di sampai Rocky. Sayangnya tidak seperti yang kalian pikirkan. Leo tetap tenang walaupun yang di depan melihat dirinya seperti makanan lezat.
Aaaahhhhh........Rocky tergerak cepat untuk menggigit Leo. Gerakan cepat yang terhenti di tengah-tengah karena akar tanaman kekuatan Sendy menghentikan pergerakan nya tepat pada waktunya. Sekalipun gigi-gigi tajam ini sudah sangat dekat sekali dengan leher Leo.
__ADS_1
Masih terdiam di tempat nya Leo mengeluarkan kristal tajam dari tangan kanan nya.
"Jangan bunuh",ucap Sendy untuk menghentikan Leo."Jika kau bunuh dia kita tidak akan bisa bertemu Rocky".jelasnya singkat membuat kristal di tangan kanan hancur.
"Akan ku berikan darah jika kau mengatakan ke mana mereka membawa Rocky?".tawar Sendy untuk Rocky palsu ini yang berlahan-lahan menunjukkan wujud aslinya karena kehilangan kekuatan.
Ia menjadi semakin melemah bersujud lutut di depan mereka bertiga. Rambut hitam legam panjang terlihat mulai tergerai panjang, pakaian dress merah selutut dengan mantel coklat tua. Perempuan bermata kuning menyalah ini kenakan.
Sudah bisa kalian tebak jika perempuan bermata kuning ini adalah monster penghisap darah, Vampir.
Sendy mendekati berjongkok di depan nya,"Katakan sebelum kau mati".
"Kenapa kau mencari jasad?".
"Penjara bawah tanah di bawah istana kami",kata perempuan ini akhirnya.
Tidak langsung percaya. Namun tetap harus di pastikan. Sendy tanpa melepaskan akar-akar timbunan kuat yang melilit tubuh perempuan ini. Ia kembali beranjak dari tempat nya berjongkok.
Terfokus melihat Leo,"Berikan darah mu".
"Kenapa harus aku, Giji kan bisa. Kau juga bisa kan",tentang Leo sedikit marah.
Dengan kekuatan nya Sendy membuat mangkuk daun dan memberikan pada Leo.
__ADS_1
Walaupun dengan ekspresi marah Leo tepat menerima pemberian Sendy. Ia akhirnya memotong sendiri telapak tangan dengan sebilah pisau kristal. Membiarkan darah nya mengalir ke dalam mangkuk daun ini.
Sementara Leo memberikan mangkuk berisi kan darah nya kepada perempuan ini setelah ia selesai membalut lukanya dengan perban luka tentunya.
Dengan bantuan Leo perempuan ini langsung meminum darah ini dengan sangat terburu-buru. Terlihat jelas jika memang benar jika perempuan ini benar-benar sangat kelaparan juga haus.
"Aku akan pergi lebih dulu. Kalian menyusul saja",Sendy sebelum akhirnya melesat cepat meninggalkan tempat ini.
"Cih",umpat Leo sedikit kesal menatap kepergian Sendy.
Fokusnya yang sudah kembali pada perempuan di depannya,"Menurut ku Vampir hanya makam 1 bulan sekali. Tapi kau....",menghentikan nada bicara saat melihat perempuan ini sudah selesai menghabisi seluruh darah miliknya yang ada di dalam mangkuk daun ini.
"Maaf",nada bicara rendah terucap darinya yang menundukkan pandangan nya dari kontak mata Leo yang melihat nya.
"Sudah dua tahun ini aku di kurung di bawah tanah. Mereka adalah vampir jahat yang telah membunuh ayah ku",nada bicara yang semakin rendah bersamaan dengan bui bening yang mengalir deras membasahi pipinya."Maaf karena membuat teman kalian dalam bahaya. Karena hanya itu cara satu-satunya agar aku di bebaskan".
Tanpa mengatakan sepatah kata pun Leo membantu perempuan yang masih terikat ini untuk berdiri dari tempat nya terduduk. Sebelum akhirnya ia berlalu berjalan lebih dulu.
"Cepat jalan",ucap nya dingin pada perempuan ini.
"Kau harus bersabar jika bersama nya, karena Leo sangat mirip dengan Sendy. Kejam dan menakutkan",peringatan Giji membuat perempuan ini terkejut, sangat-sangat terkejut.
"Anjing bicara".
__ADS_1
"UPS",ujar Giji lupa."Astaga lupa aku, sudah cepat jalan".ajak nya berjalan beriringan dengan nya yang mulai mengikuti Leo.