
Hari ulang tahun Triple G
Gereja jam 12 siang
Acara pemberkatan keenam mempelai sudah selesai, kini mereka kembali ke mansion untuk acara syukuran makan makan dengan keluarga terdekat mereka
Triplet H, Regan, Donny dan keluarga mereka turut hadir dalam acara tersebut menyelamati ketiga mempelai
setelah acara makan makan selesai keenam mempelai bergegas ke badan pendudukan menyelesaikan dokumen pernikahan sebelum tamu berpulangan
Malam itu keenam mempelai menginap di HW Hotel, milik harvey .
Usai dari badan kependudukan, enam mempelai makan bersama . para pria terlibat percakapan singkat , sebenernya hanya gallen dan gabriel saja.
"Kamu akan ke florida kak?" tanya gabriel, gallen mengangguk sambil tersenyum "memang ada pilihan lain kalau perintah buyut?" tanya gallen sambil tertawa . gabriel ikut tertawa. "Jadi perusahaanmu gimana kak?" tanya gab
"Biar di urus gladys managemennya" jawab gallen, jonathan langsung memasang wajah masam "gladys tak bisa bekerja di perusahaan lagi. saya akan membawanya ke swiss" ucapnya dingin
"Bisa gladys?" tanya gallen , gladys menatap suaminya yang menatapnya tajam . gladys hanya menunduk dan diam
"Dasar kulkas huh" batin gladys
"Menyerahlah kak, serahkan pada hanna saja, atau jual pada twins" ledek gab
"twins sudah sibuk, gavi mengurus pabrik elektroniknya, apalagi gilbert sedang mengurus pembukaan pabrik game barunya. hanna harapan terakhir" jawab gallen pasrah
"Kau sendiri bagaimana? pindah ke millan?" tanya gabriel "memang aku punya pilihan?" tanya gab mengulangi kalimat gallen, mereka bertiga tertawa
"Perusahaanmu bagaimana?" tanya gallen "jual ke mama, mama akan mengurusnya nanti"
"Jangan kak, aku mencintai G Park, disana aku tumbuh besar seiring usia kita. aku akan memberi saham pada yudith saja untuk mengelolanya"
"Setuju" jawab gladys
viona dan naomi agak terkejut mendengar percakapan tiga bersaudara itu. dari percakapan itu ketahuan jelas mereka adalah CEO dan memiliki perusahaan masing masing bahkan pabrik. ada rasa malu di hati mereka mengetahui hal ini tapi mereka milih diam agar tidak terlalu malu
usai makan mereka kembali ke hotel, gallen bersikap dingin pada viona . tiba di kamar ia memberi perintah dengan nada dingin pada viona "siapkan pakaianku" lalu ke kamar mandi
viona segera menyiapkan pakaian gallen dan meletakkannya di sofa kamar president suites itu. saat gallen keluar ia segera membawa pakaiannya dan masuk ke kamar mandi dengan cepat
usai mandi ia melihat gallen sudah tertidur dengan boxernya. ya gallen sungguh lelah atas persiapan pernikahannya
akhirnya viona memilih berbaring dan memejamkan mata disamping gallen, ada perasaan gugup dan tak nyaman tapi karena lelah akhirnya ia tidur juga
__ADS_1
Tengah malam, ia merasa terganggu dengan tangan yang menjelajahi tubuhnya, gallen tampak sedang menyusu dengan lahap
"kak.. agh" viona terkejut mau mendorong tubuh kekar itu tapi ia tak kuasa karena kekuatannya kalah jauh. ditambah sebuah rasa enak yang belum pernah ia rasakan. akhirnya ia memilih menikmatinya sampai gallen menyelesaikan olahraga panasnya
Beda di kamar Gallen, Beda lagi dikamar gabriel, dia merasa istrinya terlalu angkuh dan arogan. sehingga ia malas berbicara dengannya. sampai kamar ia segera membersihkan diri , usai mandi ia bertanya dengan dingin "Mana pakaianku" naomi bergegas membuka koper dan mengambilkan pakaian gabriel. lalu bergegas pergi mandi.
gabriel sendiri yang sangat lelah, segera memejamkan matanya dan tidur dengan pulas sampai esok pagi tanpa bicara apa apa dengan istrinya
****
Dikamar Jonathan, saat mereka tiba dikamar, gladys langsung membuka koper jonathan, menyediakan pakaiannya lalu mengambil pakaiannya sendiri. dia menyeduh secangkir teh hangat di meja kerja dikamar president suites itu untuk suaminya lalu bergegas membersihkan diri
setelah setengah jam berendam, rasa lelahnya hilang berganti rasa kantuk. ia pun segera menyelesaikan mandinya dan keluar dari kamar mandi
ia melihat suaminya hanya mengenakan boxer tanpa atasan, menampilkan roti sobeknya dan tubuh kekar itu terpampang jelas didepan mata gladys.
hampir tiap hari gladys melihat pemandangan itu di rumahnya, mulai dari papanya sampai empat saudaranya. tapi baru kali ini dia melihat pria lain . dia segera membuang muka dan berjalan ke ranjang lalu mengecharge semua devicenya dan berbaring diranjang berusaha memejamkan matanya
tak lama jonathan keluar kamar mandi, aroma sabun mint membuat seisi ruangan serasa segar, gladys hanya diam masih berusaha tidur, tapi saat ada gerakan di ranjang, tangan besar itu meraih tubuh kecilnya lalu mengecup bibir mungil itu
"Aku tau kamu belum tidur" bisiknya sambil menggigit kecil telinga gladys. gladys merasa tubuhnya seperti kesetrum . ia lemas seketika apalagi saat jonathan mel -umat bibir mungilnya. dia membeku tak tau harus berbuat apa
"Balas gladys" bisik jonathan "a-aku tak tau caranya" jawab gladys gugup, takut, bingung, malu. ia sampai membuang wajahnya . jonathan meraup wajah kecil itu
pekikan kesakitan dan air mata menetes dari gladys membuat jonathan tak tega "maafkan aku sayang, tapi aku janji setelah ini tak sakit lagi" jonathan menambah pemanasan agar istri kecilnya relax baru mulai menggerakkan tubuhnya
dua jam olah raga itu akhirnya selesai "Terima kasih sayang. Sudah memberi hartamu yang paling berharga untukku" bisiknya . gladys hanya mengangguk dan memejamkan matanya lalu tertidur . jonathan menatap wajah cantik itu cukup lama . hatinya terasa damai dan hangat
"Gadis kecilku sudah dewasa, kamu semakin cantik" ucap jonathan dalam hati sambil mengecup kening wanitanya
♡♡♡♡♡
Esok pagi jam delapan
enam pengantin baru bertemu di restoran untuk sarapan . mereka sama sama diam karena malu dan canggung akhirnya mereka makan dengan diam
"Setelah ini kalian mau kemana? kami mau kembali ke mansion untuk meeting sebab ada yang harus kami urus" tanya gallen pada jonathan. gladys menyentuh lengan suaminya
"kak aku harus meeting juga menyerahkan tugasku pada mama dan adikku" ucapnya pelan, jonathan mengangguk datar "baik kita kembali ke mansion"
gallen memerintahkan pengawal membawa semua koper mereka pulang, mereka langsung ke mansion
"Loh pagi pagi sudah pulang? para pengantin" tanya gerald
__ADS_1
"mana oleh oleh hanna?" tanya hanna menjulurkan tangan
"Kami menikah bukan jalan jalan" ucap gallen sambil menggendong dan mengecup pipi gembul gadis kecil itu
"oh orang menikah ga bawa oleh oleh?" tanya hanna
"ada tapi tahun depan, bawa bayi mungil buat hanna" jawab gerald, harlene langsung mencubit pinggangnya. gerald terbahak bahak menahan sakit
"bicara sembarang dengan anak kecil huh" omel harlene
"Hanna kita harus meeting, kalian bisa ikut kalau mau" ucap gallen pada keluarga barunya. lalu membawa hanna dalam gendongannya ke ruangan meeting
"Ayo kakak ipar" ajak hanna pada keluarga barunya sambil memeluk leher gallen
"Menurut papa bagaimana perusahaan kami?"
"Triple G bisa papa bantu jaga, tak perlu di jual karena managemen sudah berjalan rapi, papa akan mengambil kembali bangku CEO karena itu pusat perusahaan kamu dan sedang berkembang kencang. kalau kamu jual satu kakimu sudah patah karena kamu berkurang satu pusat perusahaan"
"Baik pah" jawab gallen
"Mengenai arrista, sahammu bisa kamu jual pada hanna atau mama, nanti yorris bisa mengelolanya"
"Baik pah" jawab gallen
"GV Group di Florida adalah milik kamu yang selama ini di jalankan oleh sistem dan management buyut hansel dan di bawah pengawasan Uncle Haekal. kamu bisa mengambil kembali bangku kepemimpinan. saat kamu tiba kamu tinggal mengembangkannya"
viona rasanya ingin menyimpan wajahnya dalam lubang karena suaminya pemilik GV Group, Salah satu Perusahaan terbesar dibawah naungan Triplet H corp. perusahaan itu bahkan puluhan kali lebih besar daripada perusahaannya dan perusahaan keluarganya
"Baik pah" jawab gallen
"Kamu gabriel, G park sebaiknya kamu berikan saham kosong pada hosea sesuai prestasi, dia tenaga potensial. mengingat pabrikmu sedang sangat melejit grafiknya"
"Baik pah" jawab gabriel
"Untuk GB Corp, kamu bisa minta yudith menjalankannya karena yudith juga tenaga potensial, berikan saham kosong padanya agar dia bisa mengelola maximal"
"GB mau gabriel jual ke hanna saja pah, gab akan pindah dan berjuang di miami, tak bisa fokus terlalu banyak"
"Hanna bersedia membeli?" tanya gerald
"Tidak, hanna sibuk pah" jawabnya datar "jual ke mama saja" gerald mengangguk
__ADS_1