Kisah 20 Tahun Lalu

Kisah 20 Tahun Lalu
Bab 70 - Usaha Gerald


__ADS_3

Jam enam malam


Gerald turun ke bawah minta maid menyiapkan bubur untuk harlene. Raymond, Aretha, Reinald, Yemima menatap gerald dengan datar


"Anak nakal, hidupkan peredam suara kamarmu kalau bermain, kau kira kami semua tuli hah?" seru raymond , reinald dan yemima terbahak bahak


"Sudahlah papi seperti tak pernah muda saja" jawab gerald santai


"Gara gara kau, kami tak bisa membawa triple G kesini hah, kau tau sendiri gladys kalau bertanya akan sampai ke akar" omel yemima


"Iya kakak ipar, biar saja papi cari jawaban di internet" jawabnya absurd. raymond langsung melemparnya dengan tissue


"istrimu baru keluar rumah sakit, jangan sampai kelelahan" pesan aretha


"kalau mami takut , mami siapkan makanan bergizi untuk mantu mami" lemparan tisue mendarat di tubuh gerald. reinald terbahak bahak


Sekeluarga itu makan dengan tenang , tak lama maid membawakan bubur "Saya yang bawa ke atas saja bi"


"Siapkan dua sup ayam obat untuk kedua menantuku bi" perintah aretha. "baik nyonya besar"


"Kamu jangan main dulu, nanti mami akan memberi sup buat avina ke kamar" gerald hanya mengangguk . ia bergegas naik membawa bubur dan jus sunkis ke kamarnya


"Kak, jangan bolos beberapa hari ini. aku bereskan masalahku dengan istriku dulu. mungkin beberapa hari aku tak masuk kerja" pesan gerald. reinald hanya mengangguk


*****


"Honey bangunlah. sudah malam" panggil gerald, harlene membuka matanya perlahan, badannya serasa mau remuk. gerald menggendong tubuh polos itu ke kamar mandi dan meletakkan di bath up berisi air hangat.


gerald mandi di standing shower lalu mengangkat tubuh mungil itu, mengeringkan dengan handuk dan mendudukkan di meja rias


gerald mengeringkan rambutnya dengan dryer. lalu mengenakan gaun tidur di tubuh mungil itu. dan mengangkatnya ke sofa. dengan telaten gerald menyuapinya bubur, dan memberinya obat


"habiskan jus nya" perintah gerald menyodorkan jus


TOK TOK TOK


gerald membuka pintu kamar, aretha masuk membawa sup obat , ia menyuapi harlene sampai habis . melihat banyak bekas gigitan di seluruh leher dan bahu menantunya, aretha menatap tajam pada gerald. yang di tatap hanya nyengir


"ini vitamin dan suplement sayang" aretha menyerahkan tiga butir pills, ada penyubur kandungan disalah satu pills itu. harlene langsung meneguknya tanpa bertanya tanya


"Mami keluar dulu"


"Terima kasih mih. mami.. avina mau pulang" pintanya lirih


"Rumahmu disini nak, suamimu membeli rumah ini atas namamu , untukmu dan anak anak sayang. mau pulang kemana lagi? rumah sebelah masih di renovasi, itu punya reinald dan yemima. sabarlah mereka akan segera pindah"


"bukan itu maksud avina mih"


"Mansion kalian harusnya sudah selesai, tapi anak nakal itu membeli lahan sebelahnya untuk di satukan sebagai arena main triple G jadi tertunda, tapi tak lama lagi juga akan selesai"

__ADS_1


"mih.."


"Istirahatlah. besok besok habiskan uang suamimu. dia banyak uang. kalau kau tak menghabiskannya, anakmu akan menghabiskannya" canda aretha


"Mih"


"Mami keluarlah, gerald mau buat cucu untuk mami" sebuah bantal sofa melayang ke arah gerald, gerald tertawa. harlene malu sekali


"hidupkan peredam suara. mami mau bawa cucu mami kesini, nanti mereka banyak tanya mami ga bisa jawab" wajah harlene semakin merona mendengar ucapan mertuanya


"Iya iya. mami sekalian buatin adik baru untuk gerald sana" ledek gerald . aretha langsung mencubit pinggang putranya "mami KDRT" teriaknya.


"rasakan" omel aretha sambil keluar dari kamar


harlene berjalan ke kamar mandi, mencuci wajah, menyikat gigi dan keluar menuju walk in closet


"mau kemana?" tanya gerald


"ganti baju, pulang. gladys akan mencariku"


"gladys gallen gabriel ke malang dengan papa mama" jawab gerald. "tapi mami"


"Mami tak tau mereka pergi"


"aku mau pulang"


"Kamu seperti binatang buas, aku mau pulang"


"aku sudah empat tahun lebih puasa, apa salahnya aku minta jatah pada istriku?" tanya gerald sambil memeluk harlene "lepasin" harlene mendorong tubuh besar yang malah tak bergeming itu


malam itu lagi lagi gerald lupa menghidupkan peredam suara. ia menggempur istrinya sampai pagi. istrinya bahkan tidur sebelum permainan terakhir mereka selesai karena terlalu lelah


"selamat malam , selamat mimpi indah kekasih hatiku" bisik gerald sambil mengecup kening istrinya dan memeluknya erat


♡♡♡♡♡


paginya


ruang makan villa millano


"Pagi semua. Maaf kami terlambat" ucap gerald


"Selamat pagi pih mih kak" ucap harlene


harlene mengambilkan makanan gerald, baru mengambilkan makanannya sendiri


"avina makan yang banyak, jangan sampai sakit lagi sayang" pesan aretha "kamu juga makan banyak yemi, berikan mami cucu yang banyak"


"tanya gerald caranya, sekali cetak tiga" ledek raymond. gerald dan reinald tertawa

__ADS_1


"Setelah ini kalian mau kemana?" tanya raymond


"yemima ikut reinald ke kantor pih, dia di beri tugas jadi wakil manager oleh gerald" jawab reinald, raymond mengangguk puas


"Avina kerja pih"


"Tak ada kerja kerja" potong gerald tegas, harlene mendelik menatap gerald "kalau kamu berani kerja, aku tak segan menghancurkan rv park" ancamnya


"turuti suamimu, sayang" lerai aretha


"Maaf mih"


"Jangan seperti orang miskin saja adik ipar, kamu sudah orang terkaya dunia, bahkan kakakmu di urutan nomor dua memiliki harta selisih jauh darimu" ledek reinald


"Harta kalau dimakan akan habis kak, semua orang harus bekerja keras untuk hidup"


"hartamu tak akan habis, karena aku yang bekerja untuk menghidupi anak istriku" jawab gerald dingin


"Rv park impianku, aku akan tetap bekerja kak" jawab harlene dingin "Saya sudah selesai makan. saya duluan pih mih" pamitnya


"Duduk dan habiskan makananmu, atau aku akan mengurungmu, kamu bulak balik opname gara gara lambung. bahkan lambungmu hampir bocor" ucap gerald dingin


"Sudah sudah.. makan dan jangan bicara lagi" tegas raymond . harlene segera menghabiskan sarapannya dengan cepat lalu bangkit mengambil tasnya di kamar. gerald mengejarnya


"Mau kemana" gerald mengunci pintu kamar tak mengijinkan istrinya keluar . airmata harlene menetes. ia membuang muka


"Maafkan aku" gerald mau memeluknya . harlene hanya diam saja dan terus menangis


"Aku akan mengajakmu ke suatu tempat, milik anak anak. bersiaplah" ucap gerald sambil menyeka airmata harlene


melihat harlene diam , gerald segera mengambil handbagnya dan menggandengnya pelan keluar rumah memasuki kursi penumpang mobilnya


mobil memasuki loby perusahaan triple G. gedung tertinggi di surabaya ini, yang menggemparkan pasar asia enam bulan terakhir.. gerald melemparkan kunci pada petugas keamanan setelah menggandeng tangan kecil istrinya


mereka menaiki lift khusus ceo, langsung ke ruangan ceo yang sangat besar dan mewah. ada dua meja besar disana, tapi satunya lebih besar dan tertulis CEO GERALD MILLANO , sementara satu meja lagi tertulis WAKIL CEO HARLENE RAVINA MILLANO


gerald menggandeng tangannya memasuki sebuah ruangan yang di sekat, ada tiga meja direktur ukuran anak anak berbaris ada nama triple G di masing masing meja . Direktur keuangan GLADYS MILLANO, Direktur Internal GALLEN MILLANO, Direktur Tehnologi GABRIEL MILLANO , harlene hanya diam saja tak berkomentar


"kenapa? kamu tak menyukainya?" tanya gerald


"aku tak minat lagi dengan perusahaan, hanya mau hidup tenang menjalankan rv park semampuku. aku bahagia dengan hidupku saat ini" jawab harlene tenang . gerald merasa kecewa dengan jawaban harlene


"perusahaan ini milikmu, aku hanya mengelola untukmu dan anak anak"


"Jual saja, aku tak berminat terlibat dalam perusahaan" gerald menatap sendu pada istri kecilnya.


wanitanya sudah berubah, dulu ia adalah orang yang sangat bersemangat mencari peluang dan uang, tapi sekarang seperti orang yang kehilangan gairah hidupnya.


__ADS_1


__ADS_2