
Jam 10
Lapangan xxx
Gladys, Nathan, Jeslyn, tiga pelatih duduk di kursi yang dibawa pengawal. mereka mau menonton perkelahian 2J
"Denis kau membawa serombongan orang, sebenarnya siapa yang bertarung?" tanya jericho dengan tatapan menghina
"Kenapa? kau takut sekarang bocah?" tanya seorang pria berusia 30 tahunan , ia dellon youth ayah denis youth .
nathan dan gladys mengenalnya. dia adalah CEO youth corp yang belum lama ini hampir collabs, untung saja dia berhasil mendapat investor. JG Group menginvestasikan dana diperusahaan itu, akhirnya mereka batal collabs
"Wah Tuan Youth , sangat ramai sekali. aku takut bocah itu menangis karena babak belur. bagaimana kalau kita minta buat pernyataan video apapun hasilnya tak ada tuntutan di kemudian hari" tanya seseorang dirombongan mereka . dellon mengangguk setuju "lakukan"
"apapun yang terjadi dalam pertarungan hari ini, kedua pihak tak akan saling menuntut dalam bentuk apapun" semua orang direkam oleh orang tersebut. rekaman terakhir jatuh pada wajah dan pemyataan nathan
"Sebenarnya siapa yang bertarung?" tanya nathan . tiba tiba 15 orang bertubuh kekar masuk ke lapangan itu berjalan ke arah jeremy dan jericho. keduanya menatap mereka datar, tak ada rasa takut sedikitpun di hati mereka
"Yang punya masalah siapa?" tanya nathan lagi. "mereka berdua yang pertama kali menyerangku, setelah kalah malah tidak terima dan berbuntut seperti sekarang" jericho menunjuk dennis dan Devan
"Tidak adil" teriak jesselyn marah
"Sayang mau pertandingan yang adil?" tanya nathan, jesselyn mengangguk
"Jeremy dan jericho kalian bereskan dennis dan devan. tapi tunggu daddy bereskan 15 pengawal itu sekalian dellon dulu"
nathan maju menghadang 15 pria bertubuh kekar lalu bertarung dengan mereka, tak sampai 25 menit patahan tulang terdengar dari 15 orang itu. disusul raungan memilukan hati . penonton meringis hanya 3J dan gladys yang memasang wajah datar
"Selesai, Tuan Muda Youth anda bisa mengurus biaya perawatan anak buah anda nanti ambulance akan menjemput mereka"
"Putriku mau menonton pertandingan yang adil. sekarang biarkan putraku bertarung dengan putramu secara adil" ucap nathan dingin "putraku berusia 4 tahun, putramu berusia 17 tahun. harusnya tak masalah kan? atau kalau perlu kita sekalian ikut sparing" ajak nathan dengan memasang wajah lugu
"Sayang , apa daddy perlu bertarung dengan Tuan Youth juga supaya adil?" tanya nathan pada jesselyn. jesselyn mengangguk semangat
Wajah dellon pucat seketika, kakinya gemetaran. ia ingin kabur saja tapi tak mungkin karena nathan tak akan melepaskannya
"Kak ayo mulai" pekik jesselyn pada dua kakaknya. dellon, dennis, devan semakin ketakutan "satu lawan satu aja kak"
krekkk krekk krakkk krakkk
lengan kiri dan kaki kiri dennis dan devan dipatahkan oleh jericho. keduanya meraung dengan suara memilukan. tuan youth lgsg terduduk dilantai melihat keadaan putranya
"Daddy biar kak icho saja yang bertarung melawan Tuan Youth" pinta jess, nathan mengangguk . dellon langsung mundur teratur karena ketakutan
__ADS_1
Krakkk Krekkk
lengan dan kaki kiri Dellon patah, raungan memilukan kembali terdengar
"Tuan Youth, kedua putraku tak pernah membawa siapapun untuk bertarung dengan kalian. kalian harusnya malu . menghadapi anak 4 tahun harus membawa body guard dari cosa nostra. kalau pemimpinnya tuan harion millano tau kau menggunakan anak buahnya memburu nyawa cucunya. kau akan mati"
"Ayo pulang" ajak nathan dan keluarga itu segera bergegas menuju mobil. tapi tiba tiba jeremy berhenti dan berbalik pada dellon
"Tuan Youth, aku mau bilang. aku bukan anak haram" ucap jeremy dingin
"Siapa katakan kamu anak haram emy?" tanya nathan, jeremy menunjuk dellon
BRAKKKKK
Sebuah tendangan membuat dellon memuntahkan darah segar "Kau sungguh hebat, pandai memilih orang untuk kau hina" nathan segera berjalan menyusul anak istrinya
♡♡♡♡♡
Sebulan kemudian
"Sayang kita pulang ke swiss ya, pekerjaanku sungguh banyak " rengek nathan
"Manja. kalau banyak kerjaan ya cepat pulang sana" jawab gladys datar
"Heh, aku banyak kerjaan, perusahaan anak anak bagaimana"
"Aku akan mengurusnya , kalian duduk manis dan terima bersih"
"Kak.. maaf.. aku sudah terbiasa disini, kumohon hargai pendapatku" pinta gladys yang membuat nathan menatapnya dingin. lalu memejamkan matanya dan memunggungi gladys.
diperlakukan seperti itu membuat gladys sakit hati. dia pun berjalan ke kamar mandi. menuangkan isi perutnya. dia sdh dua hari merasa tak enak badan
nathan yang mendengar istrinya muntah ingin bangkit tapi ego nya menahannya. akhirnya ia bangkit juga bersamaan istrinya keluar dari kamar mandi . ia menghampiri istrinya dan mencoba memeluknya. tapi gladys menepis tangan suaminya
gladys berbaring memunggungi sang suami tampannya . ada rasa sesal di hati nathan tadi sudah bersikap dingin dan mengacuhkan istrinya
tapi setelah mendengar dengkuran halus istrinya, ia segera meraih tubuh mungil itu dan memeluknya
jam empat pagi
gladys kembali mengeluarkan isi perutnya. ia lemas sampai terduduk di lantai. nathan mengangkat tubuh mungil itu dan merebahkan di ranjang. ia turun membuat teh hangat sambil memanggil dokter ke mansion mertuanya itu
"minumlah dulu" ucap nathan sambil menyerahkan teh hangat itu . gladys segera meneguknya lalu berbaring dengan lemas
__ADS_1
tak lama dokter memeriksa gladys "Selamat Tuan Muda, Nyonya muda. anda mengandung empat minggu. usia kehamilan begitu rentan , hindari kelelahan, stress, banyak pikiran. jaga selalu suasana hati agar bayi tumbuh sehat didalam"
nathan menatap takjub pada istrinya "Aku akan menjadi ayah lagi?" tanyanya pada dokter untuk memastikan, dokter mengangguk sambil tersenyum
"Bawalah istri anda ke dokter obgyn untuk memastikan keadaan bayi anda, sementara aku akan memberi obat mual pada nyonya muda"
"Terima kasih dokter" ucap nathan tulus. dokter pun segera beranjak keluar di antar ruben asisten nathan
"sayang kamu hamil" bisik nathan, gladys hanya diam saja memejamkan mata. kepalanya pusink sekali . "Kita ke dokter obgyn sekarang"
dibantu nathan, akhirnya gladys sekarang berada di ruangan dokter obgyn dengan nathan. nathan sangat bahagia sekali melihat poto usg janinnya
"Dokter saya ingin aborsi" pinta gladys .
dokter , nathan, perawat terkejut mendengar ucapan gladys
"Nyonya muda, jangan korbankan anak tak berdosa . ia tak bersalah dan punya hak hidup" dokter mengingatkan dengan lembut.
akhirnya mereka segera beranjak pulang. di perjalanan keduanya diam saja. sampai di halaman mansion nathan menggendong istrinya ke lantai dua lalu merebahkannya perlahan di ranjang. nathan memberikan pill dari dokter beserta segelas air hangat
"Gladys , anak ini tak berdosa, kenapa tak menginginkannya?" tanya nathan pelan
"Aku ingin sendirian, kembalilah ke swiss" pintanya. nathan merasa hatinya sakit sekali
"Tadi malam aku salah. aku bersikap dingin dan mengabaikanmu, aku tau aku egois dan keras kepala. tak memikirkan kemauanmu. ku mohon maafkan aku. tapi jangan jadikan anakku sebagai korban" ucap nathan sendu.
"Kembalilah ke swiss, aku ingin menenangkan diri"
"Aku akan menjual semua perusahaanku, aku memilih menjadi pengangguran asal bisa bersama anak istriku"
"Maaf aku sedang ingin sendiri. kuharap hargai aku"
"Tak akan. aku tak akan pernah pergi"
"kalau begitu aku yang pergi"
"Gladys jangan seperti ini ku mohon maafkan aku"
tapi tak ada jawaban. hanya ada dengkuran halus. bumil memang mudah mengantuk dan butuh istirahat. ia segera membuka salinan kertas pemberian dokter berisi hal hal mengenai makanan bumil
"Aku mencintaimu" bisik nathan.
__ADS_1