Kisah 20 Tahun Lalu

Kisah 20 Tahun Lalu
Bab 42 - Laptop buat harlene


__ADS_3

"Para buyut harap dampingi haekal selama di amerika" pinta hansel , empat orang itu mengangguk


"Terry kamu bantu harion ya di eropah" terry mengancungkan jempol


"hansen regine dampingi harvey ya"


"Beres daddy" jawab keduanya bersamaan


"Avina biar bersamaku saja" tutup hansel. "dia bisa membantu kalian dengan sistem" semua setuju


♡♡♡♡♡


"Kita makan siang di RV Park ya" Ajak ana


"No, kamu yang jadi koki disana buat kami, lebih baik makan di tempat lain daripada kamu kelelahan" tolak hansel


"Aku janji hanya duduk" jawab ana dengan wajah mulai tak enak di pandang


"Sudah tua masih merajuk. aku jadi ingin memakanmu" bisik hansel lalu segera menghindar karena ana melotot


"Hansel Wijaya, aku akan memukulmu" pekik ana, hansel terbahak bahak, yang lain hanya menatap mereka datar kecuali harlene


"Oma jangan memukul opahan" tegas harlene. ana menatapnya datar


"Kalian berdua sama saja" omel ana pada harlene "bukan hanya wajah bahkan sifat pun sama"


harlene segera duduk di pangkuan hansel. hansel mengecup puncak kepala tubuh kecil itu


"Sekarang ayo makan siang" ajak ana. hansel mengangguk


"Daddy, mami, avina, charlotte ikut regan. Triplet ikut papa mama kalian, terry bawa orang tua kita, donny bawa anak istrimu" ucap hansel "Kita bertemu di RV Park"


"ok" jawab yang lain serempak


akhirnya mereka makan siang di rumah makan ana. setelah makan selesai


"Avina mulai besok kamu ikut mama ke kantor" perintah hansen "iya pah" jawab harlene


"Triplet kalian mulai besok ke kantor juga untuk pembagian tugas" tegas hansen


"ok pa. tapi sekarang saja" jawab ketiganya "ini sabtu" ucap hansen menatap putranya datar

__ADS_1


"Olline dan Oriel mulai besok kalian ikut ke kantor uncle regan sampai tiba waktu kalian berangkat" perintah donny "iya pih" jawab keduanya serempak


"Kami akan membuka kembali mini cafe kami karena teman lama akan mengunjungi kami mulai sore ini. untunglah hansen merawat cafe kami dengan baik" ucap harisno. hansen mengangguk tersenyum


"Aku dan ana akan tetap di RV Park sementara waktu melihat apa yang mau dikembangkan" imbuh hansel


"tanah 5 hektar tak jauh dari villa, bisa daddy pake kalo mau. biar regan dan charlotte temani daddy mami keliling hari ini" saran regan , hansel mengangguk


"Avina mau ke mall membeli laptop terbaru, siapa yang antar dan siapa yang bayar?" tanya avina polos.


hansen, dave, harisno, elaine, hellena, langsung menyerahkan black card untuk harlene. harlene langsung mengecup pipi mereka bergantian saat mereka membisikkan paswordnya


"memangnya kartumu cukup buat beli laptop avina, hubby? dia mau beli laptop termahal supaya competible dengan pekerjaannya. aku sudah melihat merk laptop yang dia bawa bawa. harganya fantastis" ledek regine


"Kau jangan menyepelekan aku honey, itu uang laki laki. uang saku sejak kita menikah sampai sekarang yang hampir tak pernah kupakai selain membawamu makan dan kamu merampokku. pasti cukup membeli laptop putri semata wayangku" jawab hansen pongah . regine menatapnya datar


"Bocah nakal, jangan buat ulah. kembalikan semua kartu itu. opamu sudah memberimu uang banyak saat mau ke surabaya kemarin. kau bisa membeli laptop dengan uang itu" tegur ana


"No oma.. itu uang saku pemberian opa mau avina tabung untuk membeli RV park dari oma" bantah avina


"Tabungan Penghasilanmu bahkan bisa membangun mall" sindir ana


"Itu beda itu tabungan masa depan.. kata mama semua orang harus punya tabungan masa depan. jadi saat kita gagal kita bisa bangkit lagi. sampai kapanpun uang itu tak bisa di gunakan kecuali kelak kalau hidup avina gagal. itupun mustahil karena avina ga akan gagal. avina bukan pengusaha hanya direktur keuangan" ucap avina tegas . muka tegasnya sangat lucu . hansel dan regine menahan tawanya


"avina kemarilah" panggil terry. harlene menghampiri opanya dan duduk dipangkuannya


"Ambil kartu ini, beli lah laptop yang kamu mau pilih disini, simpan kartu ini jadikan tabungan supaya cepat bisa membeli rv park dari omamu" terry memberinya kartu hitam dan membisikkan paswordnya. dan menunjukkan aplikasi belanja online diipadnya


"Terima kasih opater" ucap harlene sambil mencium pipi terry bertubi tubi . terry tertawa . harlene mulai memilih laptop yang dia mau . setelah memilih dan memasukkan alamat mansion jakarta ia mengembalikan ipad terry pada terry untuk mengisi pasword


"Done" kata terry mengecup pipi gembul gadis kecil berotak besar dipangkuannya


"bawalah avina jalan jalan ke mall, aku akan membawa triplet , kak donny, oriel pulang ke ruang kerja dengan papa" ucap hansen sambil mengusap kepala regine. regine mengangguk


"Aku dan olline ikut menemani avina ke mall tapi bayar masing masing" ucap rara. regine mengangguk . charlotte mendadak pusink mendengar ucapan rara


"Sayang. biarkan saja. mereka memang begitu. disini yang paling pelit itu oma hellena dan kak rere. dan mereka paling kaya. mereka terbiasa bayar masing masing supaya tak merugikan satu sama lain karena masing masing sudah bekerja keras. kalau kamu keluar dengan mereka biasakan bayar masing masing juga demi keutuhan keluarga" pesan regan, charlotte mengangguk .


***


Akhirnya regine, rara mengajak avina dan olline ke HW mall untuk jalan jalan.

__ADS_1


"Mau beli sesuatu? tas atau sepatu?" tanya regine pada putrinya. hampir dua jam mereka keliling harlene belum beli apa apa sama sekali. padahal tangan rara dan olline sudah dipenuhi belanjaan olline


Sebelum berangkat hansen sudah mengingatkan dengan tegas pada regine bahwa sejak triplet dan harlene lahir, sebagai orangtua mereka hampir tak pernah mengeluarkan sepeserpun buat anak anak mereka. kali ini hansen minta regine memenuhi tanggung jawab mereka sebagai orangtua memenuhi kebutuhan anaknya dan membahagiakan mereka


"Avina ga beli beli ma, barang di walk in closet sudah penuh tak muat lagi. kalau beli nanti makin tak muat akan dimarahin oma. lagian avina belum butuh. kalau avina butuh nanti avina bilang mama" regine memeluk putrinya dan mengangguk


"Oma Opa yang beli barangmu sampai meluber ya?" tanya olline melirik harlene dengan tatapan sulit di artikan


"Oh nggak kak olline. oma opa ga suka avina belanja .. kecuali belikam makanan saja, jadi ga pernah belikan avina apa apa selain peralatan kerja. barang itu biasa di kasih ibu ibu atau istri istri klien avina yang memakai jasa avina" jawab harlene polos. rara mengusap kepala harlene keponakannya


"Mama lebih baik bayarin avina makan saja ya. avina mau makan steak sama es krim" rere mengangguk


"Ayo kita makan" ajak regine menuju steak house


"Avina mau tendeloin, matang. minumnya sunkis juice" pinta avina sopan pada pelayan "mama mau makan apa?"


"Samain aja" pinta regine pada pelayan . "bill personal order ya" pesan regine. pelayan mengangguk paham , mereka mau bayar masing masing


rara dan olline memilik beberapa menu termahal disana. setelah pelayan mencatat pesanan mereka . pelayan segera berlalu


olline anak kesayangan donny, memiliki uang saku yang sangat besar tiap bulannya dari donny , belum lagi uang saku dari rara.. sehingga ia terbiasa belanja dengan prestasi akademik yang pas pasan.


"Papa mamamu kaya, kenapa sama sekali ga belanja avina" tanya olline "apalagi opa oma pasti sering memberimu uang kan?"


"Yang kaya papa mama, buka avina, kak! kata opa semua orang harus bekerja keras mencari uang. avina sudah merasakan sendiri , kadang kalau banyak job dan kerjaan. avina bisa lembur sampai tidur subuh atau dini hari. jadi avina ga mau buang uang papa mama"


"Opa oma ga pernah beri avina uang selain uang saku harian. sisanya harus kerja baru di bayar upah kerja avina , kak olline" jawab harlene


"Uang sakumu pasti besar di beri opa oma kan?" tanya olline, avina mengangguk . muka olline langsung masam menatap ibunya kesal


"Cuma papi mami yang pelit, ngasih sedikit banget uang saku sama olline. lihatlah avina mendapat uang saku besar dari opa oma" keluh olline iri


"berapa uang sakumu sehari , sayang" tanya rara pada harlene , harlene menunjukkan lima jari . rara dan olline melotot


"apa? lima juta?" pekik olline , harlene menggeleng


"bukan kak, lima puluh ribu sehari dari opa. tiap pagi dikasih. tapi kalau sabtu dan minggu oma baik hati. nambahin lima puluh ribu lagi. jadi uang saku avina paling besar hari sabtu dan minggu" jawab harlene berbinar "belum lahi diajak makan es krim sama opa oma"


rara dan olline terkejut "lima puluh ribu?" tanya olline , harlene mengangguk


"iya kak itu sudah besar, kan avina ga kemana mana. makan ada oma yang masak. minuman ada mbok yang buatin. jadi avina ga pernah pake uang itu"

__ADS_1



__ADS_2