
"Sudahlah.. semua sudah terjadi.. kalian belum mengurus pernikahan di badan kependudukan, sebaiknya batalkan saja pernikahan pernuh drama ini" ucap hansel pura pura marah
"Jangan opa.. gerald mencintai avina"
"Lalu apa rencanamu?" tanya hansel
"Gerald akan membawa avina tinggal di mansion gerald"
"No... aku banyak kerjaan di philadelphia" tolak harlene , gerald menatapnya datar
"Dimana mana istri ikut suami bukan suami ikut istri avina" tegur hansen tegas. harlene langsung diam dan menunduk sedih
"iya pa"
"Kamu bisa tetap bekerja. pindahkan kantormu seperti semula di gedung GM" tegas gerald. avina hanya menunduk diam
"iya kak"
"Kalian sudah menikah, selesaikan berdua masalah kalian. mulai detik ini avina adalah tanggung jawabmu gerald. jangan sampai kau melukainya. atau jangan harap bisa menemui avina lagi" tegas hansen
"Pah ijinkan kami adakan resepsi. bulan depan di jakarta dan torronto" pinta gerald
"Baik. kalian uruslah lalu kabari kami" ucap hansen "sudah sana pergi nikmati hari pernikahan kalian" usir hansen . yang lain tertawa .
akhirnya dua mempelai dan keluarga millano segera berpamitan . kalau keluarga millano pulang ke mansionnya, gerald mengajak harlene bermalam di hotel GM.
♡♡♡♡♡
GM Hotel
President Suites
Gerald mengajak Harlene memasuki kamar mewah itu. pengawal membawa masuk sebuah koper , setelah gerald menerimanya ia segera mengunci pintu kamar. harlene hanya diam saja membuka koper. mengeluarkan pakaian santai gerald dan pakaian santainya sendiri yang sudah disediakan gerald
setelah meletakkan pakaian gerald di sofa ia bergegas membersihkan diri lalu membuatkan secangkir kopi buat gerald. gerald segera ke kamar mandi membersihkan diri. ia keluar hanya mengenakan boxer. harlene tampak berbaring di ranjang . gerald menatap wajah cantik itu ada bekas air mata.
"Sayang mari kita bicara" ucapnya mengusap kepala harlene pelan dan mengecup keningnya. tapi nafas harlene teratur
"Aku membuatmu menangis lagi, maafkan aku" ucap gerald , ia berbaring memeluk istri cantiknya dengan erat sampai ia pun ketiduran
__ADS_1
dua jam kemudian harlene menggeser lengan besar itu dengan hati hati tapi lengan itu memeluknya makin erat. dan membuka mata
"Kak aku ingin ke kamar mandi" ucap avina. gerald pun melepaskannya lalu segera duduk di sofa menunggu avina keluar
"Kemarilah" gerald menepuk kursi disampingnya . avina duduk disebelah kiri gerald
"katakan apa keinginanmu setelah menikah?"
"Aku ikut kakak saja" ucapnya sendu
"Tidak, aku tak mau menyakitimu lagi sayang. katakan pikiranmu. kehidupan pernikahan butuh komunikasi dua arah"
"Aku ingin di philadelphia"
"Baiklah. kita di philadelphia. bagi kakak dimana saja sama asal bersamamu. hanya opa hansel ingin istriku merajai bisnis kanada sejak uncle regan gagal. jadi kemarin aku berpikir agar kita di canada. sekarang kita di philadelphia saja"
"Kak, kita di canada saja" ucap harlene malu
"hahahaha yang bener yang mana?" tanya gerald "canada saja kak, opa sudah tua. avina mau opa bahagia" gerald mengangguk
"Hadiahnya apa?" tanya gerald lalu mengangkat tubuh mungil itu ke ranjang besar mereka.
gerald membuka keran air hangat ke bath up. meneteskan aroma therapi pemberian ibu mertuanya lalu menggendong avina ke bath up untuk berendam. ia sendiri mandi di standing shower.
setelah mengangkat tubuh kecil itu dan mengeringkannya. gerald mengoleskan salep pada inti avina dan memberikan antibiotik . gerald mengeringkan rambut avina dan mengenakan pakaiannya "Masih sakit sayang?" bisiknya
"sudah ngga kak. tapi ini" tunjuk avina ke lehernya. gerald tergelak . avina mencebik
"kita makan ya, tenagamu sudah habis" ajak gerald "tapi avina tak suka makanan hotel kak . order saja boleh?" tanya harlene, gerald menyerahkan aplikasi onlinenya , setelah harlene memilih, ia pun ikut memilih
"Badanmu kurus sekali, bahkan makin kurus dibanding dulu. makanlah yang banyak" pesan gerald sambil mengusap kepala istri kecilnya "untung saja ini tak mengecil" tangan gerald masuk ke kaos avina dan bermain disana
TING TONG
"Tunggu sebentar mungkin itu makanan pesanan" bisik gerald , harlene mengangguk
setelah keduanya menghabiskan makan malam mereka. gerald kembali melanjutkan olahraga malam dengan istri kecilnya sampai berulang kali. sampai sang istri memejamkan mata sebelum gerald menyelesaikan ronde terakhir mereka
♡♡♡♡♡
__ADS_1
Enam bulan pernikahan
Sebagai hadiah pernikahan, hansel membeli gedung di sebelah GM Corp untuk Harlene. Gerald bekerja keras memindahkan pusat perusahaan HRM ke samping gedungnya
Patrick yang memimpin HRM cabang philadelphia karena Gerald sama sekali tak bercita cita membawa patrick ke torronto . Satu hal yang tak diketahui oleh Gerald, hal mengenai patrick adalah drama yang di buat hansel. Patrick adalah putra asisten lama Hansel saat di amerika. sudah memiliki istri dan sepasang anak. bahkan istrinya tengah hamil saat ini
Untuk Clement, selama dua tahun ini dia memang membantu menggantikan Harlene di torronto tapi tidak berkembang sebab bakatnya bukan disana meskipun hansel mendidiknya sedaya upaya. ia lebih tertarik belajar dunia hukum , maka hansel mengembangkan bakatnya dan menghentikan pekerjaan lamanya
Keluarga Millano, keluarga westin, keluarga wijaya, keluarga thompson, keluarga kingstone sangat bahagia karena mengetahui harlene hamil kembar tiga tanpa gejala. tau tau saat diperiksa dinyatakan hamil delapan minggu dan sekarang ia dinyatakan hamil dua belas minggu
Setelah harlene di ketahui hamil, ia lebih banyak menyerahkan tugas pada orang kepercayaannya, hanya menyusun program mentahnya dari rumah dan sebulan sekali mengadakan meeting ke kantornya di philadelhia dan torronto.
Besok adalah selasa tanggal satu, jadwal harlene ke philadelphia memimpin rapat pada anak buahnya mengenai program baru yang baru dia ciptakan. Gerald memilih mengantar harlene karena khawatir akan kandungannya sekaligus memiliki meeting dengan rekan bisnisnya
****
senin
philadeplhia
Saat menuruni pesawat, gerald langsung mengantar istrinya ke kantor cabang HRM.
"Aku akan menjemputmu sehabis meeting , sayang" pesan gerald sebelum harlene turun. harlene mengangguk dan memasuki pintu lobby. gerald segera melajukan mobilnya menuju tempat pertemuan yang dijanjikan koleganya
tapi ia melirik ponsel istrinya tertinggal di kursi penumpang, gerald segera berputar menuju kantor cabang istrinya dan naik ke ruangan CEO.
ternyata pintu tidak tertutup rapat , ia mendengar istrinya bicara dengan seseorang
"Aku ngidam parah gara gara dia, sungguh menyiksa. bolehkah aku mengusap perutmu"
gerald terkejut mendengar ucapan dari suara yang sangat ia kenali. masih bisa ia dengar istrinya tertawa .
"Bila gerald mendengar ucapanmu, ini akan menjadi masalah besar. jadi tak boleh"
"ayolah, kau tak kasihan pada ayah yang sedang mengidam ini?"
gerald mengepalkan tangannya. "ternyata istriku tak ada gejala kehamilan karena yang mengidam adalah patrick, ayah bayinya" batin gerald marah .
"ponselmu tertinggal" ucap gerald dingin langsung membuka pintu ruangan , dia melihat jelas patrick mengusap perut istrinya. wajah terkejut harlene terlihat jelas. setelah meletakkan ponsel gerald langsung keluar ruangan.
__ADS_1