Kisah 20 Tahun Lalu

Kisah 20 Tahun Lalu
Bab 47 - Harlene ngambek


__ADS_3

Jam 11:00


Olline turun , ia mau mengambil air minum lagipula ia takut telat turun dan opanya marah.


Olline merasa heran kenapa dapur begitu repot mengemas makanan seperti RV Catering


"Buat apa di boxing oma?" tanya olline


"Oh ini buat anak buah avina, mereka sibuk tak sempat keluar jadi mereka membeli catering dari oma supaya tak keluar rumah"


"wah anak buahnya banyak ya oma?"


"dengan anak buah opa ada 87 orang disebelah , sayang" jawab ana. olline terkejut


"Oma.. apa avina tak pernah dikirimi uang oleh papa mamanya?"


"Onty Rere itu sangat hemat nak, sejak dulu semua pengeluarannya sangat di organizing. jadi kalau hidup berpisah dengan anaknya pasti akan membuatnya keberatan sebab biaya hidup dua tiga rumah akan membengkak. jadi opa membuat perjanjian akan menanggung biaya anaknya sampai tamat. atas perjanjian itu papa mama avina tak pernah mengirim uang pada anaknya. paling opa oma yang memberi uang saku saja"


"uang sakunya besar oma?"


"lima puluh ribu di kasih opa. tiap hari akan di terima. oma ngasih kalau sabtu atau minggu sebab avina suka beli es krim"


"belinya dimana oma?"


"sabtu minggu oma sama opa biasa belanja ke supermarket memenugi kulkas. waktu itulah avina bisa keluar"


"Avina ga sekolah oma?"


"Ada sayang. tapi avina home schooling sekarang supaya hemat"


"Loh home schooling bukan lebih mahal oma?"


"Dulu mobil disini punya opa ada dua. satu dipakai supir mengantar avina ke sekolah. tapi harvey kan sudah pulang ke indonesia. mobil dan supir sudah di ambil harvey untuk bekerja"


"Jadi papa avina memutuskan membeli mobil baru, mencari supir baru untuk avina. cuma avina menolak. dia minta uang beli mobil, gaji supir, biaya BBM, bonus supir pertahun semua di transfer ke rekeningnya. dia memilih home schooling" terang ana sambil tertawa. olline terkejut


"Gitu amet ya anak orang kaya" cebik olline.


"Iya non, tapi nona kecil avina itu baik. dikasih makan apa aja semua dimakan. asal jangan pakai uangnya. bisa demo tiga hari dia sampai opanya pusing" kata mbok ina terbahak bahak . maid semua juga tertawa


jam makan siang


Hansel menggendong harlene menuju ruang makan. mereka mencuci tangan bersama lalu duduk di kursi masing masing .


Ana mengambilkan makanan hansel lalu mulai mengupas kulit udang, ikan untuk harlene. mereka makan dengan tenang. selesai makan hansel dan harlene cuci tangan bersamaan


"Nona kecil, juicenya mau dibawa sekarang apa mbok anter ?" tanya mbok ina

__ADS_1


"Avina bawa aja mbok, sekalian punya opa ya" pinta avina sopan . "Makasih mbok" avina membawa dua thumbler menuju ruang kerjanya


****


Seminggu berlalu


Olline sudah cacing kepanasan akhirnya bisa keluar rumah meskipun hanya ke supermarket saja. opa oma belanja di super market. olline bersama avina berada dikedai es krim. olline di minta menjaga avina selama opa omanya belanja. biasanya ada suster nana yang menjaga avina. tapi karena ada olline, hansel tak membawa nana


saat pesanan tiba avina membaca tagihannya sendiri. ia meletakkan uang seharga es krimnya sendiri. tentu saja olline kebingungan karena tak membawa uang


"Avina bisa bayarin es krim kakak? kakak tak bawa uang" avina mencebik tapi dia bayarkan juga supaya olline tidak malu


hanya saja usai membayar es krim itu, wajah avina bener bener sangat masam. dia sama sekali tak mau bicara. beberapa kali olline mengajaknya bicara ia diam saja. bahkan ponselnya berdering pun di silentkan oleh avina. tertera tulisan ❤️ My Papa.


dua jam sang opa oma kembali menemui mereka di kedai es krim. olline sungguh bingung dan pusink menghadapi avina yang mendadak berubah


melihat sang opa oma. avina langsung turun dan jalan keluar kedai itu duluan menuju mobil opanya. sang opa langsung mengejarnya


"kenapa avina? ada yang mengganggunya?" tanya ana pada olline, olline menggeleng "Apa karena olline pakai uang avina membayar es krim?" tanya olline pada omanya. omanya mengangguk . olline jadi tak enak hati


"Sayang mau makan apa?" tanya hansel hati hati "Avina mau pulang opa" jawabnya dingin.


"Tadi bayar es krim olline pakai uang avina" terang ana yang baru sampai ke mobil


"Oh maafkan opa. opa lupa menitipkan uang sakumu, ini uang saku dari papimu. nanti opa potong dari bulananmu" hansel menyerahkan 100 ribu pada olline.


"kita jadi makan?" goda hansel "jadi.. jadi opa" jawab avina cepat. ana terbahak bahak


"astaga olline di diemin dua jam lebih karena uang es krim" omel olline . yang lain hanya tertawa.


setelah selesai makan di restorant jepang mereka bergegas pulang ke mansion. ternyata belanjaan mereka sudah lebih dulu tiba dan sudah disusun oleh maid ke kulkas


Ponsel hansel berdering


"Halo..."


"......"


"Ah tak apa, tadi hanya sedikit ngambek. daddy lupa meninggalkan uang beli es krim, sempat terpakai uang avina jadi ngambek. sekarang sudah daddy ganti jadi sudah aman"


"...."


"Baik daddy beritau"


sambungan ponsel pun diputuskan hansel


"papa memintamu mengangkat ponselnya sayang" pesan hansel. avina mengangguk "iya opa, opa oma kak olline avina ke kamar dulu"

__ADS_1


avina menerima ponsel sambil naik ke lantai dua, lama ia berbincang dengan sang papa. sampai olline mengetuk kamarnya


"Masuk saja" jawabnya. olline pun memasuki kamarnya "papa sayang, kak olline datang, nanti baru telepon lagi ya, bye papa.. avina love papa"


"kakak ganggu ya?" tanya olline


"Nggak kak, duduk aja" ajak avina ramah . avina pun menghidupkan laptop lalu mengambil pakaiannya "sebentar ya kak" pamitnya. ia langsung masuk ke kamar mandi


olline menatap sekeliling kamar itu. tak ada yang istimewa. hanya susunan celengan berbentuk ayam berbaria saja yang mencolok. dan poto avina sejak usia 1 tahun sampai poto terbaru, bersama hansel dan regine


wall paper ponselnya poto hansel ana regine hansen triplet dan avina.


krekkk


pintu kamar mandi terbuka , avina keluar dengan wajah segar lalu duduk didepan laptopnya


"Kamu bahagia disini? terpisah dari papa mama?" tanya olline


"papa mama sibuk, mau cari uang buat avina. kakak kembar juga sibuk mau cari uang buat avina. kalau di rumah avina akan kesepian. disini ada opa oma" jawabnya polos. olline mengangguk


"Uang kamu sudah banyak, kenapa marah bayarin es krim kakak?" tanya olline


"Karena kakak harus kerja dan bayar es krim sendiri. avina juga kerja buat beli es krim. kata mama semua orang harus kerja untuk membeli yang disukai sendiri. bukan di sukai orang lain"


"Papamu tak pernah memberimu uang?" tanya olline


"Ada, tapi uangnya di tabung di rekening. nanti buat beli RV Park oma"


"Untuk apa beli RV Park?" tanya olline penasaran


"Karena makanannya enak. nanti kalau sudah punya avina. avina bisa tiap hari makan enak tanpa bayar" jawaban itu sungguh membuat olline mengelus dadanya. tapi juga merasa gemas sekali. akhirnya ia menciumi pipi avina. avina tertawa bersama olline sampai


kini olline tau kenapa orang menyukai avina. avina adalah anak yang menggemaskan dan lucu. hanya urusan uang yang bisa membuat sikapnya berubah dingin. bahkan hansel pun memilih mengalah.


"kalian sedang apa?" tanya oma membuka pintu mendengar dua cucunya cekikikan.


"Kak olline nakal, ia menggelitiki avina" kata avina tertawa. ana pun tertawa. "dia lucu oma" ana mengangguk setuju


"Tadi dia telponan dengan papanya. dia bilang avina tak butuh apa apa pah, jangan kirim apapun. tapi kalau papa mau kirim uang gapapa. avina mau" lapor olline terbahak bahak. ana dan harlene pun terbahak bahak.


"Kemarin ada titipan oma tiba waktu oma diluar, jadi bi inah minjam uang avina 200 ribu. wah tiga hari dia tak mau keluar kamar sampai opa bingung" olline tertawa sampai kencang


"sebenarnya untuk apa uangmu?" tanya olline


"Sekarang mama orang terkaya nomor satu, papa nomor dua. kalau kelak posisinya bergeser. avina akan kasih semua uang pada papa mama supaya tetap diatas" jawab avina jujur "kecuali kakak kembar yang geser ya sudah mau gimana lagi. berarti memang seijin opa papa mama"


__ADS_1


__ADS_2