Kisah 20 Tahun Lalu

Kisah 20 Tahun Lalu
Bab 77 - pertengkaran


__ADS_3

gerald segera masuk ke ruangan kepala sekolah "mana ruangan cctv, sir?"


"Silahkan ikuti saya Tuan Muda" ajak kepala sekolah. Gerald menonton dengan sangat serius seluruh kejadian itu. bagaimana gabriel duduk sendirian membaca buku tiba tiba di keroyok delapan orang akhirnya gabriel melawan. sampai gallen tiba membantu , lawannya bertambah, dan dua bersaudara itu mengalahkan temannya sampai dua orang dewasa menampar dan menghempaskan tubuh gallen dan gabriel dengan kasar lalu menggiringnya ke kantor guru


"Saya minta rekaman cctv ini dikirim ke email saya, sir" pinta gerald. petugas cctv segera mengirim ke email gerald


tak lama gerald keluar dan bergabung kembali dengan istrinya


"Bagaimana pertanggung jawaban anda atas kelakuan putra anda Tuan Muda Millano" gerald melirik orang tersebut adalah salah satu orang yang menghempaskan putranya, bahkan baju yang digunakan masih sama


"Sir disini ada lapangan olah raga?" tanya gerald sopan pada kepala sekolah "bisa bawa kami semua kesana?" tanya gerald


akhirnya semua mengikuti gerald kelapangan meskipun bingung


"Tadi ada cerita apa ? bisa ceritakan kronologinya tuan?" tanya gerald dingin


"Anakmu memukuli anak anak kami sampai babak belur dan kau harus bertanggung jawab"


"apa anda sudah menanyakan kronologinya?" tanya gerald


"Tentu sudah, putramu datang memukul putraku, tentu saja temannya menbantunya, lalu muncul seorang putramu lagi menghajar anak anak kami"


"Liar" umpat gabriel


"Jaga mulutmu" bentak pria baju merah yang tadi menghempaskan putra gerald .


"Jangan bentak cucuku. kau kira kau siapa?" hansen berdiri dan membentak balik dengan suara menggelegar dan aura kemarahan . ia meletakkan dua cucunya di punggungnya. gerald memberi kode agar hansen tenang. hansen segera diam


gerald mengeluarkan ipad 14 inch dan memutar video rekaman cctv di depan para orangtua. wajah mereka langsung pias


"Menurut hasil cctv, putraku sedang membaca di taman dan anak kalian delapan orang mengeroyoknya, lalu seorang putraku membantu adiknya tapi yang mengeroyok bertambah. lalu anda dan anda menampar menghempaskan anakku" tunjuk gerald pada pria baju biru dan merah


"Karena anda sudah main tangan pada putraku, bagaimana kalau kita sparing? anda tentu tak mau kehilangan harga diri didepan putra anda dengan menolak dan bersikap pengecut. saya mengijinkan anda dua lawan satu" ucap gerald dingin


gerald melepaskan jas dan dasinya dan menyerahkan pada harlene. ia menggulung lengan kemeja sampai ke siku. membuka dua kancing kemeja teratas


hansen dan raymond membawa dua cucu mereka beserta harlene menjauh dari gerald .


dua orang itu menyerang gerald , berpikir bisa menang secara keroyokan, tapi berakhir menjadi samsak hidup bagi gerald. patahan tulang terdengar dari lengan kanan mereka sebagai penutup


"Maaf aku patahkan tangan yang anda gunakan memukul putraku" ucap gerald dingin


harlene meringis menonton kejadian itu, berbeda dengan gabriel, gallen, hansen dan raymond mereka menonton dengan tenang.


gerald menghampiri putranya "maaf papa telat datang sampai kalian dipukuli orang dewasa" ucapnya sambil berjongkok mengusap pipi dua anaknya .


"papa is the best" ucap dua anak itu

__ADS_1


"lalu kalian, bagaimana kalian bertanggung jawab atas kelakuan putra kalian yang mengeroyok putraku? apakah anak kalian harus aku penjarakan atau kalian semua minta maaf pada putraku lalu keluar dari sekolah ini karena aku tak sudi sampah pengecut seperti anak kalian satu sekolah dengan anakku" tanya gerald dingin


mereka langsung pucat ketakutan segera meminta maaf pada 2G. "kami akan pindah Tuan Muda, jangan penjarakan anak/cucu kami" mohon mereka


"lunasi spp anak kalian sampai tamat SD, lalu angkat kaki dari sekolah ini" bentak gerald garang


"Baik Tuan Muda, kami permisi" mereka langsung bergegas ke ruang kepala sekolah


"Maafin kalau papa menakuti kalian" ucap gerald menyesal sambil berjongkok memeluk dua putranya


"No.. papa hebat" ucap mereka menciumi gerald


"Ayo pulang" ajak harlene datar , lima orang itu mengikutinya


"kenapa mereka tiba tiba mengeroyokmu sayang?" tanya harlene


"Gabriel sering dikirimin bekal oleh seorang gadis kecil, gabriel tak pernah memakannya, malah gab beri pada teman lain. mereka marah karena itu" gerald, raymond dan hansen menahan tawanya


"makanya jangan terlalu tampan jadi orang" ledek hansen "salahkan papa saja opa, wajah ini wajah papa" jawab gabriel percaya diri .


sampai di rumah harlene hanya diam saja, bahkan sampai dikamar wajahnya tetap datar


"Honey tiap orang punya cara mendidik anak mereka, akupun begitu. aku sendiri tak pernah memukul putraku, bagaimana aku mengijinkan orang lain memukul mereka?" gerald menerangkan tapi harlene memasang aksi diam sampai ia selesai membersihkan diri, mereka makan malam dan harlene memilih tidur bersama gladys.


tengah malam gerald mengangkat tubuh mungil itu kembali kekamarnya. ia tak bisa tidur tak memeluk istrinya


*****


Gerald dan harlene mengantar triplet ke sekolah, habis dari sekolah harlene membuka suara


"Turunkan aku di ruko kak" pintanya. gerald hanya diam memasang wajah dinginnya dan melajukan mobil ke perusahaan.


Sampai di lobby harlene tidak ikut masuk, ia membuka aplikasi taxi online, gerald mengambil ponsel itu dan mengantonginya


"Jangan membuatku marah, naik" bentaknya lalu mencengkram lengan kecil istrinya dengan erat menarik paksa naik ke atas lift. harlene hanya diam saja diseret suaminya meski semua mata menatapnya


sampai di ruangan, gerald menghempaskannya di sofa. "apa maumu avina?" teriak gerald


harlene menenangkan dirinya sesaat lalu memilih diam dan berjalan ke mejanya dan melanjutkan pekerjaannya. jam makan siang gerald mengajaknya makan


"Ayo makan dulu , lanjut nanti" perintah gerald. harlene mengambil lunch box, menelan paksa beberapa suap dimeja kerjanya lalu menutup kembali lunch boxnya. dan melanjutkan pekerjaannya


"Habiskan makananmu avina. jangan menguji kesabaranku" seru gerald. harlene mengambil lunch box dan melemparkan ke tong sampah , ia melanjutkan pekerjaannya


"Apa maumu harlene ravina millano?" teriak gerald kesekian kalinya , harlene hanya diam tanpa berkata kata, wajahnya sangat dingin sekali.


"Papa jemput avina di kantor triple G ya. avina ingin makan dengan papa" harlene mengirim pesan pada hansen, tak lama hansen tiba di kantornya

__ADS_1


"Tumben papa kekantor" sapa gerald


"Mau mengajak kesayangan papa makan siang, kamu gak keberatan kan gerald?" gerald menatap wajah istrinya yang sudah bersiap siap


"Gapapa, pergilah pa. hati hati di jalan" ucap gerald pasrah. perasaannya mulai tak enak. ayah anak itu bergegas pergi ke luar ruangan


"Mau makan dimana?" tanya hansen "RV park ya pah" hansen mengemudikan mobilnya menuju rv park . ayah anak itu makan bersama sambil berbincang


"Kenapa anak papa mengajak papa makan hum" tanya hansen


"avina kangen opa" jawab harlene sedih


"jalan jalanlah beberapa hari. mau?" tanya hansen. harlene mengangguk . hansen tau putrinya ada masalah tapi karena ia tak bercerita maka hansen tak mau banyak tanya


usai makan siang, hansen kembali ke rumahnya karena harlene berkata mau menyelesaikan rekapitulasi rv park


jam tiga sore gerald membawa 3G ke ruko , harlene mendiamkannya, hanya memasang laptop untuk anaknya. sampai jam lima gladys merengek minta makan steak house.


harlene mau tak mau menyetujuinya. gerald diam diam tersenyum penuh kemenangan. dan mereka berakhir di steak house untuk makan malam.


*****


Harlene masuk kekamar menyiapkan pakaiannya dan pakaian gerald lalu membersihkan diri ke kamar mandi. ia turun membuatkan jus dan membawa air mineral yang ia letakkan ke meja kerja gerald di kamarnya


harlene masuk ke walk in closet, menyusun beberapa pakaiannya di koper. gerald yang keluar kamar mandi tak menemukan istrinya segera mencarinya. matanya menatap tajam ke arah harlene yang sedang packing


"Mau kemana kamu?" tanya gerald . harlene hanya diam saja . gerald menarik tangannya keluar walk in closet. harlene mengernyitkan alis menahan rasa nyeri di lengannya yang lebam karena ulah gerald tadi pagi .


gerald menyadarinya, ia segera memeriksa pergelangan tangan istrinya yang lebam besar . sungguh ia sangat terkejut, ia mengambil kotak p3k dan mau mengoleskan salep tapi harlene menghindar


"Maafkan aku" ucap gerald lirih


"Sudah dimaafkan" jawab harlene dingin. ia segera bangkit menuju walk in closet tapi gerald menahannya


"Mau kemana?" bisik gerald


"Torronto, ke tempat opa" gerald terkejut dan langsung memeluknya


"Kamu tak bisa meninggalkan aku dan anak anak. twins masih bayi"


"Pilihanmu hanya dua, aku ke ruko atau aku ke torronto"


"honey, aku minta maaf sudah membentakmu, aku minta maaf sudah melukai tanganmu, sungguh aku minta maaf. aku berjanji tak akan terulang lagi. bila terulang, kamu bisa meninggalkan aku"


harlene hanya diam saja tapi gerald memeluknya makin erat "aku tak mau ada perpisahan lagi, aku tak mampu"


"Kau bisa menahan fisikku disini tapi tak bisa menahan hatiku. bagiku kita sudah selesai " jawab harlene dingin lalu segera berbaring dan memejamkan matanya

__ADS_1



__ADS_2