Kisah 20 Tahun Lalu

Kisah 20 Tahun Lalu
Bab 80 - Kepergian Harlene


__ADS_3

Dua minggu


kantor yang di minta oleh Twins G telah selesai di buat oleh gerald. kantor yang super nyaman sekali.


"Papa dapat uang dari mana?" tanya gilbert


"Mama" jawab gerald


"Dikasih?" tanya gavi , gerald mengangguk


"kalau tidak dikasih mana bisa selesai kantor ini" ucap gilbert datar


"gavi tau, tapi kok bisa mama mau"


"ya bisalah, papa pakai rayuan maut" ledek gilbert, gerald tertawa


"fokuslah pada kerjaan kalian, jangan buat papa di usir mama sampai tidur di kamar tamu" pesan gerald serius , twins mengangguk


"gamenya sudah 95 persen selesai, tinggal pemasaran dan promo, setelah itu siap launching pa" lapor gilbert, baik papa akan proses sisanya, segera selesaikan game tersebut


♡♡♡♡♡


enam bulan kemudian


Games Double G sudah di mainkan seluruh penjuru dunia, penjualan Diamond perbulan mencapai puluhan Triliun


"papa sudah hitung pemasukan gilbert?" tanya gavi


"itu kerjaan mama, papa tidak begitu paham" jawab gerald.


"Ayo kita ke kantor mama, bayar utang papa" ajak gilbert , ketiganya langsung ke kantor triple G


"Mana berapa uang gilbert?" tanya gilbert langsung saat membuka pintu ruangan papanya. harlene menatap putranya datar


"Duduklah dulu, mama selesaikan laporan ini dulu. dua puluh menit mama bicara dengan kalian" jawab harlene, keduanya duduk dengan memegang ipad mereka sambil memeriksa email


"Pah.. ada klien yang mau memakai jasa gavi, tapi mau bertemu langsung dengan ownernya" lapor gavi


"Batalkan" jawab gerald "ok pa" gavi langsung membalas email reject pada calon kliennya


dua puluh menit kemudian harlene memeriksa laporan keuangan gilbert dan mengeprint lalu menemui putranya


"ini laporan laba rugi perusahaanmu enam bulan terakhir" harlene menyerahkan dokumen dalam map pada gilbert . gilbert membaca sekilas karena tidak paham


"Pa.. bayarin dulu utang papa 500 juta pertama" pinta gilbert, gerald membuka ipad dan melakukan permintaan si bungsu


"uang mama di dalam ada 500 M, seklian kembalikan pa"


"Itu investasi, tak bisa seperti itu sayang, atas modal yang ditanam mama ada kesepakatannya" gerald menjelaskan dengan sabar


"Ohh.. misalnya gilbert kembalikan dulu modal awal mama, lalu jalanin seperti perjanjian laba mama 40 persen tetap kita bayar tiap pembagian ga boleh ya pa?" tanya gilbert


gilbert memang genius tapi dia tak paham tentang managemen. dia hanya menciptakan terobosan game baru, lalu melakukan promo dan pemasaran yang selalu booming


gerald bingung mau menjawab apa. dia menatap harlene minta bantuan


"Baiklah mama jelasin ya sayang, dalam semua perusahaan ada managemen dan sistem. saat mama menanamkan modal kita sudah ada kesepakatan dan kontrak selama 5 tahun. dimana kalian yang menciptakan game menerima laba 40 persen, mama penanam modal menerima laba 40 persen, papa sebagai pengelola dan pihak managemen 20 persen"

__ADS_1


"Kalau dalam peraturan seharusnya, modal mama akan tetap didalam selama lima tahun , tapi karena kita adalah keluarga maka mama menerima perlakuan khusus dari kamu yaitu mengembalikan di awal modal awal mama sekarang, dan melanjutkan sisa kesepakatan meski itu tak sesuai prosedur"


"sebenernya itu tak boleh karena sama dengan mengeluarkan investor sebelum masa kontrak berakhir"


"gil hanya ingin modal mama aman dan segera kembali, sisanya biar berjalan sesuai prosedur"


"baik. lakukanlah" jawab harlene , gerald langsung mengirimkan uang modal harlene kembali ke rekeningnya


"Sebenarnya itu uang papa.. dulu di titip sama mama sebelum pulang ke indonesia" ucap harlene sambil tertawa , gill menatap gerald.


"uang papa itu uang mama , uang mama bukan uang papa" jawab gerald. gavi terbahak bahak


"Masukin rekening mana" gerald menunjukkan ipadnya. harlene memasukkan rekeningnya.


"Uang mama done" ucap gerald pada gilbert . gilbert mengangguk "thank you papa"


Harlene dan gerald puas dengan cara berpikir anak anaknya yang selalu mengutamakan sang mama di atas segalanya


Begitupun dengan gabriel saat ia menjabat pertama kalinya sebagai direktur operasional di G Park. yang di utamakan adalah mengembalikan modal awal harlene yang semula 200 Milliar meskipun sebelum sebelumnya sang mama telah menerima laba melebihi dana yang di invest


sayangnya twins terlalu kecil usianya, mereka tak paham management dalam perusahaan, mereka hanya tau memajukan dan mempercepat perputaran uang.


Akhirnya harlene meminta gladys membantu manage perusahaan gilbert dibawah pengawasan gerald dan harlene, begitupun perusahaan IT gavi yang menjalankan sistem kerja seperti pekerjaan lama harlene dulu, agar anak anak itu tidak salah jalur


♡♡♡♡♡


Sabtu


Seperti biasa harlene dan gerald menemani anak anak mereka ke G Park, sekedar memeriksa kantor, atau istirahat di rucon.


Kali ini harlene dan gabriel mengadakan survey area perusahaan , mereka mengelilingi seluruh G Park karena suasana sangat ramai jika akhir pekan


"Baik mah"


mereka terus berkeliling dan berusaha merevisi hal hal yang perlu di revisi oleh G Park demi kemajuan bisnis ini


"Nana.." sapa jerry


"Eh Jerry, kamu disini?" harlene menyapa balik dengan sopan "dengan siapa bawa anakmu latihan?" Gabriel hanya diam dan memasang wajah dingin


"Sayang, lanjutkan pekerjaanmu, jangan lupa bicara dengan papa ya, mama bincang sebentar dengan teman lama" gabriel mengangguk lalu segera berlalu kembali ke kantor


"Aku bersama anakku dan asistenku, asistenku sedang mengawasi anak anak. anakmu ikut race?" tanya jerry "Panas sekali disini, kita cari lokasi teduh ya " harlene mengangguk , mereka segera ke G Korea resto


"Istrimu tak ikut?" tanya harlene melihat sekeliling


"Aku sudah berpisah sejak anak keduaku berusia tiga bulan, jadi saat reuni dulu aku sudah single" jawab jerry


"Hei. kasihan anak anakmu, tak baik seperti itu. kalau bisa cobalah rujuk demi anak anak" nasehat harlene


"Tak bisa lagi"


"Usaha donk" jawab harlene


"Usaha seperti apa kalau sejak remaja isi hatiku hanya ada kamu, tak bisa sedetikpun melupakanmu, akhirnya hanya akan melukainya dan melukai banyak orang" jawab jerry sendu


***

__ADS_1


Sementara di kantor CEO G Park


"mana mama ? bukannya kamu survey area dengan mama gab? cuaca panas sekali kenapa meninggalkan mama?" tanya gerald


"Mama bertemu teman lama, meminta gab duluan balik"


"Teman lama? memangnya mamamu punya teman? laki laki atau perempuan?"


"Tuan Grahams, Fans mama. Dia mengobrol dengan mama dekat sirkuit tadi" jawab gab datar


"Dan kamu membiarkan mamamu bersama orang yang mengidolakan mamamu?"


"Come on pa. ini tempat umum. tak mungkin Tuan itu macam macam" tegur gab dengan wajah masih datar


"Dasar anak ga peka. huh" gerald langsung memeriksa ponsel dimana gps istrinya berada. "Papa susul mama dulu. kamu bawa tas papa ke rucon" gab hanya mengangguk


****


"Kita semua sudah berkeluarga dan memiliki anak, fokuslah pada anak. jangan berpikir hal lain demi masa depan anak anak"


"Aku tak mampu na.. bahkan seumur hidupku aku pakai memantaskan diri menjadi pendampingmu, begitu aku mendengar kamu menikah, masa depanku hancur seketika"


"Kalau masih mau berteman, bertemanlah dengan murni, buang perasaan tak layak, aku punya suami dan anak yang ku cintai. aku duluan"


"Na.." jerry menahan lengannya "Aku tak berharap lebih, hanya ingin kamu menjadi temanmu, bisa kan?" harlene tersenyum dan mengangguk. jerry mengusap kepalanya


"SINGKIRKAN TANGAN KOTORMU DARI ISTRIKU" tegas gerald yang sudah di belakang mereka dengan mata memerah . harlene langsung menepis tangan jerry dari kepalanya


gerald menarik lengannya dengan kasar untuk pergi "Tuan Muda Millano, jangan kasar pada nana" tegur jerry membuat gerald pitam seketika. urat dikeningnya bermunculan


"Bukan urusan anda, anda tak berhak ikut campur urusan rumah tangga saya" tegas gerald mencoba menahan intonasinya karena pengunjung mulai menatap mereka. matanya memerah menahan amarah


"Jerry pergilah, aku duluan. kamu pergilah" nana mendorong jerry


"Singkirkan tanganmu, jangan sentuh pria lain" bentak gerald lalu menarik harlene keluar G Park menuju ruconnya. harlene sampai terseret seret mengikutinya dengan kewalahan . jerry menatapnya sendu


"Apa yang kau lakukan disana hah?? bermesraan dengan pria lain di depan umum!!!" teriak gerald dengan marah setelah melemparkan istrinya di ranjang besar itu


"Jangan berteriak dan jangan kasar. ini semua salah paham" ucap harlene dingin sambil memegang lengannya yang terasa panas dan nyeri akibat perbuatan gerald


"Salah paham seperti apa? aku melihatmu tersenyum saat dia menyentuhmu dan bahkan kau membiarkannya. tak ku sangka kau begitu murah▪︎an" teriak gerald makin marah . harlene sungguh terluka mendengar ucapan gerald


"Kalau sudah tau aku murahan, ceraikan aku supaya kau tak malu mendapat istri murah●an" jawab harlene dingin


PLAKKKKKKK


harlene langsung terhuyung ke ranjang mendapat tamparan yang sangat keras dari gerald. gerald langsung keluar kamar sampai terdengar bantingan pintu dengan keras


pipi harlene terasa panas , sudut bibirnya pecah, airmatanya menetes saat ia memegangi pipinya hatinya sakit sekali . setelah merasa agak tenang, ia segera membasuh wajahnya dan mengirim pesan pada asistennya, dia pun keluar rucon setelah memesan taxi online dan pulang ke villa.


harlene membuka brankasnya dan mengambil apa yang dia butuhkan langsung bergegas ke bandara


Tak sampai dua jam, jet pribadinya sudah membawanya terbang. delapan jam kemudian pesawatnya transit di dubai mengisi avtur. ia membeli ponsel dan nomor baru


setelah mengirim pesan pada anak dan papa mamanya yang berbunyi


"mama/avina ada perjalanan bisnis dalam waktu lama. kalau sudah selesai mama/avina akan segera berkumpul dengan kalian. love"

__ADS_1


harlene langsung mematikan ponselnya selamanya dan naik ke pesawat komersil meneruskan hidupnya ke germany sendirian



__ADS_2