Kisah 20 Tahun Lalu

Kisah 20 Tahun Lalu
Bab 91 - Pulang honeymoon


__ADS_3

Switzerland


Apartemen harlene


"Bagaimana bisa mama punya apartemen ini?" tanya gerald


"Dulu opa hansel mau menyekolahkan mama disini, tapi keburu di halangi seseorang. padahal dokumen, apartemen semua sudah disediakan" sindir harlene , gerald tertawa


"Selama 25 tahun apartemen ini mama sewakan pada saudara sepupu demi menghemat biaya bulanan apartemen. lalu karena bangunan tua, tiga tahun lalu ada perobohan dan pembangunan ulang. biaya di subsidi oleh pemerintah 50 persen. mama bersedia. dua tahun lalu apartemen ini mama sewakan melalui property tapi karena tahun ini akan di gunakan oleh twins mama batalkan kerjasama rental dengan pihak property"


"Harga meroket saat ini" ucap gerald "tak akan di jual, kelak anak anak kalau ada perjalanan bisnis bisa menggunakan apartemen ini" jawab harlene.


"Ayo kita cari makanan" ajak harlene "Mama pinjam mobil perusahaan kak rion selama kita di swiss"


"memang mama bisa mengemudi?" goda gerald , harlene mencebik "nanti pulang mama belajar mengemudi, biar bisa jalan jalan cuci mata sendirian lihat cogan"


"berani?" wajah gerald berubah masam


"Satu saja sudah pusink. belum niat nambah suami" jawab harlene terkikik ketika gerald menggelitikinya "tak ada belajar mengemudi, katakan padaku mau kemana , aku akan mengantarmu"


Akhirnya Gerald dan harlene jalan jalan ke jungfrou, top of euro. kembali dari jungfrou mereka menuju interlaken , sebuah kota yang sangat damai sekali . mereka makan malam di interlaken . gerald mengadakan candle light dinner romance bersama istrinya


"Mau beli bekal makanan untuk malam? cuaca dingin sekali"


"Tidak, aku ingin istirahat" jawab harlene, mereka pun kembali ke apartemen super mewah milik harlene .


Dan karena suasana dingin, malam itu gerald melakukan olahraga halal dengan istrinya sampai pagi. tenaganya sangat kuat sekali sampai harlene kewalahan


♡♡♡♡♡


dua minggu berlalu setelah melewati honeymoon menyenangkan dengan istrinya , gerald membawa istrinya pulang. tiba di indonesia mereka pulang ke rucon karena anak anak mereka ada disana


"Papa" teriak hanna , langsung di gendong dan di ciumi gerald . keluarga itu berpelukan saling melepas rindu


"Bawa oleh oleh apa?" tanya hanna

__ADS_1


"mama beli sepatu dan tas kerja buat kita semua" jawab gerald . hanna mengangguk


"kita makan siang dulu ya" ajak gerald


"Mau makan disebelah, korea food" pinta hanna, gerald mengangguk . mereka berjalan kaki cukup jauh ke lahan sebelah karena tak ada pintu penghubung dan itu memang disengaja karena gerald mau privacy untuk keluarganya


tiba di resto korea milik gabriel, gerald langsung memesan makanan , tak lama aretha dan raymond ikut masuk ke ruangan vip itu dan bergabung bersama anak cucunya


"ini oleh oleh buat papi mami" harlene menyerahkan paper bag buat mertuanya .


"wah sepatu hermes limited edition" pekik aretha berbinar melihat dua pasang sepatu buatnya dan raymond "terima kasih avina" avina tersenyum dan mengangguk


akhirnya keluarga itu makan dengan tenang. setelah makan raymond dan aretha kembali ke cafe mereka yang sangat ramai. setiap harinya memang selalu ramai karena orangtua paruh baya dari luar G park selalu datang nongkrong meski keluarganya bukan member g park


"berikan ini pada onty yemima" harlene menyerahkan tiga paper bag pada gilbert. gilbert segera menjalankan perintah ibunya


"punya uncle rein beri pada papa" pinta gerald. ia mau menemui kakaknya dan menyerahkan sendiri karena istrinya membeli kalung untuk kakaknya dari toko perhiasan terkenal di swiss


"Terima kasih gilbert , sampaikan pada mama ya" ucap yemima saat menerima hadiah dari gilbert


"karena kalau bukan mamamu yang membeli, tak ada orang di rumahmu berani membeli barang semahal ini" jawab yemi sambil tertawa. gilbert ikut tertawa


"bagaimana omset onty?" tanya gilbert


"kalau cafe ini sepanjang hari selalu ramai, butik makin ramai karena uncle rein sekarang menggunakan jasa designer untuk tempahan pakaian balap anak anak sultan sesuai dengan mobil dan motor mereka. jadi apapun kemauan mereka bisa dipenuhi" jawab yemi


"Ide uncle rein luar biasa" puji gilbert "iya sekarang uncle hanya fokus dengan butiknya. karena selalu kewalahan dengan orderan" jawab yemi


"syukurlah kalau orderan meledak onty" yemi mengangguk


"yorris akan segera pergi, onty akan kesepian" goda gilbert


"sejak dulu yorris memang di rawat opa oma. kepergiannya demi kesuksesan. jadi buat onty akan mendoakannya selalu. mamamu sudah menyiapkan perusahaan buat yorris, sisa yorris yang harus berusaha agar pantas duduk di bangku CEO" gilbert terkejut mendengar ucapan ontynya


"Mamamu itu memang pelit tapi mengutamakan masa depan keluarga" jawab yemi sambil tersenyum. gilbert terdiam

__ADS_1


****


Mansion Millano


"Mama menyiapkan perusahaan buat yorris?" tanya gilbert usai makan malam . semua terkejut mendengar pertanyaan gilbert


"Hmm tau darimana?" tanya harlene


"onty yemi memuji mama"


"Dulu buyut reinhard sangat kaya. terkaya di mexico. tapi papa kalian tidak minat pada perusahaan keluarga. papa membangun GM Group dan merajai canada. 75 persen warisan opa reinhard untuk papa kalian di berikan papa pada uncle reinhard. sayangnya uncle collab. papa menjual sisa warisan buyut reinhard dan menyerahkan uangnya pada mama. papa juga menjual GM group pada opa regan dan menyerahkan uang pada mama"


"Tiga tahun kemudian papa sudah mendirikan triple g corp dan membawa kalian balapan" terang harlene sambil tertawa "jadi mama menggunakan warisan papa untuk membangun perusahaan YM Corp. mama sebagai investornya. sekarang di rawat opa raymond dan uncle reinald. setelah yorris lulus nanti dia yang akan menjabat CEO. dia tanggung jawab mengembalikan modal mama dan mama akan menyerahkan perusahaan padanya kalau lunas"


"Mama sudah mengurus keluarga papa dengan baik" ucap gerald lirih dan terharu


"jangan lebay pa" ledek harlene, sekeluarga itu tertawa


"Kita jadikan pelajaran saja. saat uncle reinald collab mereka tak mampu bangkit lagi karena istrinya tak menyimpan uang sebagai tabungan. sejak kecil mama minta kalian bisa belajar menabung jadi kalau ada perubahan kalian dengan mudah bisa langsung bangkit kembali" pesan harlene. semua mengangguk setuju


"meskipun kadang mama terlihat menyebalkan karena kalian anggap mama pelit"


"ngga ma. gallen ga berpikir begitu. dulu saat smp dan sma mungkin pernah. karena semua temen gallen punya gerarri, lamborghini, moge, mereka juga bebas membeli apapun barang yang mereka suka. saat itu rasanya iri."


"tapi saat gallen menjabat di perusahaan, papa membelikan lamborghini yang jarang gallen pakai karena sibuk kerja. gaji gallen harus disisihkan menbayar pajak tahunan yang mahal untuk kendaraan yang jarang di pakai rasanya sakit sekali. dan paling lucu temen yang dulunya hedon malah collabs semua" ucap gallen tertawa


"sebagian malah minta kerjaan ke perusahaan ma"


"kamu terima?" tanya gerald datar


"ya ngga donk, gallen malas urusan dengan teman. nanti malah gara gara pekerjaan jadi tak bertemen, mereka dulu biasa hidup hedon kalau di ijinkan akan ribet. kecuali mereka melamar ke hrd dan diterima ya itu urusan mereka" gerald dan harlene mengangguk


"kedepannya akan ada perubahan crazy rich versi forbes. kalian harus berjuang. posisi saat ini hanna di bawah mama. sisa di bawahnya adalah uncle dan opa kalian. kedepannya akan berubah jadi nama sepupu kalian. kalian harus lebih berusaha ya" perintah harlene. mereka mengangguk


"kamu juga gilbert gavi, jangan hanya jago tehnologi. harus belajar pengelolaan, managemen, pemasaran juga. jangan semua di lempar ke papa, mama, kak gladys, hanna. kalian harus paham dan mengerti semua hal?" tegas harlene. keduanya hanya mengangguk sambil nyengir

__ADS_1



__ADS_2