Kisah 20 Tahun Lalu

Kisah 20 Tahun Lalu
Bab 25 - Pertemuan ana dan rara


__ADS_3

Regan turun ke parkiran, mencari mobil yang sesuai dengan nomor polisi di kunci. setelah menemukan mobil ia menekan tombol remote. regan takjub dengan mobil sport lamborghini aventador itu.


"Sayang sekali mobil ini tak digunakan" ucap regan


"kakakmu hanya takut membayar BBM dan pajak mobil makanya tak mau belajar mengemudi" cebik ana "dia itu sangat pelit dan hanya tak pelit sama kamu" regan tertawa


"Kita makan siang dulu, lalu membeli buah buat anak kak rara ya mi" ajak regan. ana mengangguk. "sekalian beli bahan makanan kulkas buat 10 hari, kamu kan di suruh training sama kak rere. belajar sungguh sungguh jangan sampai kakakmu kecewa" perintah ana. regan mengangguk.


regan membuka map mencari supermarket terdekat dan searah dengan perumahan bukit indah luxury. setelah mengamati peta. ia melajukan mobil itu menuju supermarket dan mencari rumah makan di seputaran supermarket


setelah makan siang, regan menemani ana belanja. usai belanja regan melakukan pembayaran dan menekan map alamat tempat tinggal mereka


sampai di villa, ana sangat takjub dengan villa mewah yang dipinjamkan menantunya ini. dua maid sudah menanti mereka. satu membawakan belanjaan dan menyusun di kulkas. satunya mengambil koper membawa kekamar dan menyusunnya di lemari .


"Mami mandilah dulu , usai mandi kita ke rumah kak rara. oh ya mami pegang 10 juta ini buat pegangan. takutnya mami mau beli sesuatu buat cucu mami"


"Mami masih ada pegang uang, itu diberikan rere buat kamu. peganglah dan simpanlah" kamu akan membutuhkannya 10 hari kedepan . regan mendesak akhirnya ana menerimanya dengan berat hati


setelah mandi, ana bertanya pada maid "Kompleks ini masih sepi ya Mbok?" tanya ana


"Block A dan B memang agak sepi karena rumah disini paling besar, tapi semua sudah ada pemiliknya nya.. cuma belum di tempatin.. seperti B1 sampai B4 semua punya Tuan Muda Hansen dan Nona Muda Regine, yang B1 ditempati anak buah nona muda yang perempuan, B2 di tempati anak buah Tuan Muda yang laki laki. B3 dan B4 di biarin kosong . cuma dipakai kalau keluarga wijaya dan keluarga westin kedatangan tamu"


"Kami berdua kerjanya di B1 dan B2. tempat ini kami besihin dua hari sekali. tapi tadi Tuan Muda menelpon meminta kami mengurus disini setiap hari karena akan ada yang menghuni" terang si mbok ona panjang lebar


"Nah kalau yang sebelah kiri B5 itu punya Tuan Muda Donny dan Nyonya muda ralline, itu kakaknya Nona Muda Regine. Biasa Nyonya Muda Ralline pulang jam empat sore habis jemput anaknya pulang sekolah. anaknya sekolah dari pagi sampai jam empat sore" imbuh mbok septi , ana mengangguk paham


"Nona muda jarang kesini mbok?" tanya ana


"Oh sejak melahirkan triplet, nona ga dikasih keluar sama sekali. nyonya tua westin dan wijaya kan oper prote sama nona muda"


"over protective mbok" goda regan tertawa


"nah iya itu den.. nyonya tua dan tuan tua over protective sama nona muda. kemana mana ga boleh. nanti dimarahin. Tuan Besar Hansel saja nyerah kalau nyonya tua marah. padahal Tuan Besar kan galak" ucap mbok onah menahan tawa

__ADS_1


"Regine sudah punya bayi? Regine sering dimarahin?" ana memastikan "rumahnya jauh?"


"iya bayinya laki laki kembar tiga nya, Tuan kecil sangat lucu dan menggemaskan. kalau tuan nyonya tua memang sering marah kalau nona muda regine keluar atau kerja, kan habis operasi belum pulih" terang mbok septi. ana dan regan manggut manggut


"rumahnya di block AA ada empat. yang tiga punya tuan muda hansen ditempati tuan muda, satu ditempati tuan tua westin, satu ditempati tuan tua wijaya. yang keempat itu di buat cafe mini buat ngobrol kalo temen mereka dateng. atasnya ruang main dan kamar triplet, Nyonya. Tapi jangan kesana. soalnya kalau ada orang dekat triplet pasti diusir. virus corona katanya. belum lagi suster nana kan galak banget kalau ada yang deket kembar"


"jadi uncle hansel tinggal dimana mbok?" tanya regan


"Tuan Besar kalau pulang ya tinggal sama tuan tua harisno. tapi jarang pulang karena Sibuk katanya" regan mengangguk


ana dan regan akhirnya paham kedua opa oma itu sangat protektive pada rere terlebih si kembar sampai tak mengijinkan orang mendekat efek pandemi corona. dan rere sebagai anak yang tak banyak bicara selalu menurut dan patuh pada seniornya itu


"Nah itu nona muda ralline pulang sama olin anaknya" ucap mbok onah mendengar suara klakson mobil di luar. ana dan regan langsung menuju halaman setelah mengambil anggur dan jus jeruk di kulkas.


rara terkejut melihat ibu dan adiknya. mereka segera berpelukan. regan memberikan anggur pada ollin. ollin menerimanya dan mengucapkan terima kasih, regan langsung menggendongnya. sementara ana menyodorkan jus jeruk dalam gelas dot pada olline. olline kembali mengucapkan terima kasih dan meminum jusnya


"Mami kapan tiba?"


"Tadi pagi, kami akan 10 hari disini karena regan di minta rere training dikantor 10 hari sebelum berangkat ke amerika. ia meraih beasiswa di harvard" terang ana


"Ayo masuk jangan bicara di luar saja" ajak rara


"kamu aja yang ikut ayo, ga enak dengan donny mengingat perbuatan papimu" ajak ana. rara mengangguk


"Sus Sarah tolong mandikan anak anak , kalau sudah bersih antar ke sebelah ya. saya bicara dengan mami saya disebelah" perintah rara. sang perawat mengangguk


ketiganya masuk ke villa hansen. mereka duduk di ruang keluarga. "anak rere kembar tiga mih, lucu sekali" lapor rara


"iya tadi mami juga dengar dari si mbok"


"kalau mami mau ketemu sikembar besok pagi jam tujuh pasti lewat dibawa hansen jalan jalan pagi. kecuali hujan. asal mami jangan kerumahnya saja"


"opa oma nya galak sekali nanti malah diusir" terang rara, mata ana berubah sendu "mami jangan salah paham. bukan hanya mami tapi semua orang pasti diusir. virus katanya"

__ADS_1


"iya mami paham ra"


"empat orang tua itu sayang sekali sama rere. semua warisan dikasih ke rere bukan ke hansen, kemana rere pergi pasti dilarang. untung rere itu ga banyak masalah jadi nurut aja. hidup dikelilingi orangtua tak mudah juga mih"


"benar, hidup dikelilingi orangtua ga akan mudah, banyak aturan yang harus di jalani. memang demi kebaikan rere sih"


"opa harisno itu sangat mengutamakan pendidikan, rere peraih summa cum laude dan wajahnya duplikasi opanya. pasti sangat di sayang dan di protect" ucap ana.


"bener mih. kemana mana pengawalnya harus ikut. apa enaknya hidup dikekang" kata rara


"enak donk. kan jadi terkaya di dunia " goda regan. mereka tertawa bersama sama


"apalagi suami kulkasnya itu. dingiiiinnn " kata rara tertawa "tapi sayang sama rere. semua uangnya dia serahkan pada rere. dia hanya punya uang saku dari istrinya"


"lho tadi regan dikasih 1 M sama kakak ipar. memang dipaksa sama kak rere" jelas regan


"Kok bisa? hansen ga ada uang lho"


"iya kakak ipar tadi bilang dia di rampok" ucap regan tertawa "mungkin kumpulan uang sakunya" mereka terbahak bahak


"Ra.. donny baik padamu?" tanya ana hati hati


"Donny baik banget sama rara mih. ada maid dan suster buat anak anak. ada mobil dan uang belanja yang cukup buat rara dan anak anak. perusahaan donny menjalin kerjasama dengan regine jadi semakin maju sejak regine menanamkan investasi di perusahaan donny" terang rara . ana merasa bahagia mendengar penjelasan rara


"Rere lebih banyak di indonesia ya?" tanya ana


"Perusahaan di luar sudah di jual hansen dan rere. mereka fokus perusahaan di indonesia , ayah mereka berdua punya banyak perusahaan di indonesia jadi mereka yang jalani dan ga pernah bisa kemana mana. sejak rere terima warisan westin dan wijaya. uncle hansen dan uncle terry yang mengurus perusahaan di luar negeri" terang rara


suster sarah membawa dua anak rara menghampiri mereka. ana langsung mengambil dua gelas jus jeruk untuk dua cucunya. "Thank you oma" ucap mereka lalu menghabiskan jus dengan cepat


ana mengambil dua mangkuk bubur yang tadi dia olah sambil ngobrol dengan dua maid di dapur untuk cucunya . satu mangkuk dia serahkan pada sarah untuk menyuapi si bungsu oriel . ana mulai menyuapi ollin dengan telaten "enak sekali oma" ollin memberi jempolnya. ana tertawa


"ollin mau tambah oma" pinta ollin saat buburnya habis. ana segera ke dapur mengambil bubur tambahan buat ollin dan menyuapinya sampai habis

__ADS_1


"besok pagi oma masak sarapan , kalian sarapan disini ya" ucap ana menatap rara. rara mengangguk "ok oma"



__ADS_2