Kisah 20 Tahun Lalu

Kisah 20 Tahun Lalu
Bab 8 - Simpanan Ana


__ADS_3

Teman rara sudah pulang semua, rara berjalan ke meja rere , sambil meneteskan airmata ia memeluk rere "Makasih re, tapi kakak jadi bebanmu, maaf ya terus menyusahkanmu"


"kak bisa minta tolong?" tanya rere , rara mengangguk


"bisa minta uang ke mami secukup mami punya buat pendaftaran kuliah, senin kita buka rekening bersama supaya mudah transaksi keuangan dan mencicil hurie chloe. uang rere hanya sisa tiga puluh ribu"


"siap" jawab rara, dia memberi uang lima puluh ribu dari sakunya pada rere. "bayar makanan pakai ini, kakak masih ada 10 ribu buat beli bahan bakar" rere mengangguk . rara pun meninggalkan cafe


♡♡♡♡♡♡


Minggu malam


"Mami.. rara ga usah kuliah saja ya" ucap rara sambil duduk disamping ana


"Kamu harus kuloah, sebagai anak sulung dan buah hati mami, kamu akan kuliah, mami akan usahakan caranya"


"rara ga mau nyusahin mami"


"Ikutlah dengan mami" ana bangkit dan masuk kekamarnya "kunci pintunya" rara segera mengunci pintu kamar ana.


ana membuka laci lemari dan mengeluarkan laci itu lalu meraba kebawah laci menarik sebuah tas kerja . ia membuka tas dan menunjukkan pada rara isinya. rara terkejut . ana langsung meletakkan jari telunjuk di bibirnya sendiri. meminta rara diam. ana pun segera mengembalikan tas dan laci ke tempat semula . mereka keluar kamar


"Mami sudah tanya ke kampus xxb. jurusan management bisnis untuk s1 membutuhkan 330 juta. uang mami masih 220 juta. mami sejak lama mengumpulkannya buat biaya kuliah kamu, kekurangan 110 juta lagi.. "


"gara gara pihak sekolah rere, harusnya hadiah rankingnya 150 juta, sayangnya berupa kartu makan untuk di amerika , itupun di berikan bertahap perbulan. kalau tidak, uang mami sudah cukup melunasi uang kuliahmu"


"mih ga harus langsung dilunasi, pendaftaran 80 juta, per semester 25 juta. kita bayar pendaftaran dan lima semester dulu, sambil jalan sambil mikir ya mih, lagian kalau ada yang nanya kita tunjukin beberapa lembar saja sudah di anggap lunas"


"bener juga, pinter kamu" kata ana


"kalau boleh besok pagi, rara ke kampus membayar pendaftaran dan bayar 5 semester dulu boleh mi? rara malu di ledek dan ditanya terus oleh temen rara"

__ADS_1


"Besok mami kerja, bulan ini ga bisa cuti lagi karena kemarin sudah ambil cuti terakhir waktu ambil kelulusan rere"


"Besok pagi rara berangkat sendiri mih, nanti waktu pulang rara kasih struk pembayarannya ke mami, rara malu banget mih sama temen"


"baiklah, besok pagi kamu langsung ke kampus membayar, tapi hati hati ya, hanya itu harta kita. setelah lunas kirim struknya ke mami melalui whatsapp"


"Baik mih" jawab rara . "sekarang istirahatlah, besok bisa mendaftar dan hatimu tenang nak" kata ana mengusap rambut rara. rara mengangguk dan kekamar mandi


"Besok pagi aku kabari ketemu di bank mana, kamu siap siap. jangan balas lagi" rara mengirim pesan pada rere . setelah dua centang biru, rara menghapus riwayat chat dan kembali kekamar


****


Senin


Jam 06:30


"Ra ikut mami" panggil ana usai mereka sarapan , ia membawa rara ke kamarnya dan mengunci pintu lalu mengeluarkan tas berisi uang


"Ini uangnya nak, 205 juta untuk pendaftaran dan pembayaran lima semester. sisanya nanti akan mami usahakan lagi" ana menyerahkan 20 ikat uang merah di tambah lima juta rupiah


"mih, boleh rara minta uang lima juta untuk buka rekening? nanti sudah buka rekening rara transfer balik ke rekening mami uangnya. rara mau coba sesekali minta uang pada papi farid. mana tau dia beri"


ana mengambil uang lima juta dan memberikan pada rara "bawalah, tak usah transfer kembali, ini simpan satu juta sebagai tambahan nak, kalau mau hang out dengan temen, pergilah" rara menerima enam juta, memasukkan dalam dompet lalu berniat mengantar ana ke tempat kerjanya


setelah menurunkan ana di tempat kerja, rara mengendarai ninjanya ke bank tak jauh dari cafe RV, bank ZAF. disana ia mengambil nomor antrian cs dua lembar sekalian. rara langsung mengirim pesan pada rere


"re aku dibank ZAF sederetan dengan RV cafe. aku uda ambilin nomor antrian, sisa 10 nomor lagi giliran kita. cs hanya satu orang saja, tolong kirim poto ktp kamu dulu, aku isi form kamu dulu"


"coming" balas rere sambil mengirim poto KTP nya.


rara segera meminta formulir pendaftaran nasabah baru dua lembar, ia mengisi data lengkapnya dan data rere di formulir. lalu ia memasang headset mendengar lagu sambil menanti rere. satu jam berlalu, tepat sisa dua nomor, rere tiba di bank

__ADS_1


"maaf kak, tadi aku mandi dan beres beres dapur dulu, ga enak sama tante carissa"


"kamu ijin bilang apa?"


"Bilang kakak mau mengadakan perpisahan denganku sebelum aku berangkat"


"lah masih bulan depan berangkat" kata rara bingung


"gapapa, tadi aku sudah bangun sebelum jam empat pagi, rumah sudah aku beresin, uda masak juga. jadi tante carissa juga ga nanya banyak banyak . cuma bilang jangan pulang lewat magrib" jawab rere tak sepenuhnya bohong. karena memang berpesan carissa jangan pulang lewat magrib , rara mengangguk


tibalah antrian untuk mereka berdua. rara menyerahkan dua nomor antrian dan dua form nasabah baru yang sudah diisi pada costumer service .


cs segera memproses pembukaan rekening tersebut setelah meminta KTP asli kedua gadis didepannya


"saldo awal satu juta ya nona regine" pinta cs , rere langsung bingung. dia tadi buru buru tak membawa uang sama sekali. di selipan gantungan kunci ada uang 20 ribu buat jaga jaga bayar bbm dan parkiran


"saldo awalnya 204 juta kak" kata rara sambil tersenyum menyerahkan slip setoran tunai yang hanya terisi jumlah setoran saja. karena mereka belum punya rekening . rere terkejut sampai melotot ke arah rara


"nanti dibahas" kata rara, rere mengangguk


mereka berdua menyelesaikan prosedur pembukaan rekening selama satu jam di bank ZAF. setelah selesai, rara membonceng rere ke rumah makan lesehan. mereka memilih tempat yang tak ramai dan duduk di pondok lesehan bagian ujung


"kak aku tak punya uang" kata rere ragu dan takut "diamlah, ikuti kakak" ucap rara, akhirnya rere menurut


"ibu memberiku uang 205 juta buat biaya pendaftaran 80 juta dan uang 5 semester 125 juta, jadi total 205 juta. tadi sudah di setor 204 juta ke rekeningmu, ini sisa sejuta. ambillah. kau harus membayar pada chloe dan hurie nanti"


"ini tadi ibu memberiku enam juta, lima juta buat buka rekeningku, sejuta buat kita membeli makanan. jadi kita bisa makan" rara menunjukkan uang sejuta dari ana. rere mengangguk


"darimana mami punya uang 200an juta?"


"katanya sudah bertahun tahun dia simpan dan sembunyikan buat bayar kuliah kaka, meski masih kurang, kakak mendesaknya bayar sebagian dulu supaya kamu tak malu berhutang banyak pada sahabatmu"

__ADS_1


rere senang memiliki kakak yang pengertian seperti rara meski tak dipungkiri semua penjelasan kakaknya tentang sang mami sungguh membuat hati rere teriris, tapi ia berusaha tegar



__ADS_2