Kisah 20 Tahun Lalu

Kisah 20 Tahun Lalu
Bab 10 - summa cum laude


__ADS_3

Dua tahun berlalu


Rere menjalani kuliahnya dengan giat. nilainya selalu nomor 1 dikampusnya. semua dosen sangat menyikai karakter dan kegigihannya


Rere juga belajar banyak dari sepupunya tentang program, bisnis, IT, hack, managemen, akunting dan bela diri selama 2,5 tahun di asrama putri . ia bahkan membuka bisnis online. bermain saham. sampai mendapatkan banyak sekali uang. tiga kartu yang diberikan hansel belum pernah disentuh oleh rere


hansel puas dengan putrinya , hidup dalam tekanan sejak kecil membuatnya menjadi anak yang gigih. entah hansel harus membunuh ana atau berterima kasih pada ana. hansel tak tau


setelah dua tahun. rere kembali membuka ponselnya dan mengirimkan pesan sama pada semua kenalan dan keluarga serta gurunya


ribuan pesan ibunya ia baca. semua berisi uang dan uang. tak ada satu kalimatpun menanyakan kesehatan dan keadaannya. rere merasa hatinya berdenyut. ia membalas sama.. belum belum bekerja.


rere memeriksa bankingnya. rere melihat rara sudah melunasi seluruh uang kuliahnya pada rere. rere lalu menyatukan saldonya menjadi deposito baru. karena ia bahkan tak pernah menyentuh uang dalam rekening itu. karena uang saku dari beasiswa tiap bulannya sudah lebih dari cukup buat rere yang sangat hemat itu. bahkan ia bisa menabung dari uang saku itu


♡♡♡♡♡♡


Empat tahun berada di london


rere kembali memeriksa ponselnya. semua tetap sama. rere mengabari keadaannya pada sahabatnya dan keluarganya


tapi ada pesan ibunya yang mengejutkan, selain ribuan chat minta uang dan umpatan. ada yang regan sakit, dia membaca rara akan segera menikah dengan dion. ana minta bantuan dana persiapan pernikahan rara. tapi itu kejadian tahun lalu. dari sana rere belajar, semua masalah akan berlalu dan keadaaan kembali baik baik saja jika membiarkan ana berusaha


rere mengirim balasan ..


"maaf mih, jadwal kuliah sangat padat, rere belum bisa bekerja hanya hidup mengandalkan uang saku beasiswa yang tak seberapa. kalau rere sudah kerja, rere akan mengirim pada mami. selamat buat kak rara ya. ponsel rere masih rusak. ini minjam ponsel teman. kalau mami ada uang lebih tolong kirimin rere supaya rere bisa beli ponsel baru"


rere segera mematikan ponselnya kembali


Drrrttt Drrrttt


Dad Calling


rere mengangkat ponselnya


"Yes dad"


"Berapa tabunganmu dari penghasilan pribadimu sekarang selama di london"


"sekitar 400 juta poundsterling dad"


"ini tahun terakhir kamu di london kan? usahakan manfaatkan secepatnya kuliahmu selesai dan tabunganmu membengkak, kamu harus sudah punya uang membangun rumah sakit saat kamu selesai kuliah"

__ADS_1


"akan rere coba dad, terima kasih sudah mengirim orang mendidik rere jadi pengusaha yang baik dad"


"hahaha kau sudah tau? memang anak hebat. dad bangga padamu. jaga kesehatan dan harus kuat ya nak. saat kembali kamu harus menghadapi dunia yang keras ini"


"Baik dad. sekali lagi terima kasih"


ya pendidikan yang harusnya 6 tahun diselesaikan rere dalam 4,5 tahun meraih gelar SpB nya. dokter bedah. dalam enam bulan pendidikannya telah selesai


tugas rere adalah membengkakan tabungannya karena modalnya belum cukup. empat tahun ini dia hidup tenang tanpa gangguan ana. ternyata baik dia dan ana semua baik baik saja tanpa saling berhubungan. disini rere belajar untuk menjadi bijaksana dan lebih dewasa lagi mengatasi masalah ibunya.


♡♡♡♡♡


Enam bulan berlalu


Hari ini hari wisuda Rere, dia meraih predikat mahasiswi kedokteran terbaik seluruh london. predikat summa cum laude. hansel dengan bangga menaiki pentas mengambil penghargaan bersama putri tunggalnya.


rere sangat bahagia, tiap tahun dia menyelesaikan semester genap, sang daddy selalu hadir menemaninya. meskipun rere tak tau pekerjaan ayahnya, ia tau ayahnya amat sangat sibuk sekali.


rere tau ayahnya menyayanginya. rere tau ayahnya peduli padanya meski tak memanjakannya dengan uang tapi ayahnya memberinya uang dengan berkelimpahan dengan aturan yang di buat ayahnya demi kebaikannya


"sayang, kita akan meeting. kita cari restoran" ucap hansel saat acara wisudanya selesai.


mobil meluncur ke sebuah resto terkenal di london, mereka memasuki ruangan vip . setelah makan siang. hansel meminta piring kotor diangkat. ia memulai pembicaraannya


"Sayang, saat ini uangmu ada 550 juta pound, belum cukup membangun rumah sakit. tapi dad ada dua pilihan untukmu"


"pertama pulang ke indonesia, bekerja di rumah sakit lalu mengumpulkan modal pelan pelan sampai uangmu cukup"


"kedua kamu ikut dad ke Philadelphia amerika, dad punya saham 80% di HW hospital, hospital nomor satu disana. kamu bisa belajar dan bekerja. tunjukkan prestasimu sampai mendapat nama. dad akan memberikanmu salah satu perusahaan cabang milik daddy disana, pulang kerja kamu mengelolanya, tunjukkan bakatmu jangan kecewakan daddy, sampai modalmu cukup. kamu bisa kembali ke indonesia"


"Rere ga pilih dua dua , dad" tegasnya, hansel tersenyum "katakan apa maumu nak"


"rere mau yang kedua tapi belum tentu rere akan segera kembali ke indonesia setelah uang cukup, jika peluang di amerika lebih baik kenapa rere harus pulang"


hansel tertawa terbahak bahak "kamu memang putri wijaya, sungguh hebat sekali. dad salut. bersiaplah besok malam kita ke amerika. kamu bisa membawa 3 asistenmu bersamamu. mereka memang disediakan membantumu" rere mengangguk "Baik dad"


"kamu bahagia nak? lelah?"


"lebih baik lelah fisik daripada hati, rere bahagia merasa disayangi"


"berapa saldo rupiahmu nak?"

__ADS_1


"sekitar 800M dad. masih deposito belum jatem, mungkin enam bulan lagi, kalau dad mau pakai. pakai saja saldo pound rere gapapa"


"periksa angka tepatnya" rere memeriksa dan menunjukkan layar ipad pada hansel


"dalam satu jam akan dad bulatkan 5T. tugasmu melipat gandakan dalam 1,5 tahun kedepan" rere mengangguk. ia paham ayahnya sangat suka memberi tantangan. memberi tapi tak cuma cuma dan semua demi kebaikannya


"bila berhasil kamu gandakan 10 kali lipat dad akan memberimu sebuah perusahaan di jakarta dan membangunkan kamu rumah sakit secara cuma cuma"


"nah bener kan" batin rere


"rere usahakan dad, rere ga akan kecewakan dad"


"besok pagi ikat deposito poundsterling kamu selama 2 tahun. malam kita berangkat ke amerika"


"Baik dad"


"Dad takkan menemuimu lagi, besok malam kita ketemu di pesawat" rere mengangguk.


acara makan siang dan meeting selesai, mereka keluar dari ruangan vip menuju pintu utama resto. tapi seseorang mencegatnya


"Hansel, kebetulan sekali kamu ketemu disini"


"Ck.. drama!!! bukan kebetulan , tapi sejak dari kampus kau sudah menargetkan pertemuan dan mengikuti aku sampai kesini. dan menungguku keluar dari ruang" dengus hansel .


rere memasang wajah datar mendengar ucapan ayahnya yang sangat to the point. lawan bicaranya tertawa. mereka berpelukan bersama .


"katakan ngapain kamu ekorin aku kesini"


"demi nona kecil disebelahmu" tiga asisten itu lamgsung melindungi rere di tengah mereka dengan wajah dingin


"kau jangan macam macam terry, ini anakku satu satunya. aku lebih dari mampu melenyapkanmu dan sekeluargamu bila kau macam macam. punya kepantasan apa kau menginginkan anakku jadi menantumu"


yang dipanggil terry itu tak tersinggung malah terbahak bahak. hansel melirik seorang pemuda tinggi dan tampan tapi bwerwajah dingin di samping terry yang menatap putrinya dengan sendu


"kalian antar nona muda ke asrama, kemasi barang kalian supaya dibawa pengawal ke pesawat duluan. sisakan pakaian seadanya di koper kecil untuk bertahan sampai amerika" perintah hansel tegas "Baik Tuan Besar"


"sayang kembalilah dulu, kita bertemu besok malam, besok siang belilah semua yang kamu mau dihari terakhirmu di london" ucap hansel lembut sambil memeluk dan mengecup kening putrinya. rere mengangguk


"dad, uncle, kak hansen .. rere berangkat dulu ya" pamitnya sopan lalu berlalu


__ADS_1


__ADS_2