
Gerald membuka tas harlene, mencari obatnya. lalu membaca satu persatu sambil memeriksa di internet fungsi obatnya.
gerald membuka satu persatu obat itu lalu memberikan kepada harlene dan menyodorkan segelas air "Minumlah"
harlene meminum obat itu lalu segera bangkit "Tidur" tegas gerald dengan tatapan mengintimidasi tapi harlene tetap berusaha bangkit dan menuju pintu keluar
"Mau tidur atau aku tiduri?" tanya gerald . harlene langsung kembali berbaring disamping gladys dan memejamkan matanya sambil memeluk gladys
esok paginya harlene bangun jam lima. sebuah tangan besar berada di perutnya. setelah memeriksa demam gladys sudah turun. ia segera menyingkirkan lengan gerald. tapi gerald memeluknya makin erat
"Tidurlah. semalaman kamu demam tinggi" ucap gerald dengan suara serak "Aku mau ke toilet" jawab harlene dingin
setelah keluar dari toilet. ia segera pulang ke rumah orangtuanya membersihkan diri dan turun memasak bubur buat ketiga anaknya . ia merasakan kepalanya sangat berat
harlene menghabiskan semangkuk bubur, meminum obatnya lalu dibantu maid ia segera naik kekamarnya dan memejamkan matanya
"Antarkan bubur untuk gladys mbok " pinta harlene "Segera nona muda" jawab mbok parsi
"Mana nyonya muda?" tanya gerald saat mbok parsi mengantar bubur
"Nona demam, sekarang sudah tidur habis sarapan dan minum obat"
"Mbok tolong suapin gladys dan berikan obatnya ya" perintah gerald. sang maid mengangguk.
Gerald naik ke kamar harlene. kening harlene masih panas. gerald langsung mengangkat tubuh kecil itu ke rumah sakit.
Dokter meminta harlene di opname beberapa hari. gerald menyetujuinya. harlene pun segera di proses masuk ke ruang rawat inap
"Kenapa tiap aku tak memiliki kesempatan mengingatkanmu makan, kamu selalu tidak makan teratur?" tanya gerald sambil mengusap kepala harlene yang tidur pulas
saat harlene bangun ia melihat ruangan putih di sekelilingnya. ada pula pria yang paling dia benci dalam hidupnya.
"Sudah bangun?" gerald menekan bell
"Istri saya sudah bangun. tolong panggilkan dokter ya suster" pinta gerald. harlene membuang muka mendengar kata istri saya
dokter memeriksa harlene "Saya mau pulang dokter"
__ADS_1
"Belum bisa nona" ucap sang dokter "kalau anda terus seperti ini lambung anda akan bocor dan membahayakan nyawa anda"
"lakukan yang terbaik dokter" pinta gerald tegas. dokter mengangguk
"dokter bisa berikan obat tidur atau penenang agar bisa istirahat dengan baik?" tanya harlene. dokter mengangguk. dan menyuntikkan obat tidur ke infus . gerald menatap harlene dengan tatapan sendu
malamnya harlene bangun. keluarganya ada disana semua. setengah jam kemudian mereka pamitan pulang agar harlene bisa istirahat . harlene menekan bell meminta obat tidur pada perawat
esoknya harlene minta diijinkan pulang, gerald membawanya pulang ke villanya. tapi harlene amat marah. akhirnya ia kembali ke villa orangtuanya. dan terus di kamar sampai esok pagi. ia kembali bersiap ke rv park
seminggu di ruko, kesehatan harlene terus menurun. ia hanya bisa konsumsi bubur . bila masuk makanan lain ia akan muntah. badannya pun makin kurus.
gerald merasa tak enak hati. sejak ia kembali harlene makin sering sakit dan menjauh dari semua orang. seolah ia mengeluarkan dirinya sendiri dari keluarganya. akhirnya hansen, regine, aretha, raymond, gerald menemui harlene di ruangan kerja harlene
"Sayang.. pulanglah, tak ada yang menjagamu disini?" pinta hansen menatap putrinya sendu
"Papa.. avina tak mau melihat dia lagi"
"Jangan seperti itu, anak anak butuh papanya sayang"
"kalau begitu biarkan dia bersama anak anak. biar harlene yang mundur demi kebahagiaan anak anak"
"Sayang.. aku tak pernah selingkuh darimu, semua salah paham. papa sudah mengetahuinya. wanita itu kaka iparku"
"Baiklah" jawab harlene dingin "baiklah?" tanya gerald bingung
"Kamu bisa memainkan dramamu, aku mengijinkanmu jadi manfaatkan waktu sepuasmu"
"mainkan peranmu sebagai ayah yang baik sekarang, dimana saat mereka dalam kandungan dan sampai mereka lahir. kamu tak percaya mereka anak anakmu. bahkan dimana mereka lahir disana kamu tak peduli dengan keadaan gladys sebagai bayi sakit. kamu lebih penting test dna. sampai test dna menyatakan mereka anakmu baru kamu pura pura berperan jadi ayah baik sampai sekarang"
"Sekarang pergilah" usir harlene
pernyataan harlene membuat semua orang terkejut dan tertegun. mereka menatap datar pada gerald
"apa ini gerald?" tanya hansen dingin
"Saat di philadelphia , ponsel avina tertinggal di mobil. gerald mengantarkan keruangan....." gerald menceritakan percakapan patrick dengan avina
__ADS_1
"patrick sudah punya anak istri. anaknya sudah 6 dan 9 tahun. yang kecil usianya sebaya dengan triple G" ucap hansen. gerald cukup terkejut "kalau dia ngidam ya wajar saja. istrinya hamil dan dia ngidam apa salahnya?"
"avina.. maafkan aku" pinta gerald. harlene membuang muka "mari bercerai" pinta harlene
"Sampai aku mati, aku tak akan menceraikanmu" ucap gerald
****
Seminggu berlalu
Villa Millano
"Kau tak perlu bekerja lagi" tegas gerald yang baru menjemput harlene dari rumah sakit. harlene hanya diam, ia segera bangkit menuju pintu keluar kamar tapi gerald menahannya
"Bisakah jangan menggangguku lagi?" tanya harlene
"Kapan aku mengganggumu? kamu istriku sudah seharusnya kamu disisiku. suka tidak suka kamu memang istriku"
"Ceraikan aku kak" teriak harlene
"Mungkin kamu harus diberi hukuman supaya mulut manis ini tidak selalu mengucapkan kata pahit seperti perceraian" ucap gerald dengan suara berat menatap tajam pada harlene
tubuh mungil itu diangkat ke ranjang besar itu, gerald mengikat tangannya keatas kepala tempat tidur . bibir kecil itu dil -umat lembut oleh gerald. awalnya harlene meronta ronta tapi akhirnya ia terbuai dan membalasnya .
ci -uman gerald makin menuntut. tangannya melepaskan semua yang melekat di tubuh istrinya. gerald menyusu dengan rakus, sampai era -ngan keluar dari bibir mungil itu dan gerald menyatukan diri mereka. ia menarik ikatan dasi itu dan pompaan terjadi semakin cepat
"honey kamu selalu nikmat sekali. sempit. agh" era -ngan gerald memenuhi ruangan itu. harlene sendiri meracau hebat .
dua jam olah raga halal itu akhirnya selesai "Honey i"m cuming" teriak gerald lalu ambruk seketika di atas tubuh kecil itu "thank you honey" bisiknya. harlene membuang muka . gerald terkekeh
"Sana kau berat" usir harlene "dua jam kau tak mengatakan berat malah teriak faster" ledek gerald. harlene melotot . ia kembali mel -umat bibir mungil itu
"sana aku lelah"
"Tak apa, langsung tidur nanti" bisik gerald. ia mengulangi olahraga halal itu dua kali lagi sampai harlene tak mampu membuka matanya lagi
"aku mencintaimu" bisik gerald. harlene sudah tak sadarkan diri karena kelelahan
__ADS_1