
"Anak kesayangan papa yang cantik, habis makan es krim ga bagi bagi ya?" goda hansel saat meraih tubuh kecil itu dari ana. avina menjulurkan tangan pada hansel. hansel menggendongnya dan memeluknya.
"Opa avina mau pulang saja" pinta avina sambil memeluk hansel erat "Kita pulang hari ini" jawab hansel melihat avina terus ketakutan
"Sayang jangan takut lagi, penjahatnya sudah di penjara dan sudah di pukuli kak avy sampai diinjak" bujuk hansen mengusap punggung avina untuk menenangkan putrinya
"beneran?" tanya avina semangat, harvey tersenyum dan mengangguk.
"tadi dia mau nakal lagi, jadi di hajar kak avy sampai muntah darah dan diinjak injak kak avy" hansel menegaskan
"iya dia nakal sekali. bawa pisau taruh di pinggang mama" adu avina kembali memeluk leher hansel dengan erat
"nanti opa patahkan kedua tangannya supaya tidak bisa main main pisau lagi" avina mengangguk
"atau kak avy yang patahkan tangannya?" tawar harvey. avina mengangguk lagi "iya kakak patahin saja supaya dia tidak pegang pisau ke pinggang mama lagi"
"sayang sama mama dulu ya" bujuk hansel , avina menggeleng "opa mau minta kak avy patahkan tangan orang nakal itu sebentar"
"lihatlah semua orang berpakaian kemeja hitam atau jas hitam. perempuan dan laki laki. semua pengawalmu, sayang. orang nakal itu tak akan bisa mendekati avina" akhirnya avina mau di bawa rere naik ke kantor ana dilantai tiga. ana , olline, rara juga menemani avina di ruangan itu
Avina terus memeluk rere yang memangkunya di sofa. tak mau lepas sama sekali
"Sayang mau tidur di kamar oma? saat bangun nanti oma akan masak enak buat avina" di luar banyak pengawal menjaga avina" tawar ana. avina mengangguk.
olline yang menggendong avina ke kamar ana di sebelah. rere dan ana memiliki postur kecil sekali, tak memiliki tenaga terlalu banyak menggendong avina meski tubuhnya juga kecil sekali. kalau sesekali rere dan ana masih bisa.
****
"Hansen, harvey tampaknya avina sangat khawatir farid masih berniat mencelakai rere. di bawa kembali pun akan menangis tengah malam seperti sekarang" ucap hansel
"apa rencana daddy?" tanya hansen
"Sebaiknya kita patahkan tangannya agar avina yakin dia tidak bisa mencelakai rere lagi, sekalian menyembuhkan traumanya" saran hansel
__ADS_1
"ini anak, kecil kecil sadis juga" ucap donny
"Dia hanya mau cari aman memastikan sipelaku tak bisa mencelakai keluarganya lagi" jawab hansen . hansel dan harvey setuju pendapat hansen
"Besok pagi kita ajak avina ke kantor polisi" ucap harvey, mereka mengangguk setuju
"Darimana ia punya uang membayar preman?" tanya donny yang sejak kemarin penasaran.
"Daddy sudah memikirkannya sejak avina menelpon daddy, ditambah dia sudah bisa jalan, tangannya juga sudah berfungsi baik. berarti ada biaya mengobati. anak buah daddy sedang menyelidikinya karena orangtuanya bahkan sudah tak ada dikontrakan"
"Farid orang tak berguna, bisa memiliki uang berarti ada orang yang bisa dia manfaatkan atau memanfaatkan dia" imbuh donny yang disetujui semua orang
"heh, habisi saja dia supaya dunia aman" ucap harvey
"Jangan gegabah. ada yang menyokongnya. siapa penyokongnya opa tak peduli. tapi kamu baru naik ke puncak, jangan beri guncangan dulu" tegur hansel . harvey hanya mengangguk patuh sambil membalas pesan di ponselnya
"Kak haekal dan kak rion ada di bandara" lapor harvey pada tiga seniornya
"Kemarin waktu avina mengalami insiden, harvey sempat mengabarkan pada kakak, mereka langsung pulang, mereka transit dubai mengisi avtur, dari dubai pulang barengan ke surabaya" terang harvey
"Tadinya mau avy jemput cuma kakak minta dampingi avina dulu jangan ditinggal. sekarang mereka sudah dalam perjalanan kesini, pengawal avy yang menjemput pah"
hansen mengangguk, ia puas pada putranya yang meski sangat sibuk tapi lebih mengutamakan adik mereka yang sedang trauma
dua puluh lima menit berlalu , haekal dan harion tiba di RV Park. wajah mereka sangat tegang. mereka segera menemui hansel, hansen, harvey, donny untuk memberi salam
"Mana avina, vy?" tanya harion "Di lantai tiga. dikantor oma kak. ayo kita naik" ajak harvey . enam pria tampan beda generasi itu segera naik ke atas dengan tergesa gesa
"onty rara" sapa haekal dan harion sopan. mereka memeluk rara sesaat
"oh ya onty mana oma dan mama?" tanya harion
"di kamar oma, tadi avina baru saja di ajak tidur sama kak olline. tidur sebentar sudah nangis histeris sepertinya mengigau. ini onty buat susu buat avina disuruh oma"
__ADS_1
"Bedebah Farid" umpat haekal
" Farid kau akan mati" umpat harion
keduanya segera berlari kekamar sang oma. avina menangis histeris dalam pelukan ana. ana mengusap punggung avina mencoba menenangkannya. haekal langsung meraih tubuh kecil itu dan memeluknya erat
"opa disini, tak ada yang mengganggumu dan mama lagi, sayang" bisik haekal dan menyeka airmata cucunya
"Sedihnya, kakak di cuekin" goda haekal dan harion. avina yang baru sadar ada dua kakaknya langsung menjulurkan tangannya. haekal langsung menggendong dan menciuminya
"Huwaaaaaaaa" teriak avina meraung
"Sssttt tenanglah, katakan pada kakak, ada apa sayang" bujuk haekal. akhirnya perlahan avina mulai tenang. matanya sudah bengkak karena menangis terus
"Masa kakak tampannya pulang belum di cium" goda harion. avina mejulurkan satu tangan pada harion, harion mendekatkan wajahnya. avina segera menciuminya
haekal merebahkan avina di ranjang. "kakak mandi sebentar di kamar uncle regan baru menemanimu ya, banyak virus dari keramaian" ucap haekal, avina menjulurkan tangan pada haekal. haekal duduk disamping avina dan mengusap kepalanya
harion dan haekal langsung menggeret koper kecil mereka ke kamar regan untuk membersihkan diri "dilemari banyak pakaian santai. semua masih baru. pakaian uncle kalian sudah dia bawa ke villanya sendiri" pesan ana. mereka menggangguk
dua puluh menit keduanya kembali dengan wajah segar , mereka memeluk ana, rere, rara, olline bergantian. keduanya lalu berbaring di samping avina sambil mengusap kepalanya
hansel pindah lokasi duduk ke sofa , mereka berbincang sesaat . ana meminta koki memasak beberapa jenis makanan untuk keluarganya
"kak haekal dan kak rion pulang, bagaimana kalau kami bagi tugas? kak haekal meremukkan tangan orang nakal itu, kak rion meremukkan kakinya, kak avy menginjaknya" tawar harvey menggoda avina. avina langsung duduk dan mengangguk dengan semangat
"avina ikut, supaya avina tau dia tak akan jahat lagi" pinta harlene. ketiga kakaknya mengangguk
"Kalau malam ini avina cantik berjanji tak menangis lagi, besok kakak akan membawamu ke sana" ucap harion. avina mengangguk
"jangan takut lagi, ada kakak disini, kami akan membunuh siapapun yang mengganggumu sayang" tegas haekal . avina menangguk lagi
__ADS_1