
Gerald menggendong hanna ke lantai dua. dua maid sudah menanti hanna . gerald menyerahkan hanna pada mereka lalu masuk kekamar harlene . Harlene yang duduk di meja kerja terkejut
"Buat apa kakak disini, kamar kakak di seberang, hari sudah malam istirahatlah" tegas harlene menatap tajam pada gerald. gerald menyeringai dan mengunci kamarnya
"Ambilkan pakaianku, aku mau mandi" perintahnya sambil berjalan kekamar mandi harlene terpaksa mengambil pakaian gerald dari koper yang di bawa masuk oleh gerald
setelah meletakkan pakaian, menyeduh secangkir teh untuk gerald. harlene bergegas keluar kamar. tapi terkunci .
bersamaan gerald keluar dari kamar mandi "istriku mau kemana?" tanya sambil menyeringai
TOK TOK TOK
"Mama.. " panggil hanna
"cepat kenakan pakaianmu kak" pinta harlene. gerald langsung mengenakan boxer lalu membuka pintu kamar
"Hanna mau sama mama" ucap gadis kecil itu. harlene mengangguk lalu segera keluar . ia menyeringai penuh kemenangan tapi gerald menahannya lalu mengangkat tubuh kecil itu
"Sama papa dan mama ya" ucapnya dan merebahkan tubuh kecil itu perlahan ke ranjang besar mereka. hanna mengangguk. ia tidur di ujung. harlene di tengah. gerald disampingnya
tak lama ibu anak itu sudah tidur pulas sekali. "Harlene ravina millano, beraninya kau" gumamnya pelan
♡♡♡♡♡
Germany
delapan keluarga millano memasuki mansion harlene
"Cathy bawakan koper Tuan Muda dan Tuan Besar ke kamar masing masing"
"Koper saya bawa ke kamar utama" tegas gerald . maid menatap harlene. harlene mengangguk karena tak enak pada anak anaknya lalu membisikkan sesuatu pada maid nya . gerald menyeringai melihat tindakan istri kecilnya
"Anak anak mandi dan segera turun. kita akan makan siang di luar" perintah gerald
"Ok pa" jawab mereka serempak lalu naik ke lantai dua.
harlene naik ke kamar hanna, gerald mengikutinya. "mana kamarku?" tanya gerald
harlene tau mereka akan segera makan siang jadi suaminya tak akan macam macam . ia mengantar gerald kekamar nya
"mana kamar hanna?" tanya gerald "ini " tunjuk harlene datar ke pintu yang berada didepan kamarnya . gerald langsung masuk kekamar utama
"Anak anak, kita berangkat jam 12:15" gerald mengirim pesan pada 5G
"Siapkan pakaianku, aku mau mandi" perintahnya sambil mengunci pintu kamar dan bergegas kekamar mandi , 15 menit ia keluar kamar mandi.
"Mandilah, kita segera makan" perintah gerald. harlene membuang muka melihat gerald keluar hanya menggunakan handuk kecil yang menutupi pusakanya saja dan berjalan ke kamar mandi dengan cepat
gerald tertawa tanpa suara melihat kelakuan istrinya itu. apalagi melihat handuk dan pakaian istrinya tertinggal di sofa. ia mau tertawa terbahak bahak tapi ia tahan . benar saja 20 menit kemudian ia melihat istrinya membuka pintu kamar mandi dan kepalanya menyembul keluar. gerald menepi sambil menahan tawanya
sudah seperti ABG saja , kucing kucingan. akhirnya harlene mengendap endap keluar kamar dan melangkah ke sofa. hampir saja ia berteriak karena melihat gerald menatapnya yang tidak berbusana apapun bahkan belum mengeringkan tubuhnya
gerald mengangkatnya ke ranjang besar lalu mel -umat lembut bibirnya. awalnya harlene meronta dan mendorong tubuh kekar itu. tapi karena gerald tak bergeming lama lama harlene kelelahan sendiri dan terbuai dengan aksi gerald
"Sudah kak.. sudah. makan siang dengan anak anak dulu" tolak harlene
"Masih jam 10:45. ada waktu sejak kita bermesraan. aku nerindukanmu" bisik gerald menggigit kecil telinga istrinya lalu meng -ulumnya. harlene menggigit bibir bawahnya menahan gelora ditubuhnya
gerald menyeringai, ia segera menyusu dengan rakus. di gunung yang sudah besar makin besar setelah melahirkan hanna . harlene menjambaknya dan menekan kepala gerald supaya membendam di gunung besar itu.
tak lama gerald makin turun kebawah dan mengecup sawah indah itu. lalu bermain maind dengan li -dahnya sampai istrinya memekik "sudah kak. sudah"
gerald memasukkan perlahan piton extra large kebanggaannya ke dalam sawah istrinya. ia kesulitan memasukinya karena sudah lama tak tersentuh
__ADS_1
"Ma.. nikmat sekali, sempit dan indah. papa kangen" racaunya. harlene memejamkan matanya saat gerald mulai menusuk perlahan dan makin cepat membuat harlene meracau. supaya tak terlalu berisik gerald membungkam mulut mungil itu. hampir sejam akhirnya mereka berteriak nama masing masing. gerald langsung ambruk.
"Terima kasih ma. mama selalu luarbiasa. papa love you" bisiknya. harlene mengangguk . nafasnya seperti orang habis marathon
tak lama gerald mengangkat tubuh kecil itu ke bath up dan membuka air hangat
"Anak anak harus makan, kita segera turun" ucap gerald yang mandi dengan standing shower. lalu mengangkat tubuh kecil itu menuju sofa. mereka segera mengeringkan tubuh dan mengenakan pakaiannya lalu bergegas turun
"Ayo anak anak, kita jalan" ajak gerald sambil memeluk gladys dan harlene karena hanna di gendong gallen
♡♡♡♡♡♡
Ruang meeting
Mansion Harlene
Jam empat sore
"Perusahaan anak anak semua sudah independent. Tapi di bawah naungan G group
● gabriel membuka perusahaan otomotive sendiri , namanya G Park Corp.
● Gladys melanjutkan RV Park di Solo, jakarta, Medan, Palembang, Kalimantan, Manado.
● Gallen memimpin Triple G Corp.
● Gavi membuka perusahaan managemen sama dengan bidang lama mama. dia buka cabang di beberapa negara namanya GM Corp
● Gilbert membuka perusahaan Game GFG Corp yang berada di aplikasi teratas berurutan dalam play store dan apps store
pusat perusahaan di surabaya"
Terang Gerald pada harlene. Hanna hanya menatap kakaknya datar
"Hanna bagaimana denganmu?"
5G menatap hanna datar. "Anak nakal, kamu yang mengambil tender kakak selama ini" mereka mengeroyok hanna sampai hana memekik kegelian
"Sudah sudah.. lepaskan hanna" titah gerald sambil meraih tubuh kecil itu dalam pangkuannya
"Terakhir kemarin siapa mengambil tender kingswell hah?" tanya gab menatap adiknya datar. hanna menunjuk gerald . gab menatap gerald datar
"Papa dijebak" gerald mengangkat dua tangannya "papa hanya bantu virtual meeting menaikkan persentase laba hanna"
"wajah papa saja sudah memenangkan tendet buat hanna" cebik gabriel. gerald mengangkat tangannya menyerah
"Kamu kecil kecil menyerobot smua pekerjaan lima kakakmu hah" gavi kembali menggelitik hanna . hanna memekik geli
"Sudah sudah , adikmu tak salah. yang salah mama kalian" gerald menunjuk harlene
"kok mama?" tanya harlene "jangan pura pura, bidang hana mencakup lima kakaknya dibawah naungan G Group" ledek gerald
"Mama yang membangun GHW Corp" jawab hanna datar , semua mata menatap harlene "Anak nakal" omel harlene
"Sudahlah, gapapa di ambil hanna. dia kaya kita juga bangga" jawab gallen akhirnya
"kami juga gapapa. ga di ambil hanna bisa jadi di ambil oranglain. cuma gemes aja yang ngambil anak tujuh tahun" jawab gabriel . gallen terbahak bahak
"Sayang. kita pindah ke surabaya ya. ada opa oma kesepian disana kasihan" ucap gladys pada hanna . hanna mengangguk. harlene melotot
"jangan intimidasi anakku" tegas gerald pada harlene
"Pakai gedung kakak lima lantai teratas ya sayang" ucap gallen
__ADS_1
"Hanna mau beli gedung sendiri. suruh saja tetangga gedung kakak pindah. besok hanna beli" jawabnya dingin
"Itu tetangganya" gallen menunjuk gavi dan gilbert sambil tertawa
"Kalau gitu tetangganya lagi yang diusir"
"Itu tetangganya" gallen menunjuk gab " kalau tetangganya lagi itu" gallen menunjuk gladys
"Pakai kantor kakak saja. kakak lebih banyak di ruko atau dapur rv. nanti kakak pindah. tapi gedungnya cuma 18 lantai. ga seperti gedung kak gallen. tertinggi di surabaya" jawab gladys
"Gedung siapa di sebelah kak gladys? berapa lantai?" tanya hanna dingin
"Gideon corp. perusahaan dari swiss. bergerak di bidang instant food. 32 lantai. tapi dia sangat maju, sulit mengusirnya"
hanna menyeringai sesaat "Mama usir gideon dari gedungnya" pinta hanna . harlene menatap putrinya tak percaya "heh.. semena mena"
"ini bisnis. siapa kuat siapa menang. gideon group cukup maju dan berkembang tapi dananya tidak kuat karena wanita mereka terlalu hedon. minta mereka pindah ma" ucap hanna. gerald dan 5G menatap hanna datar
"Mama yang usir apa hanna?"
"Mama.. mama saja" jawab harlene cepat "Mama hub uncle harold" harlene mengambil ponsel mau menghubungi harold.
"Papa saja yang usir" potong gerald cepat
"Berapa saham hanna di dalam?" tanya gerald
"Hanna 40 persen, punya buyut 15 persen sudah dikasih ke hanna, punya mama 10 persen" jawab hanna sambil memeriksa data di ipadnya
"10 persen punya papa" jawab gerald
"ya sudah papa usir dia sekarang" ucap hanna datar
"Baik" gerald keluar ruangan menelpon seseorang . 15 menit ia kembali ke ruangan meeting "proses ya"
"Kapan kita pulang?" tanya gerald . hanna mengedikkan bahunya. menatap harlene
"Kalian bisa kembali besok. urusan disini mama akan bereskan ya hanna" ucap harlene
"Urusan disini biar harold yang memberskan, kita pulang besok" tegas gerald
"Maaf aku tak bisa. kalian kembalilah" tegas harlene.
"Terserah mama" ucap gallen kecewa lalu beranjak keluar ruangan. diikuti empat adiknya sampai tersisa hanna dan gerald.
sadar hanna ketinggalan gallen kembali lagi mengambil hanna dan menggendongnya keluar ruangan. harlene mengambik hand bag dan tas kerjanya keluar ruangan dengan lesu
"Mau kemana?" tanya gerald
"Jangan tanya" harlene menepis tangan besar yang tak bergeming itu
"kamu istrimu kalau kamu lupa. aku harus tau kemana kamu pergi"
"aku tak nyaman bersamamu, kamu selalu bertindak dan memutuskan seenakmu, pernah kamu mendengar kemauan dan keputusanku? oh aku lupa. aku wanita murahan. jadi kamu tak perlu mendengar suaraku" sarkas harlene.
"Avina.." tegur gerald menghembuskan nafas kasar
"baik .. duduklah" gerald memeluknya erat
"Bagaimana maumu?"
"Aku menyukai suasana disini, aku suka kehidupan disini. sementara biarlah aku sendiri disini. aku sudah terbiasa sendiri"
"Untuk kali ini maafkan aku. aku memikirkan mental anak anak yang butuh kasih sayang papa mamanya. kita pulang selesaikan managemen anak anak. mereka ada tanggung jawab pada clien dan rekan mereka. lalu apa maumu sebisa mungkin aku penuhi ya"
__ADS_1
"baiklah"