
KREKKK
hansen keluar dari kamar operasi
"Bagaimana rere/kakak/mama/nona muda" hansen langsung di serbu pertanyaan
"Rere baik baik saja, sudah tidur sedang di proses oleh dokter nanti bisa kita temui di ruang rawat inap" ucap hansen "Puji Tuhan" jawab mereka serempak
"Dede bayi mana pa?" tanya triplet serempak
"Sedang dibersihkan sama suster, sebentar lagi di bawa keluar sama dokter kalau kalian tidak nakal. dede bayi sangat sehat, lengkap dan cantik. wajahnya mirik kak avy lho" ucap hansen
"Puji Tuhan" jawab semua orang lega
"Kenapa ga mirip kak haekal/harion?" protes kembar
"Karena kalian berdua mirip papa. avy mirip mama, kan ga adil. jadi dua mirip papa dua mirip mama" jawab hansen asal . hansel dan regan tertawa memdengar jawaban hansen
"Nanti kalau dede besar, kita ajari boxing ya kak" goda regan
"No.. cewe main boneka bukan main boxing. kakak akan jaga dede" tolak ketiganya .
"ya sudah nanti uncle handsome bawa pulang , uncle yang ajari boxing" goda regan lagi
"No... jangan bawa dede.. itu dede kami" bentak mereka. regan terbahak bahak
"dede nya tukar lego limited edition loh" ledek hansel
"legonya buat uncle regan saja, dedenya buat kami" tegas mereka. hansel tertawa melihat protectivenya tiga bocil ini
saat bayinya dibawa oleh dokter anak keluar ruangan operasi bersama sherly. dokter anak menjelaskan kondisi bayi yang sehat dan lengkap.
hansen memeluk, menggendong, menciumi dan mendoakan putrinya. lalu menyerahkan pada dave dan elaine baru pada hansel harisno dan hellena. terakhir memberikan kepangkuan triplet bergantian agar mereka mendoakan adik mereka
ketiganya sangat menyayangi sang baby sampai terus menciumi dengan hati hati "Cantik sekali baby nya" puji mereka. regan mengambil poto empat keponakannya dan membagikan pada hansen, hansel, rere, rara, ana.
sherly vellin vinda juga turut serta menggendong dan mendoakan bayi mungil itu dengan penuh rasa sayang lalu mengembalikan pada dokter anak
"Ayo kita kekamar mama, menunggu mama di antar kekamar" ajak hansen pada tiga putranya
♡♡♡♡♡♡
Seminggu berlalu
Rere di jemput keluarga besarnya pulang ke rumah, bayi cantik itu menjadi rebutan semua orang terutama tiga kakaknya yang over protective itu
Saat tiba di villa hansen berbisik pada bayinya "Sayang kita tiba di rumah, sehat selalu jangan nyusahin mama ya nak. jadi anak baik yang diberkati Tuhan" hansen mengecup pipi putrinya
triplet di bawa dave dan harisno ke cafe mini dan bermain di kamar bermain di lantai atas agar tak mengganggu mama dan adiknya
TOK TOK TOK
"Siapa?" tanya hansel pada maid
"Kiriman makanan khusus ibu melahirkan dari RV Catering" jawab nana , hansel mengangguk
"ini menu empat puluh hari yang akan di kirim , Tuan Besar" lapor nana. hansel membaca lalu menyerahkan pada hansen
"Darimana?" tanya hellena
"Hansen memesan dari RV Catering semasa pasca melahirkan untuk regine oma" jawab hansen. "supaya oma fokus menjaga tiga anak nakal itu" hellena tertawa
"mereka tidak nakal lagi. mereka hanya cerdas" bela elaine
"Ya mereka tidak nakal tapi guru olah raganya bulan lalu di hajar sampai babak belur" sindir hansen
"itu salah gurunya hansen" tegur hansel "dia memukul kepala harvey, tentu saja haekal menghajarnya. daddy sudah menyelidiki dan melihat cctv bahkan daddy sudah beri dia empat bogem mentah di kepalanya" hansen terkejut
"Papamu sendiri sangat marah dan memberikan beberapa tendangan padanya, kalau tidak ada daddy mungkin gurunya sudah mati"
"kenapa mereka tidak ngomong ya?" tanya hansen
"mereka sudah janji hanya akan memukul kalau dipukul. dan mereka menepati janjinya. tapi mungkin malas menjelaskan"
__ADS_1
"Kamu memarahi mereka hansen?" tanya elaine "Tidak oma, bahkan hansen tak membahas masalah itu meski kesal. mau bagaimana lagi, sudah dihajar ya diobati"
"Dia yang salah kenapa di obati?" protes hellena "kalau opa tau pasti sudah di culik guru itu. dulu saat hansel kecil kalau ada orang dewasa memukulnya pasti opa akan menculik dan menghajarnya habis habisan"
"Dia memukul kepala harvey satu kali tapi dia sampai babak belur muntah darah di hajar haekal oma" terang hansen "kalau tak di obati nanti dia mati anak anak bisa trauma" hellena mengangguk
Tak lama perawat membawa baby Harlene Ravina Westin ke ruang tamu karena sudah harum dan kenyang . keluarga itu menciuminya bergantian . semua sangat menyayangi satu satunya bayi perempuan di keluarga itu
******
40 hari usia Harlene
Jam 07:00
Hansen dan Regine di undang ke kantor Leonardo Firm Law
Dave, Elaine, Terry, Harisno, Hellena, Hansel sudah duduk di meja meeting didampingi 2 notaris asal indonesia & USA benson siregar dan Joseph Taylor . ada pula dua pengacara asal indonesia & USA Hilman paris hutapea dan Leonardo Moriarty
"Baiklah saya mulai saja ya" ucap benson siregarm semua mata menatapnya
"Untuk tumpukan map biru adalah seluruh harta, aset, saham, property, perusahaan milik Tuan Dave westin, Nyonya Elaine Rodriquez, Tuan Terry Westin di Indonesia dan amerika yang sudah ditandatangani beliau beliau dan di tandatangani dua pengacara dari dua negara sebagai saksi. yang mana pertanggal hati ini sudah sepenuhnya diserahkan pada Tuan Muda Hansen Westin"
"Untuk tumpukan map kuning adalah seluruh harta, aset, saham, property, perusahaan milik Tuan Harisno Wijaya, Nyonya Hellena Smith, Tuan Hansel Wijaya di Indonesia, asia, eropa, london dan amerika yang sudah ditandatangani beliau beliau dan di tandatangani dua pengacara dari dua negara sebagai saksi. yang mana pertanggal hati ini sudah sepenuhnya diserahkan pada Nona Muda Regine Vallencia Wijaya"
Sontak hansen dan Regine terkejut
"Kalian cukup segera bubuhkan tanda tangan disini, maka semua sudah menjadi milik kalian" benson siregar menunjuk dua tumpukan map, masing masing setinggi hampir semeter pada hansen dan regine
"Terima kasih opa oma papa daddy" jawab hansen dan regine bersamaan, mereka memijat pelipis mereka
"Kami akan segera pulang, kalian tinggal disini menandatangani berkas. kami mau pulang dulu, temui kami di bank AAB jam 14:00" perintah hansel.
"Baik dad" jawab hansel dan regine bersamaan lalu mulai menandatangani berkas penerimaan warisan di meja sepeninggal enam senior mereka
****
jam 14:00
Ruangan Kepala Cabang
Hansen dan regine memasuki ruangan kepala cabang, enam senior mereka sudah menanti
"Mana KTP dan KK anda berdua Tuan Muda, Nona Muda" pinta kepala cabang cepat. keduanya segera menyerahkan dokumen yang diminta .
kepala cabang bergerak cepat membukakan sebuah rekening dan kembali membawa dua buku serta berkas yang harus di tanda tangani untuk pembukaan rekening baru
"Tuan Muda berikan saya dua juta rupiah, masing masing rekening butuh satu juta rupiah sebagai saldo awal pembukaan rekening" pinta kepala cabang
rere membuka tas kerja menyerahkan tujuh ratus ribu, hansen mengeluarkan lima ratus ribu
"pah pinjam 1,3 juta nanti hansen ganti" pinta hansen datar. terry tertawa tapi di berikan juga. setelah menerima dua juta, dalam 10 menit kepala bank menyerahkan buku rekening baru pada terry dan hansel
"Ini slip pemindah bukuan, mama papa tanda tangan dan tuliskan jumlahnya" ucap hansel dan terry bersamaan pada orangtuanya
enam orang itu segera menuliskan nominal dan meletakkan slip bank ke buku rekening dan menyerahkan pada kepala cabang
15 menit kemudian kepala cabang mengembalikan buku pada hansel dan terry
"Rere ini rekeningmu, kami sudah memindahkan seluruh uang kami untukmu" ucap hansel
"Hansen ini rekeningmu, kami sudah memindahkan seluruh uang kami untukmu" ucap terry
keduanya hampir menjatuhkan matanya melihat angka di rekening mereka. mereka shock seketika
"isi safety box sudah saya pindahkan pada nama tuan muda dan nyonya muda, silahkan tanda tangani dokumen penerimaan" ucap kepala cabang menyerahkan berkas yang langsung ditanda tangani hansen regine.
"Silahkan ikut saya semua memeriksa isi safety box, apakah sudah sesuai" ajak kepala bank, delapan orang itu di bawa ke sebuah ruangan. setelah enam senior memastikan. kepala cabang menyerahkan pada hansen dan regine. mata keduanya hampir jatuh melihat perhiasan , emas, surat berharga dan beberapa aset lainnya
"Terima kasih opa oma papa daddy" ucap hansen dan regine sambil meneteskan airmata. semua saling berpelukan
"Kita besok malam akan berangkat marathon ke amerika, london, beberapa negara eropah, beberapa negara asia. menyelesaikan urusan serah terima bank sampai tuntas agar kami bisa hidup tenang. paling kami hanya bantu mengawasi perusahaan kalian sebisa mungkin" ucap hansel. hansen dan regine hanya mengangguk
"Tuan Pindahkan seluruhnya ke rekening istri saya. safety box juga ubah ke nama istri saya. besok pagi saya akan datang menandatangani" ucap hansen pada kepala cabang.
__ADS_1
"Baik Tuan Muda" jawab kepala cabang, delapan orang itu bergegas pulang
Selama sepuluh hari penuh, mereka ke amerika, london, beberapa negara eropah, beberapa negara asia menyelesaikan urusan perbankan mereka menjadi nama regine semua sampai tuntas
Regine resmi menjadi orang terkaya dunia tapi masih di tutupi. enam senior mereka langsung mengumumkan cuci tangan pensiun
♡♡♡♡♡♡
dua bulan usia harlene
Sabtu
Rere membawa empat anaknya ke RV park diantar regan karena hansen di amerika perjalanan bisnis.
Ana menggendong, menciumi dan mendoakan cucunya. Triplet menatap ana datar karena tak suka adiknya disentuh orang
"Maaf oma lupa kalian" ana mengembalikan avina pada nana lalu menciumi triplet "katakan mau makan apa sayang?" tanya ana
"Ayam goreng kering/nasi goreng pedas/bubur" jawab triplet "Mau ikan kukus ala hongkong? kuahnya sangat bergizi supaya kakak kuat bisa jaga dede bayi" tanya ana , ketiganya langsung mengangguk
"minumnya sunkist , sayang?" tanya ana. mereka menggeleng "mineral water oma" pinta mereka. ana mengangguk
"Kalian makan apa?" tanya ana
"Regan mau yang ada ikannya, supaya kuat seperti mereka" ledek regan melirik triplet. ana terbahak bahak
"Rere apa aja mau mih" jawab rere, ana membeku sesaat, ia menatap rere lalu airmatanya menetes . rere memeluk ana akhirnya keduanya berpelukan
"Maafin mami nak" rere mengangguk
regan bangkit memeluk keduanya dan berbisik "tenanglah , pengunjung sampai merekam video, kalian mau viral?"
benar saja para pengunjung memperhatikan dan merekan video "Maafkan saja ya.. putri saya baru melahirkan putrinya.. kami terbawa suasana haru sakitnya melahirkan" ucap ana mengklarifikasi
"Oh..." jawab pengunjung lalu kembali ke kursi masing masing
"Jadi mami masak beberapa menu buat kita semua makan bersama saja ya" saran ana. keduanya mengangguk
"Rara ga ditanya mih? kaya anak pungut saja" ucap rara yang tiba tiba muncul bersama olline oriel dan pura pura ngambek. ana tertawa
"Olline oriel sayang mau makan apa?" tanya ana sambil memgecup pipi keduanya
"bubur dan ayam goreng kering oma, terima kasih" jawab olline "minumnya jus alpukat pake milo" ana mengangguk "sama oma, minumnya air mineral" jawab oriel
"Rara makan apa?" tanya ana "samain aja makan bareng mih" ana langsung masuk ke dalam
20 menit ana keluar bersama pelayan menyajikan makanan 5 cucunya. setelah memberikan alat makan dan menghidangkan makanan, kelimanya makan dengan tenang dan lahap. ana kembali masuk ke dalam tak lama ia keluar membawa lima macam makanan.
"Nona Muda, triplet harus less, gurunya sudah di cafe mini, bisakah saya pulang dengan supir duluan, Nyonya Tua sudah mengirim supir menjemput" tanya suster nana
"Baiklah kembalilah duluan" jawab rere
"Nitip olline oriel dan perawatnya ya suster nana" nana mengangguk . akhirnya anak anak dan perawat pun pulang dengan supir menyisakan empat orang dewasa itu
mereka makan dengan tenang dan lahap. "kenyang, enak sekali" puji rara, rere mengangguk
"re kamu sudah kerja?" tanya rara, rere mengangguk "sudah dua minggu"
"aku ingin kerja juga tapi donny melarang" ucap rara "jangan kerja , patuhi suamimu" perintah ana tegas. rara mengangguk
"perusahaan kak donny sudah lebih unggul dari perusahaan orangtuanya. kak donny melarang kerja kakak ikuti saja" saran regan. rere mengangguk setuju
"kita lama ga jalan jalan bersama, ayo ke mall" ajak regan, rara mengangguk setuju "ga bawa duit" jawab rere malas . regan tertawa terbahak bahak
"pergilah dengan kakakmu regan, kamu yang bayarin saja. mami ada arisan sebentar lagi , arisannya di rumah kita. itu temen mami sudah datang menjemput" tunjuk ana pada enam temannya yang baru turun dari alphard hitam didepan rumah makan
"masa arisan di rumah sendiri malah di jemput orang" ledek regan. ana langsung menjewernya . regan meringis minta ampun . rere dan rara tertawa. mereka pun berdiri
"hi onty onty cantik. kami duluan ya. nitip mami cantik kami" ucap regan usil.
"hi onty, kami duluan ya" pamit rere dan rara dengan muka datar. ketiganya mencium pipi ana
__ADS_1