
Pagi jam lima hansel terlihat baru selesai latihan boxing dengan asistennya jhon dan menuju kolam renang, sementara rere baru bangkit dari kolam renang memasuki kamarnya
Kebiasaan ayah anak itu adalah tiap pagi olahraga dan latihan bela diri, membuat tubuh mereka selalu bugar
tepat jam 6:30 kedua ayah anak sudah di meja makan, menikmati sarapan mereka dengan tenang
"Kamu siang baru ketemuan dengan gank kamu re? bantu dad ke bank sebentar cairkan cek ini ke rekening daddy ya"
"Kamu keluar didampingi vinda dan vallen ya, jangan sendirian, mereka akan berpakaian biasa"
"Boleh.. habis ini rere ke bank , mau cair ke rekening nomor mana dad. kirim pesan ke rere ya dad"
"ke rekening kamu saja, nanti kalau selesai transaksi dad beri tau mau transfer ke rekening berapa" ucap hansel sambil menyerahkan 3 lembar cek tunai pada rere
"Baik dad" jawab rere menerima cek ayahnya " rere naik dulu ya" hansel mengangguk
♡♡♡♡♡♡
Usai dari bank, rere langsung ke resto bakaran bali xxx sesuai yang dijanjikan. ternyata hurie dan chloe sudah tiba sebelum waktu yang dijanjikan
ketiganya segera bicara semua selengkapnya sejarah hidup rere enam tahun terakhir . tak lama yang lain tiba mereka pun segera bergabung dan mulai ngobrol
"regan, kakak beri challange berani terima?" tanya rere "siapa takut" jawab regan tertawa , regan usianya masih 14 tahun tapi memiliki postur tinggi kekar dan sudah kelas 1 SMA tahun ini.
"Kalau 6 semester terakhir kamu bisa rank 1, s1 kamu bisa di lanjutkan di luar negeri. kalau ga lolos beasiswa akan kakak bayarin. kalau lolos beasiswa maka uang saku dari kakak akan ada buat kamu"
"kalau berprestasi lagi di s1 akan kakak bayarin s2 andai tak lolos beasiswa. begitu sampai s3, dan kamu punya kesempatan bekerja di perusahaan kakak"
"Deal" jawab regan semangat
"Kamu harus berusaha regan" nasehat dony, ia ingat dulu kuliah rara di bayar rere selama 10 semester "semangat regan" imbuh rara
"iya kak" jawab regan tersenyum
rere dan rara menaruh perhatian pada regan karena regan mempunyai sifat baik dan hati yang baik pula
"Doakan dalam dua tiga tahun, aku bisa buka rumah sakit dan perusahaan di jakarta" ucap rere "Amin" jawab mereka barengan
"Aku kerja diperusahaanmu kalau kamu buka" ucap chloe, sherly, hurie bersamaan, rere mengangguk
"Aku akan ajukan kerjasama dengan perusahaanmu" imbuh donny , rere mengangguk
"yes" pekik mereka
akhirnya makan siang mereka selesai, mereka pun pulang ke rumah masing masing , tapi chat hansel tak kunjung tiba akhirnya rere pulang ke mansion dulu menunggu jadwal makan malam tiba ditemani hurie dan chloe
♡♡♡♡♡♡♡
__ADS_1
Malamnya
"Dad ga jadi kirim dana?" tanya rere melalui pesan
"Besok pagi dibahas" balas hansel "tidurlah awal, besok kita berangkat"
rere langsung naik kekamar mengemasi barangnya di bantu nana dan ina sambil berbincang , setelah barang rere dikemas, satpam membawa turun ke ruang tamu kardus packingan rere karena banyak makanan di bekali orangtua sahabatnya
esok paginya rere bertemu hansel di ruang makan.
"Sayang , uang kemarin tidak jadi, setelah dad akuisisi perusahaan halim. ada relasi dad dari luar membelinya dari dad dengan harga tiga kali lipat sebab itu perusahaan active. nah karena labanya sudah diterima. anggap saja 50% untukmu 50% untuk daddy"
rere tertegun "wow awesome daddy" hansel tertawa. "bonusnya aset keluarga farid menjadi milik kita semua, sekarang mereka tinggal di kontrakan"
"best daddy" puji rere
setelah sarapan kedua ayah anak itu pergi ke bank mengurus deposito mereka masing masing supaya mudah di tinggalkan keluar negeri
♡♡♡♡♡♡
New York
Keluar pesawat, rere dan hansel langsung di sambut pelukan opa omanya.
"cantiknya cucu opa" peluk harsono "cucu oma juga" cebik hellena . semua tertawa
mereka segera pulang ke mansion wijaya, mansion itu amat sangat besar, luas dan mewah, persis istana. jauh lebih luas dari mansion mereka di indonesia.
saat memasuki pintu utama, rere terkejut melihat tiga buah poto berukuran 200 inch dengan electricc frame . poto pertama adalah poto wisuda hansel saat muda memegang sertifikat summa cum laude. poto kedua adalah potonya bersama hansel memegang piala summa cum laude, poto ketiga adalah potonya sendiri memegang sertifikat summa cum laude.
rere merasa terharu dan di hargai oleh keluarga wijaya. sementara sejak kecil dia mendapat juara umum tak ada yang peduli sama sekali. andai hansel ada mungkin seluruh dinding mansion ini berisi potonya saat memegang sertifikat sejak kecil sampai dewasa
"kenapa? dikeluarga ini pendidikan adalah nomor satu nak, opa oma juga peraih summa cum laude. setelah makan daddy akan membawamu ke ruang album" rere menyeka airmata dan mengangguk
"pah berikan cucu kita hadiah, kita belum pernah memberinya hadiah sejak lahir" pinta hellena, harisno mengangguk "makanlah dulu"
setelah makan malam mereka ke ruang album. sederetan poto adalah poto harisno sejak kecil tiap tahunnya sebagai juara umum sampai wisuda s1, s2, s3 dengan predikat terbaik. deretan dibawahnya adalah prestasi hellena, dibawahnya prestasi hansel, dan paling bawah ada poto rere sejak tk sampai wisuda. semua ukuran 10 inch dalam bingkai
rere kembali meneteskan air mata melihat 4 poto opa oma daddy dan potomya berukuran 50 inc di electric frame memegang sertifikat summa cum laude menandakan rere diakui keturunan wijaya
****
empat hari di new york rere harus segera kembali menyelesaikan pekerjaannya di philadelphia, opa oma memberinya cek tunai yang nilainya sangat besar. pasti cukup membeli 4 buah mall sekaligus. dan satu unit jet pribadi mewah yang langsung di gunakan mengantar rere kembali
"kami akan sering mengunjungimu , jaga kesehatan baik baik. kalau ada yang mengganggumu di amerika segera hubungi opa, opa akan membereskannya untukmu sayang"
"Baik opa oma , rere tunggu ya"
__ADS_1
mereka segera berpisah saat rere dan dua asistennya masuk ke jet pribadi
♡♡♡♡♡♡
satu tahun berlalu
HW Corp New York
Ruangan CEO
"Tuan Muda.. Ada Tuan Terry Westin dan Hansen Westin mau bertemu" lapor albert asisten hansel
"Silahkan masuk"
albert membawa dua orang masuk ke ruangan hansel
"Setengah tahun lebih awal kamu tiba, apa pencapaianmu anak muda?" tanya hansel langsung ke poin. Harisno dan Hellena yang berada di sofa hanya menatap datar pada dua tamu hansel
"Auntie, Uncle.. Terry datang" sapa terry pada Tuan Nyonya Besar wijaya
"Tuan Besar, Nyonya Besar Wijaya.. hansen tiba" sapa hansen sopan
hansen menyerahkan sebuah berkas kepada hansel, hansel membaca semua dokumen yang di berikan oleh hansen
"kalah dari regine. sedikit saja !! tapi aku menghargai usahamu anak muda.. kau cukup keras berjuang sampai melupakan dirimu sendiri"
"Maafkan saya kalau saya gagal uncle"
"pah mah. pemuda ini mau melapor menjadi calon menantu hansel" wajah harisno dan hellena langsung dingin "siapa kamu berani mendekati cucuku" tanya harisno dengan aura menyeramkan
hansel menceritakan semua tentang hansen pada orangtuanya tapi wajah keduanya tetap dingin meski tak sesangar tadi
"dia peraih s1,s2,s3 summa cum laude mah pah" lapor hansel "seluruh kekayaannya akan menjadi mahar pernikahan, jadi kalau dia melukai cucu kalian, ia akan langsung miskin"
"siapa peduli hartanya, rere cucu satu satunya yang kami punya dan rere tak kekurangan uang. bahkan anak baik itu tak mampu menghabiskan lima ribu dollar tiap bulannya. untuk apalagi harta mereka kalau cucuku tak bahagia. pokoknya cucuku harus menikah dengan pilihanku" ucap harisno marah sambil memegang dadanya . melihat ayahnya memegang dadanya hansel tak berani banyak bicara, ia langsung duduk disamping ayahnya dan mengusap punggung kekar di usia tak lagi muda itu
"Tuan Besar, saya tak bisa menjamin akan membuat regine bahagia, tapi saya bisa menjamin akan menggunakan segenap nyawa saya berusaha membuat regine bahagia. kalau harta mungkin saat ini saya dibawah regine tapi itu adalah keringat, perjuangan, usaha dan jerih payah saya tanpa bantuan orangtua saya sama sekali, saya harap Tuan Besar memberi saya kesempatan membuktikan niat baik saya dalam melamar regine" ucap hansen dengan menatap mata harisno intens
setelah satu jam hansen dan harisno bicara , harisno yang penuh emosi dan hansen yang penuh ketenangan menjawab dan menjelaskan secara sopan. akhirnya harisno tergugah.
"Kalau kau menginginkan regine, kelak seluruh asetmu harus diatas namakan regine, kalau kau slingkuh atau kdrt maka kalian harus bercerai dan seluruh hartamu akan berpindah menjadi milik regine, bila benar kalian menikah kalian harus tinggal di mansionku" tegas harisno
"Yang pertama dan kedua , saya setuju. yang ketiga saya tidak bisa setuju karena saya akan memenuhi permintaan regine. kalau regine bersedia maka saya akan ikut tapi kalau regine ingin ke indonesia maka saya harap Tuan Nyonya besar yang ikut bersama kami menjaga anak kami" tegas hansen
"Baiklah. aku setuju tapi kalau cucuku mau denganmu, kalau cucuku tak mau denganmu jangan memaksa apalagi menjebaknya, aku akan membunuhmu" tegas harisno
"Deal Tuan Besar" ucap hansen menghembuskan nafas lega
__ADS_1