
Saat opening baik supermarket dan rumah makan sangat penuh. tamu sampai mengantri ke jalanan. banyak orang dari rumah sakit membeli buah untuk pasien, seluruh rak buah kosong melompong.
rumah makan juga penuh sampai antrian panjang ke luar rumah makan. regan sibuk memegang ponsel milik rumah makan yang menyediakan jasa pesanan makanan sehat khusus pasien rumah sakit. suasana bener bener membuat kewalahan.
Malamnya saat menutup laporan keuangan, regan mengajari rara dan ana cara menutup laporan agar mudah menghitung uang jualan, sisa stock yang harus ditambah, laba rugi. keduanya belajar teliti
"Besok sarapan harus di antar jam enam pagi untuk pasien rumah sakit ada 168 pack. bubur ayam 47 pack, nasi uduk 56 pack, nasi sayur pedas 24 pack, nasi sayur tak pedas 14 pack. mie tiaw beras polos 27 pack" lapor regan menyerahkan secarik kertas pesanan sarapan
"Yang makan siang untuk karyawan rumah sakit ada 178 pack pasien ada....." regan menyerahkan salinan rekapan catatan pesanan by phone pada ana
ana mendadak pusink. ini hari pertama buka. waktu sudah malam. untuk orderan besok bahan belum masuk
"Apa kami masih bisa memesan makanan?" tanya tamu berjumlah empat orang itu . pelayan segera bertanya pada ana. ana mengangguk. pelayan membawa orderan pada ana. dan ana segera memasak sendiri pesanan tamu . pelayan pun menghidangkannya
"Berapa harganya" tanya tamu
"180 ribu tuan" jawab pelayan. tamu menyerahkan dua lembar uang merah. "kembalian untuk kamu" ucap tamu
"Terima kasih Tuan"
regan keluar mau mengucapkan terima kasih, ia terkejut melihat siapa tamunya "Uncle" sapanya pada tamu yang sudah berdiri
"Lho ini punya kamu?" tanya hansel "kami baru tiba diberitau anggota saya untuk makan disini , enak dan baru buka"
"Bukan. punya mami uncle" hansel langsung diam
"uncle kami memiliki sedikit masalah" ucap regan sambil menunduk . hansel menaikkan alisnya "kalian di ganggu orang?"
"Emm.. bukan uncle" akhirnya semua kembali duduk. regan menceritakan masalahnya. hansel mengangguk paham .
"Terry panggil hansen kesini ya" pintanya, tak lama hansen tiba bersama rere. rere masih mengenakan piyama karena buru buru. begitu melihat hansel ia langsung memeluknya erat
"Kenapa lama?" tanya terry
__ADS_1
"Malam susah keluar, ada polda di rumah. tadi saja kami di interogasi panjang" ucap hansen. rere tertawa "Jadi kamu jawab apa?" tanya terry
"Disuruh papa" terry menatap hansen datar "oma bilang saat papa pulang, oma akan menjewer papa" rere terbahak bahak. terry langsung menoyor kepala hansen
"regan sampaikan masalahmu pada hansen" perintah hansel. regan kembali menceritakan semua . hansen mengangguk paham. ia menghubungi seseorang . 30 menit orangnya tiba
"ini suplier bahan makanan ke resto dan cafe. masukkan orderan kalian sekarang, tuan ferry akan langsung meminta anak buahnya mengirimnya" ucap hansen . ferry pun bicara dengan ana di meja belakang. masalah selesai
"Terry ini rukomu kan?" tanya hansel
"Dulu. sekarang sudah kuwariskan. punya regine " jawab terry
"Sayang, sewakan gratis untuk regan satu pintu lagi ya" ucap hansel mengusap kepala rere
"No.. tak ada yang gratis di dunia ini" tolak rere langsung
"Uang kalian sudah banyak, kenapa pelit sekali istrimu hansen" ucap terry, hansen mengedikkan bahu. ia tak mau ikut campur masalah uang dengan istrinya dan regan tau itu
"kaka ipar sudah memberi regan 1 M untuk uang saku, kakak ipar donny juga beri 600 juta. kami bayar saja uncle" ucap regan polos. hansel mengangguk
"sebaiknya kalian memakai manager. gaji sebulan 7 juta. tapi dia mampu mengurus laporan keuangan dan stock. laporan laba rugi. malam kalian tinggal mencocokkan dengan sistem saja" saran hansen
"tante setuju" ucap ana yang berdiri dibelakang mereka sejak tadi , hansen mengangguk "besok ia akan datang"
orderan ana segera tiba , para pelayan segera membawa masuk bahan makanan untuk di proses. akhirnya semua pulang ke rumah masing masing
♡♡♡♡♡♡
Seminggu restoran dibuka
melalui bantuan hansen dan regine , beberapa perusahaan , bank dan rumah makan melakukan kontrak catering untuk makan siang pada ana. tiap harinya ana mendapat orderan 8000 pack makan siang dari recomend hansen dan regine.
untuk rumah makan, meski sudah dua ruko, pengunjung masih saja antri sampai ke halaman restoran
__ADS_1
manager meletakkan seorang SDM wanita khusus mengurus orderan secara online, baik melalui driver online maupun melalui ponsel dari pasien beberapa rumah sakit.
Supermarket selalu ramai, semua stock buah selalu habis meski di lantai dua sudah di jadikan bagian dari supermarket juga karena buah milik ana adalah buah segar dengan kualitas pilihan
*****
Tiga bulan berlalu
Bisnis ana semakin meledak , tapi ana menjalaninya dengan gembira. meskipun lelah tapi ada hasilnya. banyak perusahaan lain juga memesan catering pada ana. pesanan catering makan siang mencapai 15000 pack tiap senin sampai jumat karena makanannya terkenal enak, dan selama sebulan tak ada menu yang sama
tabungan ana sudah sangat lumayan, dia ingin sekali membeli ruko yang ia gunakan. tapi ia tak punya nyali mengutarakan niatnya pada rere. mengingat harta putrinya juga bukan kaleng kaleng.
malamnya saat hampir tutup. hansel dan terry kembali mengunjungi rumah makan mereka. setelah memasak buat hansel dan terry ana mencoba bicara dengan hansel
"Hansel.. em. bisa aku minta waktu sebentar" tanya ana ragu
"Duduklah.. ada apa?" tanya hansel. akhirnya ana duduk. ia menceritakan niatnya mau membeli ruko
"Mana mungkin regine menjual padamu" terry yang bicara sambil tertawa
"Anak itu mengumpulkan tiap rupiah, semua yang masuk sulit keluar lagi. apalagi property" kata terry "Kamu ga melihat hansen sudah urutan teratas dunia berkat kepelitan istrinya"
"Ana.. Rere tak akan menjual ruko ini. apalagi ini warisan. jadi lupakan niatmu. dia sudah banyak membantumu selama ini secara diam diam. kamu kira darimana orderanmu selama ini?" tanya hansel. ana mengangguk.
"Tapi di ujung jalan ini ada sebuah lahan kosong milik terry, baru dia beli belum lama. coba tanya apakah terry bersedia menjualnya. kalau kamu mampu kamu bisa membelinya untuk membangun supermarket dan rumah makanmu"
"Aku mau menyerahkan pada regine tanah itu" potong terry
"Kali ini bantulah ana" pinta hansel
"40 Milliar" ucap terry "uangku belum cukup, bisa menyimpankan untukku dulu?" tanya ana
"Aku akan membeli dan membangunnya dulu, kamu bisa menabung dan menunggu bangunan selesai . setelah melunasinya aku akan mengurus dokumennya" ucap hansel. ana mengangguk "Terima kasih hansel" ucap ana tulus
__ADS_1