Kisah 20 Tahun Lalu

Kisah 20 Tahun Lalu
Bab 1 - Rencana masa depan untuk rere


__ADS_3

jam empat sore


rere memasuki rumah sangat sederhana , rumah mungil dengan dua kamar yang selama ini di tinggali berempat oleh rere, rara kakaknya, regan adik bungsunya.


"Mana uang hadiahmu" tanya mami saat kaki rere baru melangkah masuk. belum sempat ia memasuki pintu rumah sepenuhnya.


"Shalom mih" sapanya


"Shalom.. mana hadiah kamu" tanya mami rere sekali lagi.


rere melepas sepatunya dan kaos kaki dengan cepat lalu duduk di kursi plastik ruang tamu , ia membuka tas. mengeluarkan amplop coklat pada maminya . sang mami langsung membuka amplop dengan cepat


PLAKKK PLAKKK


dua tamparan melayang di pipi rere


"apa apaan ini. kenapa berupa beasiswa setahun?" bentak maminya "bagaimana mami membayar spp tahunan kak rara hah"


"rere ga tau mih. itu hadiah dari pihak sekolah. tahun ini tidak berupa uang tapi berupa pelunasan spp setahun alias beasiswa senilai 35 juta. tapi itu sudah lumayan mih . kalau teman lain harus membayar 42 juta pertahunnya mih"


"lumayan bagaimana hah? lalu bagaimana kak rara? dia akan malu dan kekurangan kasih sayang guru kalau tidak bayar spp tahunan , ditahun ajaran baru kali ini" teriak mami rere


"tapi sungguh rere ga tau mih, itu kebijakan sekolah tahun ini. dan seluruh sekolah hanya rere sendiri yang sapat beasiswa"


"astaga bagaimana kak rara hah" mami mengusap wajahnya kasar. ia berjalan mondar mandir di depan rere


"Oh ya.. heh. biasa farah dan kumala akan memberi kamu angpao. mana angpao mereka" tanya maminya . rere membuka retsleting tasnya lalu menyerahkan dua angpao pada maminya. sang mami langsung membukanya dan menghitung isinya


"kenapa sejuta biasa 1,2 juta hah?"

__ADS_1


"rere ga tau mih, memang segitu tapi tadi onty ada memberi rere, hurie, chloe uang jajan 200 ribu untuk makan di cafe merayakan kemenangan ranking, rere hanya menggunakan lima puluh ribu. ini sisanya" rere menyerahkan uang seratus lima puluh ribu pada maminya . sang mami langsung menyambar sisa uang itu dan menyimpannya dalam sakunya


hati rere sangat sakit. bahkan sang mami tak menanyakan raportnya sama sekali


"kemana mami cari uang spp tahunan kak rara hah" meminta mengulangi ucapan dengan gusar


"mih rere mandi dulu ya" pamitnya


"Tunggu, mana tas kamu, apa kamu menyembunyikan uang" rere menyerahkan tasnya. sang mami menuangkan isi tasnya ke lantai dan memeriksa apakah ada sisa uang disana. tak menemukan apa apa sang mami langsung mengenakan sandal


"Regan, rara tunggulah. mami beli kfc untuk kalian dulu" sang mami langsung keluar rumah , rere menyimpan barangnya kembali kedalam tasnya lalu bergegas kekamar. hatinya hancur sudah . untung saja kuitansi pembayaran buku ia titip pada sahabatnya tadi. rere bahkan tak tau dia salah apa sampai mami memperlakukannya seperti itu


♡♡♡♡♡


esoknya


jam 10:00


sherly dan orangtuanya menyambut rere ramah sekali. sherly sudah menyediakan buku cetaknya dan sisa buku tulis yang masih baru yang belum di gunakan samansekali untuk rere. bahkan ia di ajak makan siang bersama.


usai makan siang keluarga itu mengajaknya berbincang "Bagaimana rere, apakah mamimu sudah berubah atau masih sering menyakitimu?" tanya om andrew papa sherly


"Masih sama seperti sebelumnya om. tapi gapapa.. sejak perpisahannya dengan papi si mami harus berjuang sendirian dan tak ada teman berbagi kesusahan lagi" jawab rere. pasutri dan sherli menatap rere dengan iba


om andrew memainkan ponselnya. tak lama ponselnya berdering. "om terima telepon dulu. kalian berbincanglah. rere jangan pulang dulu nanti di antar kak sherly" pesan andrew lalu segera ke halaman belakang


setengah jam kemudian andrew kembali "nak.. kamu bawa KTP?" tanya om andrew


"ada om. buat apa ya?" tanya rere

__ADS_1


"Sayang. bawa rere buka rekening bank AAA di depan komplex ya , bawa sejuta ini sebagai saldo awal. daftarkan net banking dan minta atm ke pihak bank" pesan om andrew "Jangan beritau mamimu ya re" rere mengangguk meski ia tak paham apa mau om andrew


satu jam lebih mereka mengurus proses perbankan , akhirnya kembali ke rumah sherly "dad ini buku rekening rere" ucap onty carissa pada suaminya. sang suami memoto halaman depan buku itu dan mengajak rere bicara serius


"nak.. om punya seorang sahabat, dia sangat suka membantu anak berprestasi disekolah. dia bersedia membantu pendidikanmu sampai kuliah nanti. kamu kan bercita cita menjadi dokter kan? tapi ada syaratnya"


"apa syaratnya om"


"pertama .. jangan sampai mamimu tau hal ini, bersikaplah seperti biasa. kalau sampai mamimu tau. bantuan di hentikan. kedua... ia akan membuka cafe di depan universitas internasional xxb bulan depan, tiap pulang sekolah kamu harus bekerja disana. ketiga.. kamu harus tetap ranking tiga besar atau bantuan berhenti"


"rere mau, asal bisa kuliah kedokteran, rere mau dan akan patuh om" jawabnya antusias


"kamu akan membayar beberapa biaya sekolah dalam dua minggu, pembelian sepatu, seragam, buku tulis dan lainnya. ajukan pada mamimu dan minta uangnya. kalau di tolak katakan om menerimamu bekerja sebagai maid disini dengan gaji dua juta perbulan tapi wajib menginap demi menghemat ongkos. kalau diijinkan kamu bisa langsung membawa perlengkapanmu langsung kesini.. . ikutlah semua ayo"


andrew membawa tiga wanita itu naik ke lantai dua rumah mewah itu dan berjalan kekamar paling ujung. berhadapan dengan kamar kak sherly. kamar yang dulu sering digunakan rere menginap saat mereka masih bersebelahan.


andrew menunjukkan sebuah brankas kecil dalam lemari dan memberitau rere petunjuk penggunaannya. rere cepat paham.


"masukkan atm dan buku rekeningmu disini, jangan lupa poto dan simpan di email lalu hapus galerymu. kelak ini kamrmu dan ini kuncinya" andrew menyerahkan kunci pada rere. rere melaksanakan perintah andrew dan menyimpan dua benda itu di brankas


"sekarang check saldo di ponselmu" mata rere hampir keluar saat melihat ada saldo 201 juta di dalam rekeningnya. ia menatap andrew bingung


"itu gajimu di cafe selama setahun , jangan lupa kerja saat masuk sekolah nanti" perintag andrew "jangan sampai ibumy tau. sekarang hapus aplikasi banking itu dari ponselmu. kalau butuh uang download lagi kirim ke sahabatmu secukupnya minta bantu tarikkan uangnya lalu hapus aplikasi bankingmu lagi"


"rere paham om, terima kasih banyak. rere akan jalankan semua perintah om. rere akan sekolah dan belajar dengan rajin" andrew mengangguk paham.


"pegang uang 300 ribu ini, sampai di rumah nanti ibumu akan merampasnya. simpan lima puluh ribu dibawah tapak sepatumu sebagai uang cadangan. sisanya biarkan dia merampasnya daripada kamu di pukuli gara gara pulang tangan kosong"


rere pulang dengan ojol menggunakan sisa uang sepuluh ribu pemberian maminya tadi saat berangkat

__ADS_1



__ADS_2