Kisah 20 Tahun Lalu

Kisah 20 Tahun Lalu
Bab 16 - Putus hubungan


__ADS_3

"Gara gara kamu farid, buat apa kamu bertengkar dengan mereka. gaji mereka bukan kita yang bayar, mereka bekerja pada HW. kita tak bisa memerintah mereka seenaknya. kalau HW marah bisa bisa kita diusir. sekarang bagaimana ini . siapa yang jaga rara?"


"aku akan pasang iklan cari perawat baru" jawab farid "sementara kamu bantu awasi rara dulu ya" putus farid. ana pun mengangguk


akhirnya dua hati farid mendapat perawat baru yang sangat se-xi akhirnya farid tergoda. ternyata dihari ketiga perawat itu lari membawa perhiasan milik ana. ana langsung frustasi dan histeris. berakhir lahirlah regan di usia kandungan 8 bulan.


FLASHBACK OFF


"iya rere ga nangis meski kangen" cebik rere, mbok ina dan suster nana terbahak bahak melihat rere merajuk


"makan dulu cepet, nanti sakit nona besar. sus ga mau nona sakit ya" perintah nana tak sadar rere sudah besar . rere tertawa dan menghabiskan makan siangnya bersama empat asistennya


usai makan siang dengan lahap karena semua makanan kesukaannya. rere segera keluar mansion. ia menggunakan kaos putih lengan pendek, celana jeans panjang dan sandal jepit swallow yang 6 tahun ia rindukan.


rere diantar dua pengawal kiriman ayahnya, berangkat ke rumah ana dengan taxi online. tadinya ia mau berangkat sendiri tapi ia takut dua pengawal itu mendapat amarah ayahnya yang galak itu "nona gapapa naik taxi?" tanya salah satu pengawalnya


"kalau dad marah, aku yang tanggung jawab" jawab rere kalem. akhirnya mereka pasrah


"berkas sudah kalian bawa?" tanya rere "sudah diransel saya nona"


"sampai sana panggil saya rere, status kalian teman kuliah saya, sekarang sesama dokter" mereka mengangguk paham


tiba di kios mini dua lantai yang ditempati ana, rere tak langsung masuk karena kios masih ramai. setelah pengunjung habis batu rere masuk menyapa ana


"Mami.. maafin rere, ponsel rere rusak ga bisa hubungi mami, untuk beli ponsel rere belum ada uang"


"Anak durhaka, kemarin mami butuh uang kenapa kamu tak bisa di hubungi hah? kamu tau mami kesusahan cari uang selama ini? sekarang katakan untuk apa kamu pulang"


"Rere sudah selesai kuliah mih, belum dapat kerjaan. pulang ke sini pun biaya dalam perjalanan dibantu dua teman rere ini mih. kenalin vinda dan vellin" ana hanya membuang muka


"mih rere ijin tinggal disini dan bantu mami jualan ya, karena rere belum kerja dan ga ada tempat tinggal. koper rere masih di kamar hotel mereka"


"wow anak haram sudah pulang dari luar negeri malah jadi gembel dan mau numpang disini?" teriak seseorang dari arah dalam kios. ternyata farid. dibelakangnya ada regan

__ADS_1


"Papih"


"Kak rere sudah pulang, regan kangen kak" regan langsung berpelukan dengan rere "kakak ga akan kemana mana lagi, kakak akan disini bersama kamu"


"bener ya kak, kita sama sama disini jangan pergi lagi" ucap regan . rere mengangguk


"atas dasar apa kau berani numpang disini? kau cuma anak haram ga punya gak disini" bentak farid. "papih jangan begitu sama kak rere, dia kakak regan"


"mih bisa rere bicara sebentar di dalam?" tanya rere


"regan kamu jaga kios sebentar, mami mau bicara dengan kak rere"


"iya mih, tapi mami jangan kasar sama kak rere, dia kakak regan, lagian kita bisa seperti sekarang karena kak rere"


ana dan farid mendengus lalu masuk kedalam , ruangan ity gabungan dapur mini, meja makan rangkap meja tamu dan beberapa kursi plastik


"katakan apa tujuanmu pulang" tanya ana dingin "rere ijin tinggal disini ya mih, sambil bantu mami jaga kios sampai dapat kerjaan"


"maaf ga bisa, anak haram ga bisa tinggal dengan kami" bentak farid


"anak haram? papih mami orangtua rere, bagaimana disebut anak haram?"


"Kenapa ana? kau takut? apa yang kau takuti? ponsel HW sudah 6 tahun mati tak terhubung. hw sudah membuangnya bahkan mungkin sudah punya keluarga baru. kalau hw mengurusnya bagaimana dia bisa pengangguran bahkan pulang pun harus dibantu biaya temannya. kau tak perlu takut. usir saja gembel ini" ledek farid


"kenapa papi mami begitu sama rere, siapa hw pih mih?" tanya rere sedih. ia sedih karena ibunya tak menganggapnya anak


"disini hanya ada dua kamar, satu kamarku dengan regan, satu kamar ana, mau tinggal dimana kamu?" bentak farid


"rere janji akan cari kerja dan kalau dapat uang maka rere akan bahagiakan papi mami, beri waktu sama rere mih pih" pinta rere


setelah debat satu jam, ana memutuskan mengusir rere, rere menangis sedih sekali


"benar mami mau mengusir rere dan menganggap rere bukan anak mami lagi?"

__ADS_1


"ya pergilah, aku tak sudi punya anak seperti kamu, sejak lahir kamu hanya beban. bener bener sampah seperti ayahmu" umpat ana


rere menangis dan mengambik ransel vinda lalu mengeluarkan dokumen "mami tanda tangani ini, kelak rere tak akan ganggu mami lagi"


farid membaca berkas itu, lalu ana juga membacanya.


surat pemutusan hubungan , surat perjanjian tak saling berhubungan lagi, surat pernyataan tidak ada sangkut paut dikemudian hari antara ana, farid dengan rere


farid langsung menandatangani dengan cepat diatas materai sepuluh ribu di semua berkas dengan point tercantum juga dia paraf. begitupun ana juga langsung membubuhkan tanda tangan dengan kondisi direkam video oleh vallen . vallem, vinda, regan menjadi saksi dan ikut membubuhkan tanda tangan dikolom saksi. rere menangis sangat sedih.


sepuluh menit kemudian delapan pria bertubuh tinggi kekar dengan setelan jas hitam dan kacamata hitam masuk berbaris rapi ke dalam kios. disusul tiga orang pria langsung berjalan ke arah rere.


"andrew kau!!" teriak ana


"aku asisten pribadi tuan hw sejak 22 tahun lalu ana" jawab andrew tenang


"Vinda bawa dokumen yang mereka tanda tangani dan arsipkan dengan baik"


"baik Tuan Besar"


"Jhon berikan salinan perjanjian enam tahun lalu saat penyerahan kios pada ana"


"Baik Tuan Besar"


"sayang jangan menangis untuk orang seperti mereka" hansel memeluk rere "dad mereka jahat dan kejam dad" rere menangis kencang dalam dekapan ayahnya


jantung ana dan farid serasa mau keluar melihat wajah hansel. dua pengawal masuk membawa tv 50 inc dan mencolok di saklar listrik lalu memasang flashdisk dari hansel dan muncul tayangan video


di layar muncul semua perbuatan kasar ana pada rere sejak lahir sampai dewasa. mulai dari makian sampai tamparan dan pukulan. bahkan kejadian di warung pun masuk dalam rekaman video . dimana ana merampas uang kejuaraan rere buat sekolah rara


rere, vinda, vallen, regan, andrew, jhon, ana menangis menonton video itu


"Sekarang tak ada yang kamu sesalkan lagi nak" ucap hansel mengusap kepala rere penuh kasih sayang

__ADS_1


"Rere kau sudah dipengaruhi bedebah ini hah" bentak ana emosi



__ADS_2